<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4836892725700449318</id><updated>2011-07-07T18:23:03.494-07:00</updated><category term='from me'/><category term='My fanfiction'/><title type='text'>shout to the world</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>wenz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07797475595889909540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKrbjZFkiWE/SxUZXKpbY_I/AAAAAAAAAAM/sYrSj_8KUik/S220/jj.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4836892725700449318.post-4838052800049264058</id><published>2010-04-25T08:28:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T04:46:40.419-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My fanfiction'/><title type='text'>[NC21/1S] JIKA SARI MUMUN DATANG...</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(37, 37, 37); -webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; font-family:Verdana, Tahoma, Arial, sans-serif;font-size:10px;"&gt;&lt;div class="postcolor"  style=" line-height: 16px; font-size:10px;"&gt;&lt;span style=" ;color:red;"&gt;WARNING!!&lt;br /&gt;Bagi yang jijik or ilfil sama nyang namanya NC, better not to read this. Daripada ff gw dicekal gtu kan~hahaha.Main castnya sebenarnya Aee onn.Cuma kok makin ke belakang malah makin complicated yaa?hahaha~Fanfic ini di-dedikasikan untuk The Perverts *mengibarkan bendera banana*.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=" ;color:maroon;"&gt;&lt;span style=" line-height: 20px; font-size:15pt;"&gt;JIKA SARI MUMUN DATANG…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Casts : Sari a.k.a Aee, Choi Seunghyun, Teddy Park.&lt;br /&gt;Other Casts : Jinusean, Lee RiYoo, Kim Nana, Kwon Jiyong, Lee Sandra, Yang Hyunseok, Chamie, and the Sotoyz.&lt;br /&gt;Genre : NC21/Straight/1Shot&lt;br /&gt;Author : Wenche a.k.a JiNta iz V.I.P&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh asap menghiasi heningnya malam. Dan setiap asap tersebut menyembul keluar dari letusan tembakan pistol Magnum. Keheningan malam tersebut membuat setiap orang yang berada di kawasan pergudangan Incheon itu tegang. Salah langkah satu saja dapat mengakibatkan nyawa melayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Choi Seunghyun, seorang lelaki bertubuh tegap dan mata elang yang bersandar di balik salah satu sekat, sudah siap dengan ibu jari yang berada di pelatuk Magnum kesayangannya.&lt;br /&gt;Seunghyun terlihat berpikir sejenak. Yang akan dihadapinya berbanding lebih banyak bila ia melakukan perlawanan seorang diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nona Aee, berdirilah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Seunghyun pelan pada seorang wanita berambut bob acak-acakan yang sedang berjongkok memeluk lutut di sebelahnya. Suara yang terdengar tegas, dan ada rasa sopan dari nadanya walau sangat pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aee menengadahkan wajahnya dan memandang Seunghyun dari ekor matanya. Matanya yang bening memancarkan rasa ketakutan dari apa yang dialaminya seharian ini. Ia menurut saja karena ia percaya akan Seunghyun, orang yang menyelamatkannya. “Apa, Seunghyun ah~?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku butuh bantuanmu.”&lt;br /&gt;Aee menelengkan kepalanya. Raut wajahnya sedikit tidak mengerti dan bercampur perasaan ingin semuanya cepat selesai.&lt;br /&gt;Seunghyun menelan ludahnya. Ia tau perasaannya ke Aee Burgess mendalam. Tapi ia menyadari mereka berdua akan mati kalau ia tetap melihatnya sebagai seorang Aee Burgess.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku akan mengubahmu.” Dan seketika itu juga terlintas sebuah nama di kepalanya. Park Teddy. Orang itu akan membunuhku kalau dia tau aku mengubahnya. Bahkan aku akan dijadikan makanan untuk anjingnya, Gaho. Tidak terbayangkan memang manusia tampang sangar seperti Choi Seunghyun bergidik ngeri dengan bayangannya tadi.&lt;br /&gt;Sebuah peluru yang ditembakkan mengenai ujung sekat besi tempat mereka berlindung. Ya, segera atau mereka akan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku akan mengubahmu dan kau harus menolongku jika “kau yang baru” datang.”&lt;br /&gt;Tidak membuang waktu lagi Seunghyun maju dan menghimpit tubuh Aee. Mencumbu nya dengan ganas. Dalam hatinya bukan sekedar faktor penyelamatan, tapi karena ia mencintai Aee dari sejak lama ia pertama kali bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aee yang bingung dan tau bagaimana situasinya, memilih memberontak dengan diam. Tapi bagaimana pun Seunghyun laki – laki yang sangat kuat. Tubuh Seunghyun kokoh sedangkan ia pun sudah tidak banyak tenaga lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seunghyun menghisap seluruh senti bagian mulut Aee dan menjilatinya. Sekali-kali ia menggigit menjilati bibir dan telinga Aee sehingga membuat wanita itu mulai terbuai dengan perlakuan seunghyun. Terkadang ia menghela nafas lembut yang membuat hangat telinga Aee. Tangannya meraba-raba tank top hitam Aee yang agak kotor dengan debu. Mengelus punggung halus Aee dan menemukan jaringan koneksi tali surga Aee bagian belakang. Menelusuri bagian bra itu sampai ke depan lalu mulai menyusupkan jemari-jemari nya ke dalam kedua mangkok tersebut. Bahagia lahir batin Seunghyun menemukan kedua gundukan itu dan merasakan ujung bolanya. *nah lho bahasa guee~~hahahhaa* Niat hanya mengelus-elus sejenak, tapi otomatis gak afdol kalo gak memelintir yang membuat ia makin girang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian seunghyun merasakan ada yang menyentuh punggungnya. Tangan itu turun menyentuh pantat seunghyun yang lebaaaarrr *halah lebar-an mana ma pantat author yang bahenol~~~* dan mulai mencari-cari tautan kancing celananya. Oh, ia tidak mau menghentikan waktu. Kalau tidak ia menahan diri mengingat situasi sekarang, ia akan menikmatinya sampai akhir. Ia melepaskan bibirnya dan memandang wajah seseorang di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Aee.&lt;br /&gt;Bukan.&lt;br /&gt;Wanita itu sedang tersenyum nakal. Pandangan matanya yang menggoda menyipit dan mengerling layaknya haus pandangan “segar”. Ujung telunjuk kanannya menyentuh bawah dagu Seunghyun dan dengan tangan satunya ia meraba-raba tubuh Seunghyun bagian depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau mau sesuatu, Choi Seunghyunhh?” kata wanita itu dengan suara desahan.&lt;br /&gt;“Sari Mumun…welcome back.” *yaoloh kaga enak banget dah namanye~hahahaha~ -ditonjok sari mumun-* “Kau harus bantu aku membereskan The Sotoyz.”&lt;br /&gt;Sari melingkarkan lengannya ke leher Seunghyun. “Aku lebih tertarik padamu.” Dan Sari Mumun memasukkan tangannya ke dalam celana jeans seunghyun mencari junior yang telah diiincarnya. *xDD*&lt;br /&gt;“Sari, jangan sekarang…” dan ia tau, ia akan susah menolak pikiran untuk high bersama. Tapi ia menemukan cara.&lt;br /&gt;Satu. Buat Sari Mumun terbakar marah.&lt;br /&gt;“Sari, The Sotoyz menculikmu dari kemarin. Dan mereka akan membunuhmu. Membunuh aku. Membunuh kita sekarang juga.”&lt;br /&gt;Walau ia sudah menemukan sesuatu yang telah mengeras disana,ia tarik kembali tangannya dan menyambar pistol yang ada di tangan Seunghyun. “Ada pistol lain?”&lt;br /&gt;Seunghyun mengambil pistol yang ada di celana bagian belakangnya. Ia tadi membawa 3 pistol. *set dahh masss mau jualan yeee*&lt;br /&gt;“Let’s play, SOTOYZ!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sari Mumun keluar dari persembunyiannya dan langsung menembakkan ke balik-balik pilar gudang yang dirasanya para The Sotoyz bersembunyi.&lt;br /&gt;Sari Mumun menembak kanan kiri seperti orang gila.&lt;br /&gt;“YA YA YA~~HAHAHAHAHHAHHAHAA~~~KELUAR KALIAN~~JANGAN JADI PENGECUT~~AKU TAU KALIAN MENGINCARKU KAN? SEKELINCI ITUKAH NYALI KALIAN??HAHAHAHHAHAHAHAHAHA”&lt;br /&gt;Sari Mumun berlari-lari dan berteriak-teriak di tengah bunyi tembakan beruntun yang ia tembakkan. Sedangkan Seunghyun juga menembak sana sini beberapa mengenai sasaran.&lt;br /&gt;“Dasar kau gila,Aee!”&lt;br /&gt;Sari melihat sebuah kepala muncul dari balik pilar. Orang yang berteriak mengatainya gila tadi. Tanpa basa basi ia berlari dan menembakkan beruntun ke kepala orang itu.&lt;br /&gt;Semakin ia dekat dengan kepala yang tak berdaya itu, ia semakin menembakkan sehingga darahnya agak muncrat ke dinding pilar.&lt;br /&gt;“Siapa yang tidak beruntung disini, Reesee?” Sari mengeluarkan senyum liciknya.&lt;br /&gt;DESHING!!&lt;br /&gt;Ada yang berusaha menembaknya tapi meleset. Segera saja Seunghyun menembak orang itu. Banyak juga ternyata komplotan The Sotoyz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ligat, mereka bekerja sama berdua melawan komplotan The Sotoyz. Punggung mereka saling bersandar dan mereka menembak dari arah berlawanan.Sungguh kompilasi yang sangat apik. *bahasa gw mule ngaco*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, ada satu orang lagi.” Kata Seunghyun ketika tubuh-tubuh penuh darah terkena tembakan bergelimangan.&lt;br /&gt;“MAD WOMAN!!!!KELUAR KAU!! HAHAHAHAA~~KAU TIDAK COCOK DENGAN SEBUTAN MAD WOMAN KALAU KAU TERUS BERSEMBUNYI SEPERTI ITU.” Dan seketika itu juga Sari melihat bayangan kaki seorang wanita. Tak tahan lagi, Sari Mumun langsung berlari seperti orang kesetanan dan sambil tertawa-tawa. Dengan tepat, Sari menembak tangan si Mad Woman-menjatuhkan pistol si mad woman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aee, aku tidak takut padamu.” Seru Mad woman dengan suara bergetar yang tak bias disembunyikan ketika Sari berjalan semakin dekat padanya.&lt;br /&gt;“Well-well-well~~baguslah. Kalau kau ingin berteriak, ini saatnya.” Sari tersenyum nakal. *ihhh si sarmun the cewek juga di-nakal-in ah~xD* “Untuk terakhir kalinya dalam hidupmu.” Ia mengacungkan pistolnya tepat di ujung hidung Mad Woman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“KAU GILA-“begitu mulut mad woman terbuka, Sari langsung memasukkan laras pistol nya penuh ke dalam mulut itu.&lt;br /&gt;“Bye, lady~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seunghyun yang melihat cara pujaan hatinya *lmao~~* membantai Mad Woman hanya tersenyum kecil. Ia tidak berubah, pikirnya. Mad Woman dan Reesee adalah dua orang yang sangat dibenci oleh Aee Burgess-entah itu juga Sari Mumun. Wajar kalau ia menjadi gila seperti ini-dan lagi-lagi entah itu juga pada Sari Mumun. Choi Seunghyun, sangat menyukai kedua pribadinya itu.&lt;br /&gt;“Sari…” panggilnya yang terdengar lembut.&lt;br /&gt;Sari menoleh dari pembantaiannya yang belum selesai juga *halah udah prohibit rated dah lol. Bagai mendengar bisikan dari surga, Sari mendekati Seunghyun dengan langkah-langkah pasti terseksinya-dengan wajah terseksi yang dimilikinya-dengan lirikan ternakal yang dipunyainya-tentunya membuat Seunghyun semakin deg deg syur. xDD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau…mau bermain denganku, Seunghyunnie?” Sari menjilati wajah Seunghyun seperti Gaho *Gaho artis numpang lewat xDD*&lt;br /&gt;“Kalau aku mau, bagaimana dengan Teddy?”&lt;br /&gt;“Pertanyaanmuhh kuhraangghhh~dehnganh Nanaaaaaahhhh~” *jyahahahahaha~jadi nanah~ampuuun booooo* Seunghyun tau yang dimaksud Sari adalah Kim Nana, pacarnya. Tapi ini beda kasusnya. Ia seperti singa yang akan diberi daging segar. Jarang-jarang kesempatan ia bisa berduaan dengan Aee-entah itu juga Sari Mumun. *sepertinya banyak yang diulang2~author stress*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mencintaimu dari pertama kita bertemu, Aee.” Seunghyun yakin. Dan keyakinannya itu ditunjukkannya melalui rayapan tangannya yang menjalar ke dalam tank topnya.&lt;br /&gt;Seperti sudah professional, Sari yang inisiatif me-ripped tank topnya dengan semangat membara-bara*ala jaebum gityuw ah XD*. Lalu berkutat menciumi Seunghyun. Ia memberikan kehormatan bagi Seunghyun untuk membukakan jaringan surganya.&lt;br /&gt;Seunghyun pun menjadi nappun namja *yaoloohh gw lagi denger nappun namja pas nulis ini lmao~* Ia dengan ganas mencopot bra zebra-print Sari dan melemparnya hingga nyangkut di tumpukan kardus yang ditumpuk 15. Kebayang bagaimana semangatnya seunghyun melemparnya. XDD Tangannya turun dari mengelus bahu, ke dada, belahan-merasakan setiap lekukannya-,lalu akhirnya meremas kedua payudara Sari.&lt;br /&gt;“Oohhhhhhhhhhhhh~~~~~~~~” desah Sari. Remasan-remasan Seunghyun menjadi pijatan mesra yang nikmat. Dalam hal ini Seunghyun sudah pro juga mengingat track record remas-meremasnya dengan Nana. *hahaha~bayangin dah tu,CN onn!* Ia memainkan gundukan – gundukan itu hingga girangnya menemukan dua buah nipples yang tadi belum selesai “dimainkannya”. Ia menjawil dan memencet kedua nipples nan imut bohay itu dengan keras saking gemasnya. Memang dada Sari sangat sintal untuk ukuran wanita seksi. Wajar kalau Seunghyun gemasnya menjadi-jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kurraaanggghhh kerassshhh~” dan Sari memang sedang high, ingin meminta lebih dan lebih.”Kau curaaanghhh…”&lt;br /&gt;Oke, Seunghyun tau itu. “Lepaskan saja. Aku sedang menikmati ini.” Segera ia melepaskan kancing kemeja hitam Seunghyun dan menjilatinya. IT’S NIPPLEEEEEEE TIMEEEEEEEE. Sari mulai menunduk menjilati bagian puting Seunghyun dan menggigitinya sementara seunghyun sendiri meremas,menjawil,mencubit, dan menguyel-uyel payudara beserta milik Sari. Seunghyun juga menciumi dan menggigit halus bagian belakang telinga Sari. Sehingga tangan dan mulut seunghyun sinkron kerja bakti di Sari Mumun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama mereka saling memerosotkan celana dan underwear masing-masing. G-string hitam berenda yang dipakai Sari sungguh membuat Seunghyun menelan air liur. G-string itu memiliki potongan yang amat sangat ketat dan kecil sehingga bulu-bulu halus Sari keluar dari sisi-sisinya. Maklum G-string mahalan impor dari Zimbabwe ceritanyah xDD. Tentu semuanya dilepaskan juga akhirnya.&lt;br /&gt;Hingga akhirnya mereka berbaring di dengan keadaan tak ada sehelai benangpun *ceuileeehhhh bahasa gueee* Sari melihat sesuatu dari bagian bawah Seunghyun yang sudah berdiri tegak. “Ahh,,waktunya servis dariku.” Kali ini ia memimpin posisi di atas. Ia menduduki kaki Seunghyun dan mulai meraup dengan pasti junior miliknya. Tangannya memainkan Junior Seunghyun yang menegang hebat,ia menarik dan mengelusnya. Ia menoleh ke arah Seunghyun yang masih mendesah, maka semakin semangat dimainkan lebih nakal lagi junior Seunghyun. Seperti kelaparan 3 tahun tidak diberi makan, ia memasukkan penis Seunghyun ke dalam mulutnya dengan lahap. xpp&lt;br /&gt;“Aww,jangan digigit. Sakit, sari sayaaang…” Tidak, itu hanya formalitas, sebenarnya Seunghyun suka dengan gigitan kecil yang diberikan Sari. High dan high.. Setelah lama berkutat disitu, akhirnya Seunghyun memutuskan untuk langsung ke acara intinya. Ia membalikkan lagi posisinya, sehingga Sari berada di bawahnya. Ia membuka lebar kedua kaki Sari dan bertumpu di atas kedua bahu Seunghyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sadar Seunghyun mengucapkan “Thanks God!” dengan mata berkaca-kaca untuk kesempatan emasnya ini XDD. Dan tanpa basa basi, Seunghyun langsung menancapkan juniornya ke miss V Sari. Whew, sepertinya Seunghyun sangat memanfaatkan kesempatan sehingga lupa doing hand job or something. Hahahhaha. Apa itu sudah menjadi kebiasaannya dengan Nana bermain secepat itu? XDD Satu tangannya meremas-remas payudara Sari. Dan tangan yang lain telunjuknya dihisap Sari.*semuanya bergerak cuuuuyyyy...sungguh memanfaatkeun kesempatan inih si bang tabeeehhh*&lt;br /&gt;”Ohhhh yeaaaahhhh kheeepphhh mhooviinggghhhh fashhhteeerrrhhh~~~seunghyuuuunnhhhhh~~” gumam Sari tidak jelas di sela-selanya.&lt;br /&gt;Sari tidak teriak malah mendesah menjadi-jadi dan menggeliat-geliat seksi membuat Seunghyun makin gak nuahaaaaann booo~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Anything for you my sweety. “ Dan mereka sibuk bergerak berbagai arah. Dari mulai ke atas, ke bawah, sampai style ke arah tenggara-barat laut juga dihajar beleh sama mereka. *tsk!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka selesai dan beristirahat sejenak. Tentu saja, Seunghyun menunggu Sari terlelap agar benar-benar kembali menjadi Aee saat ia mengembalikan wanita ini ke Teddy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~~~~~~~~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yeaahhh,,u’re so fuckin’ hoooottt!!!!!” desah Lee RiYoo dengan semangat 1756715635235 *inget kaan semangat 45 versi wenche?XDDD*&lt;br /&gt;”Always,babe.” Jinu menciumi leher RiYoo. Menurutnya wangi leher RiYoo membuatnya terpikat setengah mati. Gak sia-sia RiYooi hunting minyak wangi sampai ke Wednesday Market (silahkan diterjemahkan sendiri) untuk mendapatkan perfume langganannya yang konon kata abang-abang penjualnya jenis wanginya langka. Sampai wanginya memenuhi ruang mobil Nissan Sky Line mereka. Memang kedua manusia ini masih memakai pakaian lengkap-dengan rencana akan melepaskannya juga LOL- hingga niat banget sampe mesra-mesraan di bangku belakang.&lt;br /&gt;Bunyi dentuman musik romantis Take It Slow milik Danny itu seakan membuat irama kemesraan mereka. Mungkin Jinu menyetelnya dengan volume full. *yaolohh kebayang dah tu mobil kayak apee* Niatnya sih biar makin hot ya. *gak tau deh hubungannya dari mana tuh hot sama musik kenceng2* Seakan Jinu ingin mengekspresikan ”Take it slow” style pada RiYoo XDDD&lt;br /&gt;RiYoo sengaja dari awal menutup matanya agar semakin menikmati gigitan-gigitan Jinu di lehernya dan semakin lama makin turun ke bawah.&lt;br /&gt;DUK DUK DUK!&lt;br /&gt;Dentuman musik makin menambah asoy, pikir mereka masing-masing. Kancing atas kemeja YooRi yang TERLALU ketat itu dibuka Jinu.&lt;br /&gt;DUK DUK DUK!!&lt;br /&gt;”Oh my,my heart’s beating feels like rollercoaster,honeeyy~~” RiYoo mengklaim itu adalah bunyi detak jantungnya yang sinkron dengan adrenalinnya sekarang.&lt;br /&gt;DUK DUK DUKK!!!!&lt;br /&gt;Jinu tidak menghiraukan RiYoo dan mulai membuka kancing kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“AIGOO BUSOWO!!!!!!” Teriakan RiYoo yang jelas-jelas sedang kaget terus terang malah membuat kaget jantungan setengah mati Jinu yang lagi serius dengan kacing-kancing RiYoo XDD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa, RiYoo?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“D-d-di b-belakangmu.” kata RiYoo dengan ketakutan dan mata membelalak.&lt;br /&gt;Jinu yang memang sedang berhadap-hadapan dengan RiYoo, penasaran dengan apa yang dimaksud RiYoo. Ia menengok ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”GAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!”&lt;br /&gt;Seorang laki-laki menempelkan mukanya ke kaca mobil yang tepat di samping Jinu. Bisa terbayang muka orang yang ditempelkan ke kaca,saudara-saudara?? Hidung berdempetan yang jiplakannya bisa dilihat dari kaca sisi satunya lagi-berbentuk seperti Piggy Nose. Bibir yang terjeplak dempet di kaca menyong2 abstrak. Dengan mata yang berkilat-kilat nampaknya kesal atau marah karena melotot gitu. Terlihat juga laki-laki itu sedang menggendong seorang perempuan di punggungnya. Oke, Jinu mulai mengenali keabstrakan muka laki-laki itu dan terutama muka si perempuan yang sedang tertidur itu.&lt;br /&gt;”Choi Seunghyun???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Makanya,lain kali kalau kau sedang menungguku,setidaknya jangan pasang musik gede-gede gitu napa?Gak peduli dah kalau kau memang mau ’ngapa-ngapain’ di dalam, tapi siap siaga kalau-kalau aku perlu bantuan mendadak atau aku mau masuk mobil seperti tadi!!” cerocos Seunghyun kesal sepanjang perjalanan.&lt;br /&gt;”Sorry,Mistaah Tabiiiii~~Kau kalau lagi marah malah mirip ajjuma-ajjuma yang lagi kena PMS deh~” ledek Jinu sambil melirik ke arah pacarnya yang duduk di sampingnya. Jinu yang menyetir. Memang itu kerjaan Jinu, menyetir dan membantu Seunghyun sesekali dalam ’menjalankan rencana’.&lt;br /&gt;Seunghyun tidak mempedulikan ledekan sahabatnya itu. Makin diladenin makin menjadi soalnya. Ia hanya memperhatikan Aee yang sedang tertidur di sebelahnya. Melihat leher dan bibir Aee, jadi dia jadi mupeng lagi.&lt;br /&gt;“Tadi kau mengubahnya?”&lt;br /&gt;Seunghyun tidak menjawabnya. Mungkin masih mengendalikan emosi ’ingin lagi’ setelah mengingat kejadian tadi.&lt;br /&gt;”Shit!Jangan bilang kalian melakukannya! Kau gak takut bos kita,apa??!! Teddy akan membunuhmu kalau kau-”&lt;br /&gt;”Makanya kau jangan bawel.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~~~~~~~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Laba dari lapak sepatumu memang gak kira-kira!Gak salah aku menaruh saham di lapakmu.” kata HyunSeok bangga menepuk-nepuk bahu Teddy yang gak kira-kira tenaganya. Hyunseok adalah pemegang saham utama dari Lapak Shoes Brother Land milik Teddy Park. Akhir-akhir ini memang lapak Teddy menerima orderan sepatu dari Asia bahkan telah meluas sampai kadang diminta para artis-artis hip hop Amrik yang dirahasiakan namanya *okegwlebay* untuk membuat sepatu khusus untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara yang dipukul malah bukannya kesakitan malah asik senyam-senyum. Hyunseok melihat apa yang membuat pria berselera fashion tinggi ini menjadi seperti orang gila.Dan ia yakin, tatapan teddy yang sumringah – sumringah dengan cuping hidungnya kembang kempis itu tertuju pada seseorang yang berdiri di sebelahnya. Chamie. Sekretaris pribadi HyunSeok yang keturunan Amrik-Korea-Indonesia-Papua itu esas-desusnya juga menjadi simpanan HyunSeok. *ampuuun,onn~XDDD*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya’olooooo~~~plisss deehhh,ted!Masih jaman gitu maen flirty-flrty-an??” ada suara mengejek dan cembokur dari HyunSeok pada Teddy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oww,maaannn~~Take it easy~Cuma becanda.” Becanda yang menjadi hobi Teddy tentunya XDD.Terbukti Teddy masih senyam-senyum gejeh ke arah Chamie sampe monyong-monyong gitu.Sementara Chamie sendiri shy-shy-cat-but-want-it.LOL “Oke,aku pulang dulu. Nanti kalau ada perkembangan sekecil apapun mengenai keuangan lapak, akan dikabari oleh Jiyong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, Jiyong pengawal pribadimu itu kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Iya,memangnya siapa lagi?”&lt;br /&gt;HyunSeok mencondongkan diri ke arah Teddy. ”Kalau kau dengar dia cerai dengan Sandra,segera DM aku.” *jamantwitterjadibeginidah* ”Sudah lama aku memperhatikan Sandra.” Kata HyunSeok dengan tampang pervertnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar orang aneh,batin Teddy. Mana mungkin dia berani mempertaruhkan kebahagiaan sohibnya sendiri.Jiyong sangat dipercaya olehnya karena sudah mengenalnya dari sejak ia masih anak geol street rapper yang belum mempunyai pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~~~~~~~~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Gak bisa ditawal!Masa kami punya ploduk udah punya nama mau lu kasi halga segitu?Lu gilaa aaa~........Naikin lagi laaa halganyaaa laaa~......Yauda kalo lu kaga mau,lu bole cek ke toko sebela laaa~” Jiyong menutup flap ponsel LG Cyon2 nya stres setengah mati. Susah juga menangani kustomer dari China. Jadi Jiyong kelatahan jadi ala pedagang cina. *opoooo ikiii~~XDDD* Tiba-tiba ada sebuah tangan yang merabanya dari belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong segera berbalik badan. Dia agak menarik nafas melihat istrinya berbalutkan handuk pink. ”Sandra.” Jiyong tersenyum hangat pada seorang wanita berambut sebahu bernama Lee Sandra. Ia memang selalu merasa tenang kalau sudah melihat Sandra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kwon Jiyong, suamiku. Aku ini istrimu. Bukan ponsel itu.” Sandra dengan polosnya menjentikkan jarinya menunjuk ke arah tangan Jiyong yang masih memegang ponselnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sigap Jiyong menaruh ponselnya di meja bufet yang ada pas di sampingnya. Lalu ia mulai mengelus pipi Sandra dan satu tangannya lagi memeluk pinggang Sandra. ”Maaf aku terlalu sibuk dengan urusan keuangan lapak Teddy hyung.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dimaafkan kalau kau mau membuk-”&lt;br /&gt;Jiyong langsung melumat bibir Sandra dan tangan satunya menghempaskan handuk Sandra. Segera saja Jiyong menggendong Sandra ke pinggir tempat tidur mereka. Jiyong duduk memangku Sandra yang sudah naked itu. Segera saja ia menciumi dada Sandra sambil membisikkan sesuatu. ”Aku mau kita punya anak.” Lalu mengulum payudara Sandra sementara Sandra sendiri menarik-narik kaos hitam Ji sambil mendesah-desah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bo Peep Bo Peep Bo Peep&lt;br /&gt;Bo Peep Bo Peep Bo Peep Bo Peep ahh~~&lt;/i&gt; xDDDDD&lt;br /&gt;Terdengar pesan masuk dari ponsel yang tadi diletakkannya di meja. Mereka langsung terdiam dan menghentikan kegiatan mereka. Nampak Ji menatap mata Sandra seakan meminta ijin untuk melihat ponselnya.&lt;br /&gt;”Yeaahh baiklah,aku akan menunggumu.”&lt;br /&gt;Ji tersenyum lalu mengecup bibir dan kening Sandra sekilas. Disambarnya ponselnya tanpa melihat isinya dulu. Ia sudah tau kalau itu pertanda Teddy memerlukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~~~~~~~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil Nissan Sky Line baru saja berhenti di depan rumah Teddy Park yang luas. Mobil Teddy terlihat sudah terparkir manis di ujung garasi ke-3 nya.LOL *kan kayaaa mameeennn*&lt;br /&gt;”Kau sebaiknya membangunkannya.” kata Jinu menengok ke bangku belakang.&lt;br /&gt;”AHHHH CEREWET!!! GAK USAH DIKASIHTAU PUN AKU AKAN MEMBANGUNKANNYA!!!!” Dan Seunghyun pun benar-benar menjelma menjadi ajjuma-ajjuma yang lagi PMS bila sedang berada di dekat Jinu apalagi ditambah situasi menegangkan ini.&lt;br /&gt;”YA!!KAU GAK TAKUT KETAUAN PARK TEDDY APA??!!!”&lt;br /&gt;”KALAU KAU GAK EMBER,AKU JUGA GAK AKAN MENYERETMU KE DALAM MASALAH INI,TOLOL!!!”&lt;br /&gt;”YAA!!!!KAU MENGANCAMKU,MUKA PERVERT!!!??HEISSSSHHH,JASSHIK!!!”&lt;br /&gt;Seunghyun terlihat akan membalasnya namun langsung tergelak merasakan badan Aee yang sedari tadi direngkuhannya agak bergerak-gerak. Wanita itu terbangun mendengar kicauan singkat tadi.&lt;br /&gt;”Oy seunghyun ah~” Tiba – tiba RiYoo membuka suaranya. Kontan Seunghyun melihat ke arah depan,tempat duduk RiYoo. ”Jangan lupakan Nana. Dia sahabatku.Aku gak mau dia terluka lagi.”&lt;br /&gt;Seunghyun mengikuti arah pandang RiYoo. Di halaman luar, terlihat Nana dengan mata berkaca-kaca memperhatikan mobil yang sedang mereka tumpangi.&lt;br /&gt;”Lebih baik kita keluar sebelum Nana berpikir macam-macam dan Teddy melihat kau seperti ini.” kata RiYoo bijak.Sejenak Jinu memancarkan mata termehek-mehek kagum melihat RiYoo sebelum ia beranjak keluar juga.&lt;br /&gt;”Choi Seunghyun? Ada apa ini?” Tanya Aee yang masih dengan mata mengantuk. Ia menanyakan ”ada apa ini” untuk keadaan yang aneh dia berada di mobil milik Jinu yang merupakan anak buah tunangannya. Dan kedua ”ada apa ini” untuk menanyakan badannya yang terasa sakit semua terutama di bagian dada dan perutnya. LOL. *tanyalah-pada-rumput-yang-bergoyang XDD*&lt;br /&gt;”Kita harus segera keluar,Nona.”&lt;br /&gt;Seunghyun membantu Aee keluar dari mobil. Untuk sekali saja ia memeluk dan memegang Aee seperti itu, pikirannya kembali macam-macam tentang pengalamannya tadi.&lt;br /&gt;”Seunghyun.”&lt;br /&gt;Suara Nana terdengar serak dan ingin menangis. Masalah Seunghyun dengan Aee kah?&lt;br /&gt;”Kau urus saja si Nana,aku bisa sendiri. Suruh Jiyong siapkan Johnny Walker ke ruangan saya. Jangan lupa cemilan kacang favorit saya.” XDD Dan Aee berjalan masuk ke dalam rumah sendiri.&lt;br /&gt;”Aku senang kau kembali selamat.” kata Nana sambil mengelus pelan pipi Seunghyun.&lt;br /&gt;”Kau mengkhawatirkanku?” Seunghyun jadi merasa gak enak. Kesalahan besarnya.&lt;br /&gt;”Bukan hanya aku.” Nana tersenyum hangat. Lalu menarik tangan kanan suaminya itu ke perutnya. ”Tapi juga anakmu.”&lt;br /&gt;Hati Seunghyun semakin miris. Ia menjadi yakin bahwa Nana lah yang benar-benar bisa mengacaukan perasaannya berkeping-keping seperti ini. *kemane ajeee lu Choiii baru sadar yakin ama istri luuuu XDD* Ia mencium bibir Nana. Pertama kecupan,lalu senyuman hangat (ah elah pake anget2 sgala XDD),kemudian berubah menjadi ganas. Seunghyun memegang pantat Nana dan mendekapnya erat ke pelukannya. Sambil mencium dan mencium lagi.&lt;br /&gt;”Kita ke kamar,sayang.”&lt;br /&gt;”Yang smooth aja ya,kasihan anakmu nanti.”&lt;br /&gt;Seunghyun menggendong Nana. ”CAP TO THE CUS, HUN!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aee menegak minuman alkoholnya. Tak lupa aspirin juga dimakannya karena kepalanya masih agak nyut-nyutan. Dia menyalakan rokoknya yang kononnya impor langsung dari Kediri Indonesia *lol,maklum kaya gak ketulungan jadi gini nih XDDD*&lt;br /&gt;Ia mulai mengingat-ingat apa yang terjadi pada dirinya. Sepengetahuannya,ia hanya diculik. Dan Seunghyun menyelamatkannya. Saat itu ia tak ingat apa-apa jadi diasumsikannya ia pingsan waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Sowoneul malhaebwa~~ I’m geenie for you boy~&lt;br /&gt;Sowoneul malhaebwa~~ I’m geenie for your wish~”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ponsel Blackberut nya berbunyi nyaring menandakan pesan masuk, mengumandangkan lagu paporitnya sepanjang masa itu. *nah lhooooo!!!!!KELUARKAN BAJU SAILOR ANDA WAHAI AEE ONN” XDD&lt;br /&gt;Sender : &lt;i&gt;Jeng Lexy&lt;/i&gt; *maap,mbak lexy nya pake ai-pon jadi gak bisa BBM-an XPP*&lt;br /&gt;”&lt;i&gt;Jangan lupa nanti kita shopping midnight sale yee,jeng. Ajak si Choi Acit juga,biar dia bisa flirty ama ajudan lo si Te Oh Pi. Yu Ya Yuuk.&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;”Tsk, dasar gila diskon tuh bocah.”&lt;br /&gt;”Siapa,babe?” Suara yang amat sangat mengejutkan Aee. Park Teddy datang ke ruang kerjanya.&lt;br /&gt;”Eh gila loe,ngagetin gw aje.”&lt;br /&gt;”Kenapa?Kok kayaknya lo depresi gitu,babe?” (⌐.⌐”)&lt;br /&gt;Aee tertawa kecil dan kembali judes. ”Gw depresi gara-gara loe tauk. Itu si Reesee demen banget sama loe,makanya dia nyulik gw. Ada lagi si Livan Mad Woman yang ngiri sama lapak loe di brother land, nyulik gw juga.Seet,niat abis sumpah.”&lt;br /&gt;Teddy mengelus-elus rambut hitam bop Aee. Tatapannya agak nakal dengan senyum ala Nike. ”Yang penting kan sekarang kamu udah balik,sayang...”&lt;br /&gt;Ngok,kemane aje loe selama gw diculiiikkk,batin Aee. ”Yeah,whatever deh.”&lt;br /&gt;Tau akan kemarahan istrinya yang belum reda, Teddy sudah menyiapkan hadiah dadakan untuk sang wanita.&lt;br /&gt;”Masih marah ya? Gw udah siapin sesuatu.” Ia mengeluarkan bungkusan kecil. Bungkusnya terlihat sangat simpel. Karena biasanya hadiah-hadiah yang diberi Teddy dari kemasannya aja udah mahal.&lt;br /&gt;”Apaan nih?”&lt;br /&gt;”G-string renda renda kesukaan lo.”&lt;br /&gt;”Impor??” mata Aee bersinar-sinar secerah putihnya kembang kol di pasar.&lt;br /&gt;”Tebak.”&lt;br /&gt;”Bombay?Zimbabwe lagi?Paris?”&lt;br /&gt;”Iiiiiihhhhhhhhhhhh~~~~kamyu jauh jauh amiit nyebutnyaaaa~” jawab Teddy dengan malu-malu kucing garong. ”kan aku beli di depan lapak sepatu gueeeee~~Di Brother Land yooow!” *barang tanah abang maksudnya XDD*&lt;br /&gt;Mulut Aee langsung ternganga lebar 5 jari. Mata melotot gak ngedip plus nafas sampe bunyi&lt;i&gt;ngrooookkk&lt;/i&gt; *oke,gw lebay lagi*&lt;br /&gt;Dan Aee langsung membuka retsleting celana Teddy secara paksa. Secara Teddy mikir bakal digrepe-grepe duluan sama Aee makanya dia pasrah udah ber-OH-AH-OH ria duluan. Ternyata tidak. Aee menggulung-gulung itu G-string sampe menggumpal,lalu memasukkannya langsung ke dalam underwear Teddy.&lt;br /&gt;”Noh,eat that!” Wanita itu langsung melengang keluar pintu meninggalkan Teddy yang udah keburu Ge-eR high duluan.XDDDDD&lt;br /&gt;”Itu..kayak sifat Sari Mumun...” Teddy baru menyadari itu sifat Sari Mumun yang keluar. Secara otomatis, Teddy mikir dalem-dalem ala detektif kacangan dengan satu kaki naek ke atas bangku yang tadi didudukin si aee dengan 5 jari kakinya yang serempak goyang kenan kiri. Cuping hidungnya juga kompak goyang kanan kiri. Telunjuknya ditancapkan ke ujung bibirnya. Mata merem melek. Tanda ia sedang BERPIKIR. *sumpah gak penting abis*&lt;br /&gt;”Kalo itu tadi Mumun, ngapain dia keluar kamar? Bukannya digrepe dikit aja udah buas,ya?” Teddy mulai garuk-garuk pantat. ”Kalo gitu,berarti dia ke kamar la-DUA PILIHAN! GAWAT! MUMUN KALO GAK CARI MANGSA KE KAMAR GD ATAU NGGAK SEUNGHYUN!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;======================================END===========================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*kabooooooooooooooorrrrrrrrrrrrr*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(71, 75, 78); font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; -webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px; font-size: 13px; font-style: italic; line-height: 18px; "&gt;Fiction ini telah dipostkan juga di &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; -webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px; font-size: 13px; font-style: italic; line-height: 18px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#009900;"&gt;&lt;a href="http://z6.invisionfree.com/BigBang_Indonesia/index.php?showtopic=4139&amp;amp;st=10"&gt;Bigbang Indonesia Forum&lt;/a&gt; &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(71, 75, 78); "&gt;oleh Wenz.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4836892725700449318-4838052800049264058?l=lookingforwenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/feeds/4838052800049264058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/2010/04/nc211s-jika-sari-mumun-datang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default/4838052800049264058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default/4838052800049264058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/2010/04/nc211s-jika-sari-mumun-datang.html' title='[NC21/1S] JIKA SARI MUMUN DATANG...'/><author><name>wenz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07797475595889909540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKrbjZFkiWE/SxUZXKpbY_I/AAAAAAAAAAM/sYrSj_8KUik/S220/jj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4836892725700449318.post-3010298907119568959</id><published>2009-12-02T06:17:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T06:23:21.096-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My fanfiction'/><title type='text'>[Preview] NC21++ JIKA SARI MUMUN DATANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-family: courier new;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JIKA SARI MUMUN DATANG...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Seluruh asap menghiasi heningnya malam. Keheningan malam tersebut membuat setiap orang berada di kawasan pergudangan Incheon itu tegang. Salah langkah satu saja dapat mengakibatkan nyawa melayang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;"Nona Aee, berdirilah."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;"Aku butuh bantuanmu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;"Aku akan mengubahmu." Dan seketika juga terlintas sebuah nama di kepalanya. Park Teddy. Orang itu akan membunuhku kalau dia tau aku mengubahnya. Tapi aku tidak punya banyak pilihan. Segera saja &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;kulakukan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 102);"&gt; padanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Bwahahahahahhahaa~~&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;ntar jadinya bakal kacau niihhh~~~ &gt;_&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4836892725700449318-3010298907119568959?l=lookingforwenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/feeds/3010298907119568959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/2009/12/preview-nc21-jika-sari-mumun-datang.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default/3010298907119568959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default/3010298907119568959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/2009/12/preview-nc21-jika-sari-mumun-datang.html' title='[Preview] NC21++ JIKA SARI MUMUN DATANG'/><author><name>wenz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07797475595889909540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKrbjZFkiWE/SxUZXKpbY_I/AAAAAAAAAAM/sYrSj_8KUik/S220/jj.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4836892725700449318.post-3900719079994266696</id><published>2009-12-02T05:09:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T05:17:56.531-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My fanfiction'/><title type='text'>[NC21/Straight] Do U Love Me? -Chapter 7-</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 15pt; line-height: 100%;"&gt;Chapie 7&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;,, ,,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;The hiding Love~&lt;br /&gt;::special bonus Nanz’s love story::&lt;br /&gt;*NC 21 alert*&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic;"&gt;*maap berubah jadi NC gini~hahahaha~~*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Kim RiRan POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hyaaa~~RiRan ah~~serius kau tidak kalah nih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugenggam erat-erat tirai jendela kelas. Kutatap tajam TaeHee yang mengatakan kata-kata yang terlarang dalam kamus hidupku. Terlihat ImEe menyenggol lengan TaeHee. Kulemparkan lagi pandangan keluar jendela. Ke arah dua orang yang sedang berjalan di lapangan sekolah. Dua orang yang akhir-akhir ini menyita perhatianku. Menjadi permainanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mereka berani bermain api denganku!” gumamku yang lebih tepatnya mendesis seperti ular berbisa. *lol~dari Fire langsung ke lagu Ular berbisa~hahahaha*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shin HyeRin... dia sudah mengibarkan bendera perang denganku. Lihat saja apa yang akan terjadi padamu. Aku akan membuatmu menyesal telah berani mendekati Jiyong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*maap jeng~pov mu cuma dikit ah dulu~wkwkwkk~~ BUGHH!!author kena tonjok lagi =____=*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;div align="center"&gt;♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Shin HyeRin POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;”Wow wow wow~~ada yang kambek nih!” celetuk Jiyeon yang membalikkan badannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Morning, Changmiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnn~~~~~” sapaku dengan memamerkan senyum terlebarku di depan Changmin. Changmin pura – pura takut ala Ghoosebump dan langsung tertawa setelahnya, ”Pagi juga, HyeRin ah~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heeiizzz~~~jangan pura-pura gak denger dehh~~ciyeee~~yang udah mesra lagi~~~” kata Jiyeon lagi yang memang tadi sengaja tidak kugubris karena pasti akan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAIKZ!! Dasar ember bocor!! Biasa aje nape!! Jiyong yang kali ini berdiri di samping mejaku dan Changmin, tersenyum mesam – mesem mendengar ocehan Jiyeon. Heizz~~muka konyolnya keluar lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Iya donk!! Kami kan pasangan Nobita dan Doraemon. Aku si lucu doraemon, dan HyeRin si bodoh Nobita~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”MWO!!!!!!!!!” kuinjak keras-keras kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hyaaaaaa~~~~~~awwwwww~~~sakiiiiittttt~~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba daesung dengan sigapnya menginjak kaki Jiyong yang satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”AWWWWWWWWWWWWWW!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!! JANGAN SAMAKAN DORAEMON KU YANG ADUHAY DENGAN MU!!!!” kata Daesung berapi-api dengan mulut manyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YAAA!!!!!KALIAN BERDUA MONSTER DARI PLANET MANA SIH!!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahahhaa~~~kalau melihat ekspresi Jiyong seperti itu rasanya tawaku mulai meledak. ”Daesung ah~” Kuulurkan telapak tanganku ke arahnya dan Daesung menyambut dengan berhigh-five ria denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jeez~kalian bersenang – senang di atas penderitaan orang lain~~~” kata Jiyong sambil berjaga- jaga takut ada serangan lagi dari aku dan daesung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Makanya~~kau kan yang babo!” Aku tertawa lepas. Sudah lama aku tidak tertawa seperti ini. Jiyeon, Changmin, Daesung, Yongbae, dan SeoHee juga ikut tertawa. Kulihat sejenak ke arah SeoHee. Dia menghadap ke arah kami. Apa dia sudah memaafkanku? Tiba-tiba Seohee tersenyum padaku. Ya, dia sudah memaafkanku. Kubalas senyumnya. Sebuah pagi yang bagus hari ini kurasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizzz~~~Daesung ah! Kau pilih aku atau Doraemon?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Doraemon.” Jawab Daesung cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong mendecak. Lalu tiba-tiba dia nyengir kuda. Membuat kami semua mengerutkan kening. Apa lagi yang akan diperbuat si babo ini~~ Jiyong ngacir ke pojokan kelas, ke bangku Hyejoon tepatnya. *aihhh~~author kepengen nongol ahh~~hahahhaa~~* Jiyong menarik lengan Hyejoon yang tadinya sedang menulis itu. *aihh~~aku ditarik mas jiyong~fufufu~&gt;.&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“YA!!Ada apa kau tarik-tarik lengan HyeJoonku!??!!!!” kata Daesung langsung panik melihat tangan Hyejoon langsung ditarik seperti itu. *author said: “gapapah mas jiyong~aku pasrah padamuuu~~BUGHHH!!! Author kena tonjok dobel di awal aje Y_Y*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jiyong ah!! Apa-apaan kau tarik-tarik lengan cewek seperti itu!!!” kata SeoHee sebagai pembela kaum hawa. LOL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yo Daesung ah! Sekarang kau pilih Doraemonmu yang aduhay apa pacarmu si Hyejoon?” *BUGHH!!!author kali ini nonjok Jiyong~BUGHH!author dikeroyok massa*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUBRAK!! ”YA!!Kwon Jiyong! Jahilmu keterlaluan!!” kubentak Jiyong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat ke arah Daesung. ”Heizz~~tentu saja kupilih Hyejoonku manis~Dia belahan dadakuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!!!!!!!!!!!!!!!” kata Daesung dengan melebarkan lengannya seperti minta dipeluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeJoon langsung melepas tangannya dari Jiyong dan kemudian saling berpelukan erat dengan Daesung. ”Ohh Daesung ahh~~cintakuuu~~~~~~Aku lope2 padamuuuuuuuuuuu~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh Hyejoonkuuuuuuuuuuu~~~~~~walau badai katrina menghadang aku tetap mencarimuuuuuuuuuuu~~~~~~~cup cup muah muaahh~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami semua langsung ternganga. Semua mulut terbuka lebar melihat adegan mereka berdua.HyeJoon seperti ini? HyeJoon yang kerjaannya yang selalu menulis di pojokan itu? HyeJoon yang bahkan tidak kusadari kehadirannya alias gak eksis? *author lempar batako ke muka Hyerin~PUAS LO??*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Omonaaa~~~Dia satu spesies dengan Daesung...” kata Jiyeon tak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bagaimana bisa daesung menemukan yang satu jalan pikiran dengannya...” sambung Seohee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalian benar-benar pasien rumah sakit jiwa...” kata Jiyong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HEIZZZZZZZZZ!!!!!!!! Kalian ini iri ya!!??!!!! Inilah namanya nikmat pacaran!” kata Daesung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIKMAT PACARAN??? Hoek!!! Bahasa planet daesung muncul!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA! BABO! Aku dengan TOP saja tidak sepertimu!” bentak Jiyeon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hyejoon berdiri di belakang Daesung seperti takut dengan Jiyeon. Melihatnya ingin membuatku mati tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jiyeon ah! Kau membuat Hyejoonku ketakutan! Tahun baru nanti seharusnya kau ganti muka mu lah~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gyaahahhahahahaa~~~~Daesung berhasil membuat Jiyeon mencak-mencak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz~~hyejoon ah~kau rusak begini karena Daesung, hah?” tanyaku bergurau pada Hyejoon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA! APA MAKSUDMU, HYERIN AH!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aniyoo~Daesung adalah oase dalam padang gurun hatiku.” jawab HyeJoon dengan suara pelan tipisnya. Mirip Daesung suaranya, sayangnya Daesung lebih cempreng dan serak-serak banjir bandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”NGEHH??? Oase di padang gurun???????????Emangnya hatimu Mesir ape???” protes Jiyong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ne ne ne~~” Daesung menggoyang-goyangkan telunjuknya. “Kalian tidak akan pernah mengerti jalan pikiran penulis hebat sepanjang abad seperti Park Hyejoonku yang tercinta.” *omona~~daesung aaahhh~~~cup cup muah muah darikuuu~~PLAK~digampol readers*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong berbisik di telingaku. “Ya gimana bisa! Jalan pikirnya aja udah berkelok-kelok gak mutu gitu!” *author said : ”heizzz~~chap ni kaenya jiyong sensi berat ma gw~ =__=”, jiyong said : ”lo sih che kaga bikin gw jadi pasangan lo!” PLAK~ditabok ageh*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah imajinasiku atau apa, kulihat telinga daesung bergoyang-goyang seperti radar. ”YA!!!Semua ini salah Jiyong karena telah menyeret Hyejoonku tercinta ke kumpulan kaum sesat!” tunjuk Daesung pada Jiyong. Jiyong yang tadinya berbisik denganku langsung ber-MWO-ria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jyeeaaaahhhhh~~~~Kayak kau tidak sesat saja!!” cibir Jiyeon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sudah sudah~~” kata Yongbae yang matanya juga hilang karena dari tadi banyak tertawa. Si penengah berbicara. LOL. ”Daesung ahh~kau tidak mojok dengan Hyejoon lagi?” kata Yongbae dengan muka polosnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hwe? Sebenarnya agak aneh pertanyaan Youngbae itu. Dia mau mendamaikan apa mau membuat kami mati terbahak-bahak lagi sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Daesung langsung membelalak di tengah garis matanya yang rapat.”O!! Benar juga! Sudah lama aku dengan Hyejoon tidak mojok lagi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kita mau mojok dimana,beib?” tanya Hyejoon yang membuatku tersedak air liurku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mmm~~” Daesung membisik di telinga Hyejoon. ”Gimana? Aku takut mereka mengganggu kau lagi,beib!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku setuju.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daesung langsung menarik lengan Hyejoon menjauh keluar kelas. Setelah itu kami semua menghela nafas lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku tidak menyangka Hyejoon seperti itu~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Baguslah, setidaknya si sipit fans berat doraemon itu tidak menyalurkan kegilaannya pada kita.” sambung SeoHee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hyaa~~kalian itu jangan terlalu kasar dengan mereka~~” lagi-lagi si pembawa bendera perdamaian kembali berbicara. Hahahahhaa, Youngbae maksudku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eh?Ngomong-ngomong TOP kemana?Kok batang hidungnya gak kelihatan dari tadi?” tanya Jiyong pada Jiyeon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyeon langsung cemberut. ”Gara-gara kakaknya yang resek itu!” *hyaaaaaaaaa~~~~nan onniee~~~maaaappp~~~~wenche ngibrit*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nanz nuna?” tanya Jiyong matanya seakan-akan sepert Shinchan sedang bertemu kakak cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nanz? Dia bukannya wanita yang baik,kan?” akhirnya Changmin bersuara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh iya, aku lupa. Kau kan satu agency model dengan kakaknya TOP kan?” Akhirnya aku ingat Changmin kenal dengan Nanz. Yahh~~sama-sama MODEL. Yaikkzz~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”GAAAAHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!! BAIK DARI HONGKONG!!!! DIA MENGURUNG TOP KU DI RUMAH DAN MENJADIKANNYA BABU DADAKAN UNTUK DIA!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong adalah satu-satunya yang tertawa terpingkal-pingkal sampai memegang perutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!! Dasar bodoh!! Apanya yang lucu!!!!!” kata Jiyeon ketus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aigooo~~pasti gara-gara insiden marmut busung lapar waktu itu kan??Gyahahahhahahahahahahahaa~~~~~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah~kupikir itu karena Nanz sangat kangen dengan adiknya.” kata Changmin pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menoleh lagi ke Changmin. ”Heizz~~kau panggil Nan onnie tidak dengan embel-embel nuna?? Sebaiknya di Korea pakai sebutan itu. Kalau tidak, kau akan dianggap tidak sopan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Errrrrrrrrr~~~~kalau kangen kenapa tidak lampiaskan saja pada marmut busung laparnya!” gerutu Jiyeon lagi. Kemonyongan bibirnya bisa mencapai kelajuan 2 meter. LOL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hhahaha~~Jiyeon ah~itu kan hanya omong kosongnya TOP~” kata Jiyong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lalu dia tidak sekolah hari ini?” tanya ku pada Jiyeon yang masih cemberut dan tambah kesal melihat Jiyong yang tawanya semakin jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Molla. Aku harap hari ini dia masuk. Kalau tidak...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau ke rumahnya saja.” kata Youngbae kalem. Tapi kali ini pendapatnya dibantah oleh SeoHee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”APA KAU BILANG????MEMBIARKAN JIYEON MASUK KE RUMAH LAKI-LAKI GIGANTISME ITU?????” *astajim~~gw bener2 parah dah~~siap menerima amukan massa*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hwe? Kan ada Nan onnie.” jawab Youngbae yang kaget dengan reaksi Seohee nampaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”ANDWE!!! AWAS KALAU KALIAN MEMBERINYA SOLUSI YANG ANEH-ANEH LAGI!!!” SeoHee mencak-mencak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyeon nampak mengerutkan keningnya. Hahaha, aku tau dia sedang memikirkan ide dari Youngbae itu. Sementara Youngbae dan SeoHee tetap adu pendapat. Aku tersenyum. Kami berkumpul lagi. Entah sudah lama aku tidak merasakan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau banyak tersenyum pagi ini.” kata Changmin pelan di sampingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terperangah dan menoleh ke arah Changmin. Changmin tersenyum padaku. ”Ah, itu perasaanmu saja. Habisnya hari ini banyak yang menggila!Hehehehehe~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Seorang wanita memang paling manis kalau sedang tersenyum.” kata Changmin lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tau mengapa. Biasanya aku akan mencak-mencak kalau sedang di situasi ini. Tapi kalau Changmin yang berkata seperti itu, nampaknya dia berbeda mengatakannya. Seperti dari dalam hati. Memikirkannya membuat pipiku merona. Panas pipiku! ARRGHHHHH!! ANDWE!! Apa-apaan sih kau, Hyerin??!!!! *author said : ”iye noh~changmin cuma becanda kaleee~~hahahaha~~” Hyerin siap menyembelih author*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahahhaa~kau menaruh banyak pemerah pipi di pipimu? Aku baru tau~~” goda Changmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz~~terus saja kau meledekku! Aku sedang tidak mood memakimu hari ini.” Cibirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Baguslah. Aku selamat dari serangan monster buas hari ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja aku mau menjitaknya, tiba-tiba terdengar ringtone ponsel milik Jiyong.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; nah me-me-me-me-me-me-me-chigo shippuh&lt;br /&gt;duh bbahlee dee-dee-dee-dee-dee-dee-deedigo shippuh&lt;br /&gt;juh nohpeun building wheeroh juh poohreun hahneulwheeroh&lt;br /&gt;keuhgeh soh-ree-ree-ree-ree-ree-ree-reechigo shippuh &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hwe? Sejak kapan Jiyong mengganti ringtone nya? Bukannya lagu Always ya biasanya? *a/n : ringtone Jiyong yang Always ada di chapter 4.* Terlihat Jiyong mengeluarkan ponsel dari sakunya. Lalu menilik layar ponselnya. Ada SMS masuk sepertinya. Raut wajah Jiyong yang tadinya cerah karena banyak tertawa, tiba-tiba berubah jadi datar. Sms dari siapa? Apa yang dia baca?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Jiyong melirik ke arah depan kelas. Aku mengikuti arah pandangnya. Ya, aku tau itu. Bangku Kim RiRan. Kim RiRan, pacar Kwon Jiyong. Aku hampir melupakan fakta itu. Aku yakin 100% yang dibacanya adalah SMS dari RiRan. Tapi apa yang dikatakannya sampai Jiyong berubah mood seperti ini? Alis Jiyong berkerut. Sinar matanya terpancar kegelisahan. Apa RiRan memintanya jangan bergaul dengan kami lagi dan nempel lagi dengannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mata Jiyong bertemu pandang denganku. Mulut ini rasanya tidak berani hanya bertanya dua kata, ’ada apa’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku permisi sebentar.” Jiyong meminta ijin padaku karena yang lain sedang sibuk dengan obrolannya masing-masing. Ia langsung berlari keluar kelas. Aku ingin menahannya, tapi tidak bisa. Aku mematung. Dan kusesali diriku yang tidak bisa menarik lengannya sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dia membuatmu menderita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Changmin di sampingku. Aku tidak menggubrisnya. Rasa ini membuatku menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, jangan biarkan aku menangis di saat bersamaan aku baru merasakan kebahagiaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sender : My sweet RiRan&lt;br /&gt;+6856240039xx&lt;br /&gt;Subject : Dear, Ji&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kenapa saat ini aku ingin bunuh diri?&lt;br /&gt;Apa aku terlalu merasa kehilanganmu?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heizz!!!Apa sih yang dipikirkannya!!! Jangan bilang dia mau mencoba bunuh diri! Tapi dia dimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hey, kau lihat Kim RiRan?” kutanya ke dua orang murid perempuan yang sedang mengobrol di pojok kelas. Mereka menggeleng. Tak bosan, aku bertanya ke yang lain. Tapi tetap mereka serentak menggeleng tidak ada yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kucari ke seluruh kelas. Dan begitu kubuka ruang musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oops!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAKS!!!! Daesung dan Hyejoon sedang berciuman. *aaahhh~senangnya adegan daejoon diperbanyak~~hahahaha~jiyong,lo mao ikutan cipokan kaga?lol*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”EEEEEEEEHHHHHHHHH??????? KAU!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah, si sesat?” *LOL* timpal Hyejoon dengan tampang polos dan malu. Heizz~~kurasa memang si autis Daesung yang mengajarinya memanggilku dengan kata-kata sesat! Sialan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku sedang tidak berminat mengerjai mereka atau apapun. Tujuanku hanya mencari RiRan. Buru-buru kututup pintu ruang musik yang berbahaya itu. Huffhh~~Ani, bukan waktunya bernafas lega. Kembali ke tujuan awal! Aku berjalan lagi mengelilingi setiap lorong kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah, TaeHee sshi!ImEE sshi!” Secercah harapan muncul begitu kulihat TaeHee dan ImEe sedang keluar dari toilet cewek. Ku dekati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh, kau. Ada apa?” tanya TaeHee datar. Sebenarnya aku kurang suka dengan mereka. Tapi ya mau bagaimana lagi. Mereka teman pacarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalian melihat RiRan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau masih mencarinya?” tanya ImEe sinis padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dia kekasihku, wajar kalau aku mencarinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh. Kukira kau sudah mencampakkannya dan bermain dengan cewek kumuh itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Cewek kumuh?” Maksudnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, si HyeRin itu! Ah, sudahlah! Aku tidak akan membiarkan RiRan disakiti olehmu. Ayo, TaeHee, kita tinggalkan dia!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Chankamanyo!” Kutahan lengan ImEe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wae? Mau memohon-mohon padaku supaya aku memberitau dimana RiRan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa ini ganjarannya aku mengabaikannya waktu itu. Pikiranku sudan kacau. Aku mengkhawatirkan RiRan. Aku sangat mengkhawatirkannya. Apa aku harus memohon kepada mereka untuk bisa menemui RiRan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutekuk lututku. ”Ya, aku memohon pada kalian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imee menatap tajam padaku. Aku tidak tau apa ini akan berhasil atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tolong beritau dimana RiRan sekarang...Aku mencemaskannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau akan memberitaunya?” tanya Taehee pada ImEe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudengar helaan nafas ImEe. Aku tidak melihat wajahnya karena aku berlutut sambil menunduk. ”Baiklah. Dia di atap sekolah. Aku dan TaeHee tidak bisa mendekatinya. Cepatlah kesana, aku takut dia berpikiran macam-macam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mau buang-buang waktu lagi, kakiku langsung berlari sekuat tenaga menuju atap gedung sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[AuthorNuKece POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;”Yoboseo, RiRan ah~dia sedang menuju ke tempatmu. Bersiap-siaplah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ImEe menutup flap ponselnya. Ia kembali menghela nafas panjang. ”TaeHee ah~kau merasakan hal yang sama denganku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TaeHee menatap lurus ke depan. Ia memasukkan tangannya ke saku jas seragamnya. Lalu mengangguk. ”Aku juga merasa kasihan padanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, kurasa RiRan salah mempermainkan orang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau aku menemukan seseorang yang rela berlutut pada orang lain demi kekasihnya, aku akan pertahankan orang itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ImEe dan TaeHee menatap ke arah tangga darurat yang terletak di ujung lorong, tempat Jiyong tadi berlari kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi kurasa tidak ada gunanya kita melawan RiRan.” kata TaeHee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ImEe mengangkat bahunya. ”Entahlah. Dari awal aku hanya mengincar TOP. Hanya dia alasanku.” *yaolohh~~ntop laris manis euyy~~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi kudengar TOP hari ini tidak masuk?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ImEe mengangguk lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hyaaa~~kau tidak bersemangat begini karena TOP tidak masuk ya~CK! Dasar kau! Memangnya kau tau kenapa dia tidak masuk? Dia sakit?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Molla~semoga saja dia tidak apa-apa. Aku akan sangat depresi kalau dia sakit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TaeHee menepuk-nepuk bahu temannya sejak kecil itu. ”YA! Kau harus semangat!!! Bagaimana kalau kau ke rumahnya saja nanti? Dengan begitu kan kau bakal tau nantinya seperti apa keadaan TOP sekarang! Ottohke?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ImEe terlihat berpikir sejenak. ”Tapi aku mungkin akan diusirnya. Kau kan tau dia sepertinya membenci kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yah...kan siapa tau dengan begitu dia akan mencoba mengenalmu. Kita tidak tau kalau tidak mencobanya,kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mungkin iya, gomawo atas saranmu, TaeHee ah~” ImEe tersenyum manis pada TaeHee.&lt;br /&gt;TaeHee merangkul ImEe. ”Mwo? Ngomong apa kau ini? Uri chinguyeyo,right?” *halah,sok iye dah bahasa gw*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”KIM RIRAN!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriak Jiyong begitu sampai di atap gedung sekolah. Nafasnya terengah-engah karena dari tadi dia berlari-lari menaiki tangga, hingga bahkan hampir jatuh saking terburu-burunya. Ia semakin panik melihat RiRan yang sedang berdiri di pinggir dan melongokkan kepalanya menatap kosong ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”RiRan ah~Ada apa denganmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan tidak menggubris panggilan Jiyong. Ia tetap menatap kosong ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong berlari kecil mendekat ke RiRan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jangan mendekat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Waeyo, jaegi ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wae? Kau masih bertanya kenapa?Hahaha!!!” RiRan tertawa pahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong semakin sedih melihat RiRan seperti itu. ”RiRan ah~mianata~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Untuk apa? Setelah kau meninggalkanku, kau bersamanya. Apa itu sudah membuatmu bosan sekarang,hah???” RiRan mulai menitikkan air mata. Ucapannya terdengar bercampur emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak. Tidak seperti itu. Aku mencintaimu, RiRan ah~Sungguh!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau berkata seperti itu, siapa yang bisa melihat isi otakmu! Aku tidak mau kau sakiti lagi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maaf...” Jiyong kembali berlutut. Entah berapa kali ia berlutut, ia merasa sanggup melakukannya demi RiRan. ”Aku tidak tau harus berkata apa lagi padamu. Aku hanya ingin meminta maaf padamu dan kembali lagi padamu. Kau mau menerimaku kembali?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riran menatap Jiyong yang sedang berlutut padanya. Lalu ia berjongkok. Menyamakan tingginya dengan Jiyong yang sedang berlutut.”Kau janji tidak akan meninggalkanku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nde, yaksog!” jawab Jiyong, sinar matanya melembut pada RiRan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa kau...akan mempercayaiku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nde, yaksog!” Jiyong tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan... antara aku dan HyeRin, siapa yang akan kau pilih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong mengerutkan keningnya. Ia tentu bingung dengan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ara! Kau tentu menyayanginya!Baiklah jangan temui ak-” RiRan beranjak berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku akan memilihmu.” kata Jiyong cepat seraya menarik lengan RiRan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan terdiam. Ia menatap wajah Jiyong lekat-lekat. ”Jeongmal?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaksog!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya RiRan tersenyum. Membuat Jiyong kini bernafas lega. Kemudian Jiyong merentangkan kedua lengannya meminta pelukan dari RiRan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz!!! Kau mau langsung main peluk-peluk saja? CK!” Tiba-tiba tubuh RiRan dipeluk oleh Jiyong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[RiRan POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hwe? Jiyong berlutut padaku? Ah, jangan terpengaruh! Bocah ini hanya alat balas dendamku. Baiklah, aku akan bermain lagi. Let ur mind alive,RiRan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berjongkok. Kulihat wajah Jiyong yang kurasa memang dia bersungguh-sungguh melakukannya. ”Kau janji tidak akan meninggalkanku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nde, yaksog!” Jiyong menjawab cepat. Seperti anak kecil yang ditanya apa mau diberi permen. Menarik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus membuatnya makin terjerat padaku. *bujuddd~bahasa lo neng ah!* ”Apa kau... akan mempercayaiku?” Karena aku akan melepas topengku di depan HyeRin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nde, yaksog!” Jiyong tersenyum. GOOD!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya pertanyaan yang akan membutuhkan nyali nya. ”Dan... antara aku dan HyeRin, siapa yang akan kau pilih?” Kalau dia memilih HyeRin, aku tidak akan segan – segan merusaknya sekaligus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan...well...dia nampaknya bingung. Frustrated? Dahinya saja berkerut-kerut begitu! Logika saja lah, bagaimana bisa pacarmu memikirkan untuk membagi hatinya pada orang lain di depan dirimu sendiri! Baiklah,aku akan memancingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ara! Kau tentu menyayanginya!Baiklah jangan temui ak-” Aku pura-pura berdiri dan GOTCHA!! Dia menyelaku! Jiyong sudah terperangkap!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku akan memilihmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GOOD JOB, KIM RIRAN!!! *anti fans riran kembali beraksi~ampuuuuunn~~~* Dan yang terutama sekarang adalah aktingku. HA-HA-HA. Tidak sia-sia waktu itu amma memasukkanku ke dalam theater milik temannya saat aku grade 6 elementary school. Kupasang tampang shock binti ternganga. Oke, seakan aku tidak percaya dengan keajaiban kata cinta yang tadi ucapkannya. Hoeks! Memikirkannya saja membuatku muntah! ”Jeongmal?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaksog!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupasang salah satu koleksi senyum termanisku. *cih~XD* Dan tiba-tiba dia merentangkan tangannya. Minta kupeluk? Nyeh nyeh nyeh~~apa sih yang dipikirkan bocah ini!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz!!! Kau mau langsung main peluk-peluk saja? CK!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaikzz!!! Oh hell damiit! He really hugs me!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku akan selalu menyayangimu, my little Ran...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEGG!&lt;br /&gt;Hwe?&lt;br /&gt;Little Ran katanya?&lt;br /&gt;Li-little… Ran?&lt;br /&gt;Oppa?&lt;br /&gt;Tidak, jangan samakan dia dengan oppa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Author POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;”HyeRin ah~kau mau pulang bareng denganku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin yang sedang melamun tidak menyadari Changmin yang berbicara padanya. Tangannya menopang kepalanya,antara sadar atau tidak sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changmin menarik tangan HyeRin yang sedang menopang itu. BUGH! Kontan dagunya jatuh membentur meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”AWWW!!!!! YA!! BABO!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hhahahaha~gitu dong~” Changmin cengengesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Heizz” HyeRin mengusap-usap dagunya. “SAKIT, GILA!!” Ucap HyeRin sangar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahhahaa~~mian mian~abisnya kau melamun sih~jadi enak deh ngisengin nya~hehehhee~ Mau bantu ku-elus dagunya?” tawar Changmin menggoda HyeRin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!! Kuberitau ke depan publik kalau kau seperti ini! Heizz!” ancam HyeRin seraya mengelus-elus dagunya. Ia melempar pandangan ke sekeliling. ”MWO????? Kok udah sepi???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau benar-benar melamun atau tidur dengan mata terbuka sih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eh? Emangnya apa bedanya melamun dengan tidur mata terbuka?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz~~ya pokoknya kau dari tadi seperti itu lah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin menggaruk-garuk kepalanya. Berarti sepanjang pelajaran dia melamun seperti tadi? ”O? Bagaimana aku bisa lolos dari pelajaran Mr. Sang Ryul?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changmin mengangkat bahunya. “Kubilang kau sedang terserang sindrom wanita PMS!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”MWORAGO??????????!!!!!!!!” Tinju HyeRin mendarat di lengan Changmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”AW!! Appeuda~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Rasakan!” HyeRin tersenyum penuh kemenangan. Lalu kembali hening lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa yang kau pikirkan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin menatap mata Changmin. Dia bingung bagaimana menceritakannya. Otaknya memang tidak berfungsi sejak tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hhhh~~ I guess it must be Jiyong,right?” kata Changmin cuek seraya memasukkan headset yang tadi menggantung di lehernya ke dalam tas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin tetap mematung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaisshh! Lebih baik kau bereskan buku-bukumu yang berserakan dari pada ketergantungan memandangi wajahku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, HyeRin suka dengan sifat Changmin seperti ini. Dia tidak akan memaksa kalau HyeRin memang tidak ingin menceritakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku tidak suka Jiyong dekat-dekat dengan RiRan.” akhirnya HyeRin mau membuka suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changmin menghentikan kegiatan beres-beresnya. Kelasnya sudah tidak ada orang lagi. Hanya beberapa murid yang sedang berlalu-lalang di lorong kelas. Jadi mereka bisa nyaman mengobrol. Ia menaikkan alisnya. ”Lalu? Sejauh kau tidak berniat membunuhnya, it’s okay.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin mengalihkan pandangannya. Matanya menatap kosong keluar jendela. ”Aku kesepian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ada teman-temanmu. Ada aku. Lalu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau tidak tau bagaimana perasaanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changmin menghela nafas berat. ”Apa itu suatu kritik bagiku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dia sudah kuanggap keluarga sendiri semenjak aku tinggal sendiri disini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh.” Changmin hanya bisa mengatupkan mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin kembali menatap jari-jarinya yang saling bertaut di atas meja. ”Apa menurutmu dia bisa menyukaiku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changmin mengacak rambut HyeRin dan tertawa sekilas. ”Kalau aku jadi Jiyong, aku akan memilihmu. Aku tidak suka dengan perempuan yang seperti itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Seperti itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changmin mengangkat bahunya. ”Molla. Aku hanya tidak suka auranya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aura?” *author said :”aura kasih???”*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, aura.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin mengerutkan keningnya. Lalu terlihat relax kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau sudah tenang sekarang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin tersenyum. ”Mungkin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Baguslah. Seorang wanita memang paling manis kalau sedang tersenyum.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau tidak kehabisan kata kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahahaha~Waeyo?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Abisnya kau selalu bilang kayak gitu!” HyeRin meninju lengan Changmin yang kokoh. *bangunaaan kalee kokoh boo~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah ya, kalau kau mau cerita padaku, beritau aku saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Haayyyaaahh~~pede sekali anda~~hahahhaa~~bercanda~~siap siap,,nanti aku akan beritau padamu. Tapi bisanya hanya di sekolah saja. Aku kan nggak punya ponsel.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz~~kau benar-benar miskin ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jitakan HyeRin mendarat di kening Changmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahahhaa~ya sudah, aku akan beri kartu namaku. Siapa tau kau membutuhkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”OH.MI.GAT. Hati-hati~kau kan model, siapa tau aku punya niat jahat dengan kartu namamu!” goda HyeRin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh ya? Datang ke apartemenku? Meneleponku? Tidak masalah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aigoooo~~sadar gak sih kau berkata seperti itu betapa kesepiannya dirimu nampaknya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, memang aku juga hanya punya kalian dan Nanz di sini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu juga HyeRin merasa bersalah karena omongannya tadi yang begitu memojokkan Changmin tentang kesepiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;div align="center"&gt;♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”SEUNGHYUN SAYAAANGG~~~jangan lenjeh gitu ah~~~&lt;333” kata Nanz setengah teriak dari jauh berkacak pinggang yang memang dasarnya terlihat seperti bergaya ala model. *wakz*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP membungkuk seraya mengambil nafas. Tangannya sudah penuh dengan kantong belanjaan milik kakak semata wayangnya yang disayanginya sekaligus dihindarinya karena selalu membuatnya kewalahan. Berbagai merek ternama dari satu butik ke butik lainnya. Tidak ada fashion store yang terlewatkan oleh mata lentik Nan. TOP sudah dari pagi menemani Nan berbelanja di salah satu mall mewah terkemuka di Seoul. Ralat, bukan menemani, tepatnya menjadi kacung menurut TOP sendiri. Bagaimana tidak, dari awal dia hanya disuruh membawa kantong belanjaan dan mengikutinya kemana pun kaki jenjang Nanz melangkah. Kalau tidak, dia akan mengamuk. Dan yang paling TOP takutkan kalau kakaknya itu sedang marah padanya adalah mengancamnya dengan apa saja hal yang dihindari TOP. Apa saja. Nan seakan punya seribu pengetahuan tentang hal yang dibenci adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan berjalan menghentak-hentakkan kakinya, terlihat manja. Hampir semua mata laki-laki memandangnya kagum. ”Choi Seunghyun! Kenapa diam saja!!???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP menegakkan tubuhnya berusaha menyeimbangkan badannya dengan beban di kedua tangannya. ”Aku lelah,tau!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaissshh!! Kau ini namja bukan sih?!! Masa segitu saja udah K.O!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!! Lagipula kau gak kira-kira apa suruh aku membawa kantong belanjaan sebanyak ini!! Tanganku pegal daritadi gak istirahat!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan memanyunkan bibirnya. Matanya menyipit pada TOP. ”Begitu katamu? Bagaimana kalau aku bilang pada pacarmu kalau kau punya kebiasaan mengupil sambil melepas boxermu saat mengigau pada si Jiyeon itu??!!!” *OW OW~~TABI KETAUAAANN~~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP makin kesal. Kalau bukan kakaknya yang sedang dihadapinya, mungkin dia sudah memaki-maki sesuka hati. ”Yaisshh! ARA!ARA!!!! KAU PUAS???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika wajah Nan berubah cerah. Senyumnya melebar ala senyum Pepsodent. ”Nah~that’s how we doing it~~” kata Nan menepuk-nepuk pundak TOP. ”Okay, let’s do this again.” ia menggamit lengan TOP kembali berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah TOP kembali suram. Lagi-lagi mendatangi setiap butik. Dari yang penting sampai yang tidak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Seunghyun sayang~~~Menurutmu aku pantasnya pakai topi yang mana untuk dress merah yang kubeli tadi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP bergeming diam. Malas menjawab pertanyaan yang menurutnya tidak penting dan hanya menghabiskan kalorinya yang terkuras hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan kesal dengan sikap TOP. ”HEY, COWOK TUKANG NGUPIL SAAT NGIGAU!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Errrrr... Beginilah yang membuat TOP lemah iman di depan kakaknya. *author ketawa ngakak~omona tabi ya~~sabar sabar ya nak~~* ”YA! Aku bahkan gak tau yang mana dress merah yang tadi kau beli!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hhh~~pilih sekarang atau aku teriak sekarang!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Iya iya yang hitam cocok!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan mengambil black hat yang dipajang tepat di depannya. ”Yang hitam?” Ia lama menimang-nimang topi itu, memikirkannya. ”Ah, yang marun sepertinya lebih bagus. Aku beli yang marun saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau kau tau itu lebih bagus kenapa malah tanya padaku sih!!” #%$%@$%$%$&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hehehehee~~biar kau tidak diam saja, ah. Kan bisa gaswat kalau seunghyun sayangku nanti dikira manequin toko~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Cepat kau bayar dan tentukan kita akan kemana lagi.” sambung TOP tidak menghiraukan gurauan kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;I'm so hot~~na neomu yepeoyo&lt;br /&gt;I'm so fine~~na neomu maeryeokeesseo&lt;br /&gt;I'm so cool~~na neomu motjyeo&lt;br /&gt;I'm so so so hot hot&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ponsel Nan berdering dari tas tangan Gucci silvernya. Langkah Nan seketika itu juga tiba-tiba terhenti dan terlihat rahangnya mengeras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lama berdering tak diangkat, malah berdiam diri saja membelakanginya membuat TOP kesal dengan bunyi nyaring ringtone ponsel tersebut. “Yaishh~kau mau pamer ringtone mu padaku,hah! Ppali angkat sana!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan membalikkan badannya menghadap ke TOP. “Kau saja.” Ia merogoh tasnya itu dan mengeluarkan Samsung Anycall putihnya. Tangan Nan menyodorkan ponsel itu ke arah TOP. ”Kau saja sana yang angkat. Aku gak minat!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP menaikkan alis tebalnya yang seksi itu *LOL*. Ia heran dengan sikap nunanya yang agak aneh. Tidak biasanya dia judes yang seperti ini. ”Mwo? Kok aku? Itu kan ponselmu! Mana kenal aku siapa yang meneleponmu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau tak mau?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya iyalah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Fine.” Nan mengangkat bahunya berusaha bersikap cuek. Lalu ia berjalan ke sudut ruangan sambil masih menggenggam ponsel yang terus berdering nyaring itu, kemudian melemparnya ke tempat sampah kecil yang ada di sudut ruangan tersebut. ”Beres. Aku bayar ke kasir dulu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP membelalakkan matanya. Mata karismatik yang sanggup membuat sejuta wanita mimisan kudis bila ditatapnya itu hampir keluar *oke,author lebay nya kumat* melihat kelakuan nunanya barusan. Ada apa sih dengannya,batin TOP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP dengan malas- malasan mendekati tempat sampah tadi dan melongokkan kepalanya terlebih dahulu. ”Heisshh! Ada apa sih dengannya?? Main buang-buang handphone aja! Dia kira dia anaknya Bill Gates apa!!!” TOP berniat untuk mengambil ponsel itu. Untungnya itu adalah tempat sampah kering yang hanya berisikan kertas – kertas struk belanja saja. TOP memungutnya dan kemudian terkejut melihat nama siapa yang tertera di layar ponsel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi setelah ini kita akan kemana lagi? Ke butik teman-”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”MAKAN!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahahhahaa~~aigooo~~seunghyun sayangku tidak berubah ah~masih menggemaskan~~nanti aku akan menyuapimu yakk~” kata Nan cengengesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP diam saja. Pikirannya sudah ada satu hal. Jadi ia tidak begitu menggubris kalimat nunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eyh~kau mau kusuapi nih jadinya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Errrr~~~TOP berusaha menahan iman xD. ”Pokoknya makan di rumah aja. Hari ini cukup sampai disini acara belanjanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh, oke oke, seunghyun my honey. Aku juga capek.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menuju basement dan naik mobil Nissan Sky Line milik Nan. Tapi tentu saja TOP yang harus membawanya. Kan dia jadi babu dadakan~XDDDD *author gendeng* TOP melajukan mobil dengan kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hey, nih ponselmu.” tiba-tiba satu tangan TOP menyodorkan sebuah ponsel yang sangat familiar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan yang tadinya memandang keluar jendela, langsung menoleh cepat ke arah TOP yang sedang mengemudi. Walau musik Get Up-I’m coming milik Rain feat Ciara mendentum keras di speaker mobil Nan yang sangat memekakan telinga, tapi Nan tau apa yang dibicarakan TOP. Ponsel itu yang tadi dibuang oleh Nan di butik terakhir mereka kunjungi. Nan kaget ternyata TOP memungutnya. ”WHAT!!!ARE U KIDDIN’ ME!!?! ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP mengecilkan volume musik playernya. ”Aku merasa kau hanya menghindari panggilan telepon dari manajermu, bukannya tidak butuh ponsel ini lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan menarik nafasnya. ”Aku benci padamu! Kau tau apa! Aku tidak butuh ponsel ini lagi!” Ia memencet tombol open untuk membuka kaca jendela di sebelahnya. Tapi TOP lebih dulu merebut ponsel itu dari tangannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku tau semuanya. Kau ke Korea bukan hanya untuk mengunjungiku atau mengantarkan si model itu kan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hey, CHOI SEUNGHYUN! Kau ini mulai kurang ajar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP sebenarnya mulai bergidik ngeri dengan nunanya. Ia tidak pernah menghadapi nunanya yang murka seperti ini. Tapi ia merasa apa yang ia lakukan benar. ”Kau ingin bertemu dengan yang nyanyi di lagu ini sekarang kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan parahnya, ketika suasana sedang mencekam karena perdebatan sengit antara keduanya, lagu di player tersebut sudah ganti next menjadi lagu Honey milik Park Jin Young. Xddd *ooohh honeeeeyyyyy~~~eeemmmmuuaaaahhhh~~~~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz~maksudku sebelum lagu ini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau salah. Kau sok tau!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Benarkah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”We’ll see if you change ur words~” TOP mengeluarkan senyuman maut dengan tatapan ganas binti mencurigakan. *lagi2 author kumat lebaynya*&lt;br /&gt;&lt;i&gt;I’m gonna be bad boy~&lt;br /&gt;I’m gonna be bad bad boy~&lt;br /&gt;I’m gonna be bad bad boy~&lt;br /&gt;I’m gonna be bad bad boy~ &lt;/i&gt; *yaoloh maapin dah aye cuma apal liriknya segonoh doangan xDDD*&lt;br /&gt;Nan langsung terkejut. Matanya yang bulat lebar lentik itu seakan tidak bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa? Ringtone si pacar ya?Hahahhaaha~~angkat sana gih~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini sms, seunghyun..” #%##@$%@$&amp;amp;@!%(^%*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh?SMS yak?Hahahaha~~mian mian salah~abisnya mana kutahu ringtone buat sms mana yang buat telepon! Eniwey baswey, dia sms apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan memberanikan diri memencet tombol-tombol ponselnya. Ia menutup mulutnya dengan telapak tangannya, tak percaya apa yang telah dia baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hehehhee~~ottohke ottohke?Kau senang kaaaann???” Gantian sekarang TOP yang cengengesan pada nunanya tanda kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau yang merencanakan semuanya ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP mengerling nakal pada nunanya. *masaoloh~author deg2an nulisnye aje* Nan menggaplok TOP dengan tas Gucci nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!!KAU MAU MATI SEBELUM BERTEMU DENGAN PACARMU???!!!AKU SEDANG MENYETIR!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahahahhaa~~~kau cowok kesayangankuuuuu~~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaissshh~~kalau aku cowok kesayanganmu, biar kusuruh pulang itu JiHoon hyung!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YAAA!!!KAU-”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sudah cukup, kita sudah sampai rumah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pintu pagar automatic *ajiipp~rumah ntop gituuuuhhh* milik kediaman Choi Kajok *BWAHAHAHAHAHAHAA* terbuka, walau mobilnya belum masuk ke halaman rumah mereka yang luas, ia sudah bisa melihat sebuah mobil Porsche black milik seseorang yang amat dikenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya ya ya aku tau kau mau langsung turun walaupun mobil ini masih berjalan kan. Tapi tahanlah sebentar nafsumu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa begitu lama TOP memparkirkan mobil mewah milik nunanya itu. Begitu sudah rapi, ia langsung membuak pintu di sampingnya. Dan lari begitu saja. Tapi merasa TOP tidak mengikutinya, ia membalikkan badannya. ”Kau tidak ikut ke dalam?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA! Kau mau aku jadi kambing conge antara kau dengan hyung,hah!! Yang benar saja!!” *kata nan onnie mah : ”bertiga gw juge mao” LMAO*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan masuk lagi ke dalam mobilnya. Ia memandang adiknya dengan tatapan berseri-seri. ”Seunghyun, gomapta. For all.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP tersenyum. ”Asal kau tidak rusakkan tempat tidur saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA! Jangan bicara macam-macam!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua tertawa. “Ya sudahlah, dia menunggumu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan mengecup kening TOP. Dan terakhir mencubit pipi TOP keras-keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“GAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan langsung ngibrit kabur dari situ sebelum TOP berubah dari white angel menjadi hejo-hejo THE HULK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Nan’s POV]&lt;/b&gt; *hahhahaa~lempar batako ke nan onnie~akhirnya onnie ada POV jugaaa~~hahahaha~~kaboooorrrrrrrrrrrrr*&lt;br /&gt;Aku melirik ke belakang sedikit. Melihat mobil Nissanku dibawa pergi oleh Seunghyun. Heizz~~anak itu sudah membuatku jantungan hari ini. Dan kuharap ia mengembalikan mobil baruku itu tanpa goresan sedikitpun. Ah! He doesn’t has driving lesson yet!! Yaikz!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa itu kau?” sebuah suara dari balik pintu yang belum dibuka ini. Aku mengenal suaranya. Aku sangat kenal. Aku merindukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku mematung. Kakiku tak bisa digerakkan. Nafasku tertahan. Kudengar kenop pintu yang berbunyi, pintu itu dibuka dari dalam. Aku menguatkan hatiku. Wajahnya seperti apa? Aku hanya melihatnya dari beritanya di internet, aku rindu padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang laki-laki berperawakan tinggi tegap, muncul dari balik pintu. Laki-laki itu bermata sipit dan sayu. Memakai kaos berbahan woll warna putih agak longgar melapisi badannya yang kekar. Wajah yang bisa kau temukan di media cetak manapun. Jung Ji Hoon yang terkenal dengan stage name Rain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nana!” JiHoon langsung memeluk tubuhku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau...” Jujur aku tak kuasa mengucapkan sepatah katapun. Rasanya tenggorokanku terkunci rapat untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba JiHoon menarik tanganku masuk ke dalam rumah dan menutup pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau masih marah padaku?” Pikiranku menerawang kembali ke beberapa bulan lalu. JiHoon yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku...tidak tau aku marah padamu atau apa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nana...Aku merindukanmu.” JiHoon menaruh telapak tangan kanannya ke pipi Nan dan mengelusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau tau betapa aku cemas padamu??!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mianata~Aku ingin ke tempatmu,tapi pekerjaanku menuntut lebih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau tau berapa banyak aku memutar lagumu hanya untuk mendengar suaramu?? Kau tau betapa sulitnya aku bernafas melihat berita-beritamu!!??!! Kau tau be-”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ssshhtt...” JiHoon menempelkan telunjuknya ke bibir Nan. ”Mulai hari ini aku akan menebus semuanya. Kita akan bersama. Aku akan mempublikasikan hubungan kita. Aku akan menentang pendapat Tae Jun.” Ya, taejun sang manajer JiHoon menentang hubungan kami dipublikasikan dan membuatku dengan JiHoon tidak bisa berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba bibir JiHoon mendarat di bibirku. *nyuhuuu~~~sebagai pembukaan , author dan daesung nari2 Rainism XDDD* Ia menciumku dengan gerakan lembut. Memaksa bibirku untuk membuka. Aku pasrah dengannya. Aku memang menginginkan ini. Aku benar-benar mencintainya. Kubuka mulutku menerima ciumannya. JiHoon menelusuri lidahku dengan lembut dan basah. Kudekatkan tubuhku dengan tubuhnya sehingga kami seperti menyatu. JiHoon mulai menelusuri leherku. Mengecapnya berulang kali sehingga membuatku mendesah. Sementara tangan JiHoon menelusuri punggungku yang tertutup kaosku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kamarmu di atas, sayang?” tanya JiHoon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ne, JiHoon ah~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;JiHoon menggotong tubuhku seperti seorang pangeran yang menggendong permaisyurinya *hoek~haahhahaa* Ia tetap tidak melepaskan ciumannya dari bibirku. *yaoloh~gimana cara~~* Kulingkarkan erat-erat tanganku ke leher belakang JiHoon. JiHoon membuka pintu kamar tersebut dan langsung membaringkanku di atas ranjang.&lt;br /&gt;Kami melanjutkan saling mencium dengan nafas yang menderu. Tiba-tiba JiHoon melepaskan ciuman itu dan berdiri, ia tersenyum lebar. Dalam sekejap, seluruh kancing bajuku sudah dilepasnya dan terlucuti dari tubuhnya. JiHoon juga segera melepas bra hitamku dan melemparnya ke ujung ranjang. Aku hanya bisa tersipu malu saat pandangan kekasihku ini tak lepas dari dadaku yang sintal. Pipiku merona merah. Dua gundukan yang membuat JiHoon ON FIRE!! YEAH!!lol&lt;br /&gt;Perlahan JiHoon sendiri membuka bajunya dan tinggalah celana boxernya yang masih melindungi pahanya. Segera ia timpa tubuh mungilku dan menyanggah tangannya pada kasur agar berat tubuhnya tak sepenuhnya menimpaku yang sibuk menggeliat di kasur tersebut. Perlahan ia sentuhkan bibir merahnya pada kening, mata, hidung dan mulutku. Ia membuka lebar-lebar mulutku agar lidahnya dapat bermain bebas di sana. Tak lama, ia turunkan ciumannya hingga leher dan dada. Akhirnya desahan keras pertama keluar juga dari mulutku, disusul desahan-desahan berikutnya saat mulutnya mulai menciumi kedua ujung gundukan coklat di dadaku. Ia menggigitnya pelan dan membuatku terus mengerang nikmat.&lt;br /&gt;”JiHoon ah~~geli~~~” desahku yang kurasa semakin membuat semangat 288535 JiHoon. Terlihat dari keringat JiHoon yang mengucur semakin deras.&lt;br /&gt;JiHoon meremas gundukan payudara yang kiri sementara ia terus mengulum gundukan payudaraku yang kanan.&lt;br /&gt;”I love you, Nana~” JiHoon bergumam sambil menjilati perutku dan terus ke bawah. Aku ingin membalas kata-kata cintanya, tapi adrenalinku sedang tidak karuan. Aku menggeliat ke kanan kiri ranjang tapi pinggangku terus dipegang erat oleh JiHoon. Tidak lupa tangannya berpindah pada rok mini jeans yang masih kupakai dan menurunkannya perlahan. Kemudian membuka underwear hitamku yang sepasang dengan bra renda-rendanya tadi *lol* JiHoon sangat gesit. Dan matanya membelalak seakan bertemu dengan sayuran segar di pasar *author gendeng stadium akhir*.&lt;br /&gt;”Nan, aku...”&lt;br /&gt;Bagaikan telepati, aku seperti sudah mengetahui pikiran JiHoon, kekasihku. Kuanganggukkan kepalaku lemah. ”Gwenchana~” jawabku sembari kuelus dada bidang JiHoon yang kekar.&lt;br /&gt;Bagaikan singa buas, JiHoon semakin liar dan gencar memainkan lidahnya di Miss V milikku, sementara tangannya memijat-miat betisku. LOL. Ditekannya perlahan dengan lidah itu dan mendecakkannya. Terkadang ia menggerayangi selangkanganku dan membuatku kegelian. Ia memasukkan kedua jarinya langsung ke dalamnya dan langsung disambut dengan jeritan histerisku yang spontan.&lt;br /&gt;”Arrgghh... sakit JiHoon ah~”&lt;br /&gt;”Sebentar lagi ya,beib~” Dia sekarang memasukkan tiga jari sekaligus ke dalamku. Semakin sakit. Mungkin sekarang sudah kemerahan. Dan kulihat memang tangan JiHoon ada bercak darah.&lt;br /&gt;”Aku senang ini pertama kalinya bagi kita berdua masing-masing.” JiHoon masih melaksanakan hand job nya dengan sempurna sementara aku semakin histeris sampai ia memasukkan empat jari sekaligus.&lt;br /&gt;”AAARRGHHHHHH....”&lt;br /&gt;JiHoon menarik tangannya kembali dan menciumi bibirku kembali. ”Maafkan aku, honey~” *ASTAJIM!! Dapet berapa panggilan sayang sih,onnie?*&lt;br /&gt;”Apa boleh gantian?”&lt;br /&gt;Tanpa persetujuan lagi, kutarik boxer tweety JiHoon xD beserta dalamannya. Saat aku memegang junior JiHoon, tiba-tiba...&lt;br /&gt;&lt;i&gt; Rain is coming down through the roof top&lt;br /&gt;tto biga naerinda modeungeol jeoksshinda&lt;br /&gt;Rain is coming down and it won’t stop&lt;br /&gt;neomuna tteugeoptta meomchujil anneunda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Kulirik JiHoon dengan malas-malasan.&lt;br /&gt;”Angkat dulu~aku akan menunggu~”&lt;br /&gt;Dan entah ide dari mana aku melompat merogoh saku rok miniku. Dan mengambilnya lalu tetap mengelus-elus junior JiHoon.&lt;br /&gt;”Oh...ah...dari siapa, cinta?”&lt;br /&gt;”Seunghyun.” *wakz~si ntop ngeganggu acara penting aje dah~* Kutekan tombol Yes dengan tangan kiriku dan yang satunya memakai untuk hal tadi.&lt;br /&gt;”Yoboseo?” dengan suaraku lemah.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”YA!!Ketauan ya!!!!Awas aja kalau kau buat rumah berantakan~”&lt;/i&gt; Kulirik sekitar. Beran- OMONA!!!AKU BARU SADAR! INI KAMAR SEUNGHYUN! JIHOON SALAH KAMAR MEMBOPONGKU!!&lt;br /&gt;JiHoon mengerang halus menahan suara. Lalu mengisyaratkan aku untuk menaikinya langsung.&lt;br /&gt;”Se-seunghyun ahhh~~Mian~~”&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Pokoknya awas aja kalo sampai kau berantaki sampai ke kamarku! AH TIDAK! Aku tidak ingin kalian bermain di kamarku.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Dan pada saat junior JiHoon itu masuk ke dalamku, menyatu bersamaku secara perlahan-lahan,aku menjerit.&lt;br /&gt;”AAARRGGHHHH~~~”&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Heizz~~aku makin frustasi meneleponmu nih!Sudah deh ah!”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;”SUDAH TERLANJUUURR AAHHH SUNGHYUUN AHH~~” lol&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”MWO!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Dan yang kudengar hanyalah suara Seunghyun seperti orang ngerap. *%$&amp;amp;^#%@#^ entah dia ngomong apa, aku hanya mengerang nikmat sana sini. Dan ketika aku terkulai lemas dengan basah dimana-mana, kuambrukkan diriku ke dada JiHoon. Kutempelkan lagi ponsel tadi ke telingaku yang bebas satunya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”...SAMPAI ADA BAU-BAU, AKU AKAN MENGUTUKMU! KAU AKAN KUTENDANG JAUH, JANGAN HAR...”&lt;/i&gt; Heiizz~~~mianata Seunghyun ah~~aku lelah sekali...Dan aku terlelap dengan belaian JiHoon.&lt;br /&gt;”Saranghaeyo, Choi Nana.” bisikan itulah yang terakhir kudengar di telingaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Kim RiRan’s POV]&lt;br /&gt;[Flasback yu ah~]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Kim Ri Ran~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eunhyuk oppa~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau lapar?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ani~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, kalau kau lapar, bilang pada oppa ya~nanti oppa belikan makanan, oppa suapin~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hwe?Aku kan bukan anak kecil lagi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu mengacak-acak rambutku. Aku memang masih kecil. Tapi aku tidak mau oppa mengatakannya seperti itu padaku. “Oppa~~katakan aku wanita yang cantik!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oppa tertawa. Aku mencerna tawanya. Khas sekali. Rasanya aku juga ingin ikut terbahak-bahak melihat wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kim RiRan. My Little Ran… Adalah wanita yang cantik. Kau puas, Little Ran?” Ya, dia menggodaku. Aku hanya bisa tertawa karenanya. Aku ingin bersama oppaku yang satu ini. Oppa yang satu-satunya peduli padaku. Bahkan orang tuaku pun saja tidak peduli padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oppa janji akan menikahi ku?” Ya, aku Kim RiRan, 10 tahun, ingin memantapkan diriku pada oppa. Seorang Eunhyuk oppa yang pertama kali kukenal saat aku bermain sendiri di taman dekat rumah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oppa lagi-lagi tertawa. Ia membungkukkan badannya ke arahku. Wajahnya berhadapan pas sejajar dekat dengan ujung hidungku. ”Ya, aku akan menikahimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oppa, pagi ini kita akan bersepeda berkeliling komplek lagi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oppa terlihat sangat aneh. Eunhyuk oppa yang biasanya sangat ceria, berisik sampai-sampai membuat telingaku ternguing-nguing karena selalu berbicara di telingaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oppa kenapa? Apa aku ada salah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah? Gwenchana, Little Ran~aku hanya memikirkan sesuatu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa aku boleh tau?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sebaiknya jangan, nanti oppa akan memakanmu kalau kau tau! Hahahhhaa~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah hari itu, oppa menghilang. Apa yang terjadi dengan oppa selanjutnya, aku tidak tau menahu. Informasi yang selalu mudah kudapatkan untuk mencari seseorang, bahkan tidak berfungsi baginya. Aku sama sekali sedikitpun tidak mengetahui keberadaannya. Ya, aku marah padanya. Eunhyuk oppa yang berjanji akan menikahiku.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[FLASHBACK END]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong meremas tanganku. Membangunkanku dari lamunan-atau lebih tepatnya bayangan- 8 tahun yang lalu. Yang kukira selama ini bisa kulupakan. Kulirik sekitarku. VIP cafe hari ini tidak begitu ramai, mungkin karena kami datang siang-siang. *a/n : VIP cafe ini pernah muncul di chapter 2*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau tidak seperti biasanya. Ada apa, sayang?” Jiyong menempelkan hidungnya ke pipiku. Terkadang mengecup pipiku atau menggesekkan ujung hidungnya ke pipiku. Entah kenapa hari ini aku tidak begitu memusingkan Jiyong yang menempelkan badannya padaku. Mungkin karena aku yang sekarang sedang galau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku hanya tidak enak badan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong mempererat rangkulannya mengitari pinggangku. ”Mianata.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wae?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku yang membuatmu seperti ini...” Jiyong menghela nafas, bisa kurasakan menembus kulitku. *I got yuuuuuu~under my skin~lol~author digaplok merusak suasana* Membuatku sedikit nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Berhentilah menyalahkan dirimu.” Kurasa memang sikapku ini membuatnya salah pengertian. Hey, sejak kapan aku memikirkannya seperti ini! Ahh!!! Aku benar-benar sedang kacau! Ada apa sih dengan diriku??? Masih mengharapkan Eunhyuk oppa kembali?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau seperti sedang memikirkan sesuatu. Ada apa? Apa aku menyusahkanmu lagi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupandang wajah Jiyong. Ia terlihat cemas. Memikirkanku? Ah, tidak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hhh~benar kan~~” Jiyong menggaruk-garuk kepalanya dan melonggarkan rangkulannya dari pinggangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aniyo~~Aku benar sedang tidak enak badan. Membuat pikiranku sedikit kacau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Begitu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengangguk lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Fiuuuhh~~syukurlah~~” Jiyong tersenyum lega dan hangat padaku. Aku jadi semakin nyaman melihatnya. ”Makanlah~apa perlu kusuapi?” Jiyong mencium pelupuk mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEG! Kata-kata itu. Membuatku terperangah. Kembali terulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jiyong ah~bolehkah aku bersandar di dadamu?” Kurasa aku tidak melihatnya mengangguk atau apa lagi, karena aku langsung menaruh kepalaku di dada Jiyong. Eunhyuk oppa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jiyong....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara itu aku kenal. Kudongakkan kepalaku, menengadah. Benar, Shin HyeRin. Bersama si model, Shim Changmin. Seketika itu juga aku merasa ingin mengerjainya. Mengganggu waktuku. Dan kenapa sampai seorang model juga harus berdekatan dengan si kumuh ini! Membuatku semakin tambah badmood!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HyeRin ah~~” kudengar Jiyong menyebut namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspresi HyeRin yang terkejut seraya menutup mulutnya memberikanku sebuah ide cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================TBC===============&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 15pt; line-height: 100%;"&gt;Chapie 7&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;,, ,,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;The hiding Love~&lt;br /&gt;::special bonus Nanz’s love story::&lt;br /&gt;*NC 21 alert*&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Kim RiRan POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hyaaa~~RiRan ah~~serius kau tidak kalah nih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugenggam erat-erat tirai jendela kelas. Kutatap tajam TaeHee yang mengatakan kata-kata yang terlarang dalam kamus hidupku. Terlihat ImEe menyenggol lengan TaeHee. Kulemparkan lagi pandangan keluar jendela. Ke arah dua orang yang sedang berjalan di lapangan sekolah. Dua orang yang akhir-akhir ini menyita perhatianku. Menjadi permainanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mereka berani bermain api denganku!” gumamku yang lebih tepatnya mendesis seperti ular berbisa. *lol~dari Fire langsung ke lagu Ular berbisa~hahahaha*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shin HyeRin... dia sudah mengibarkan bendera perang denganku. Lihat saja apa yang akan terjadi padamu. Aku akan membuatmu menyesal telah berani mendekati Jiyong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*maap jeng~pov mu cuma dikit ah dulu~wkwkwkk~~ BUGHH!!author kena tonjok lagi =____=*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;div align="center"&gt;♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Shin HyeRin POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;”Wow wow wow~~ada yang kambek nih!” celetuk Jiyeon yang membalikkan badannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Morning, Changmiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnn~~~~~” sapaku dengan memamerkan senyum terlebarku di depan Changmin. Changmin pura – pura takut ala Ghoosebump dan langsung tertawa setelahnya, ”Pagi juga, HyeRin ah~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heeiizzz~~~jangan pura-pura gak denger dehh~~ciyeee~~yang udah mesra lagi~~~” kata Jiyeon lagi yang memang tadi sengaja tidak kugubris karena pasti akan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAIKZ!! Dasar ember bocor!! Biasa aje nape!! Jiyong yang kali ini berdiri di samping mejaku dan Changmin, tersenyum mesam – mesem mendengar ocehan Jiyeon. Heizz~~muka konyolnya keluar lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Iya donk!! Kami kan pasangan Nobita dan Doraemon. Aku si lucu doraemon, dan HyeRin si bodoh Nobita~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”MWO!!!!!!!!!” kuinjak keras-keras kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hyaaaaaa~~~~~~awwwwww~~~sakiiiiittttt~~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba daesung dengan sigapnya menginjak kaki Jiyong yang satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”AWWWWWWWWWWWWWW!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!! JANGAN SAMAKAN DORAEMON KU YANG ADUHAY DENGAN MU!!!!” kata Daesung berapi-api dengan mulut manyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YAAA!!!!!KALIAN BERDUA MONSTER DARI PLANET MANA SIH!!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahahhaa~~~kalau melihat ekspresi Jiyong seperti itu rasanya tawaku mulai meledak. ”Daesung ah~” Kuulurkan telapak tanganku ke arahnya dan Daesung menyambut dengan berhigh-five ria denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jeez~kalian bersenang – senang di atas penderitaan orang lain~~~” kata Jiyong sambil berjaga- jaga takut ada serangan lagi dari aku dan daesung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Makanya~~kau kan yang babo!” Aku tertawa lepas. Sudah lama aku tidak tertawa seperti ini. Jiyeon, Changmin, Daesung, Yongbae, dan SeoHee juga ikut tertawa. Kulihat sejenak ke arah SeoHee. Dia menghadap ke arah kami. Apa dia sudah memaafkanku? Tiba-tiba Seohee tersenyum padaku. Ya, dia sudah memaafkanku. Kubalas senyumnya. Sebuah pagi yang bagus hari ini kurasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizzz~~~Daesung ah! Kau pilih aku atau Doraemon?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Doraemon.” Jawab Daesung cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong mendecak. Lalu tiba-tiba dia nyengir kuda. Membuat kami semua mengerutkan kening. Apa lagi yang akan diperbuat si babo ini~~ Jiyong ngacir ke pojokan kelas, ke bangku Hyejoon tepatnya. *aihhh~~author kepengen nongol ahh~~hahahhaa~~* Jiyong menarik lengan Hyejoon yang tadinya sedang menulis itu. *aihh~~aku ditarik mas jiyong~fufufu~&gt;.&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“YA!!Ada apa kau tarik-tarik lengan HyeJoonku!??!!!!” kata Daesung langsung panik melihat tangan Hyejoon langsung ditarik seperti itu. *author said: “gapapah mas jiyong~aku pasrah padamuuu~~BUGHHH!!! Author kena tonjok dobel di awal aje Y_Y*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jiyong ah!! Apa-apaan kau tarik-tarik lengan cewek seperti itu!!!” kata SeoHee sebagai pembela kaum hawa. LOL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yo Daesung ah! Sekarang kau pilih Doraemonmu yang aduhay apa pacarmu si Hyejoon?” *BUGHH!!!author kali ini nonjok Jiyong~BUGHH!author dikeroyok massa*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUBRAK!! ”YA!!Kwon Jiyong! Jahilmu keterlaluan!!” kubentak Jiyong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat ke arah Daesung. ”Heizz~~tentu saja kupilih Hyejoonku manis~Dia belahan dadakuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!!!!!!!!!!!!!!!” kata Daesung dengan melebarkan lengannya seperti minta dipeluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeJoon langsung melepas tangannya dari Jiyong dan kemudian saling berpelukan erat dengan Daesung. ”Ohh Daesung ahh~~cintakuuu~~~~~~Aku lope2 padamuuuuuuuuuuu~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh Hyejoonkuuuuuuuuuuu~~~~~~walau badai katrina menghadang aku tetap mencarimuuuuuuuuuuu~~~~~~~cup cup muah muaahh~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami semua langsung ternganga. Semua mulut terbuka lebar melihat adegan mereka berdua.HyeJoon seperti ini? HyeJoon yang kerjaannya yang selalu menulis di pojokan itu? HyeJoon yang bahkan tidak kusadari kehadirannya alias gak eksis? *author lempar batako ke muka Hyerin~PUAS LO??*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Omonaaa~~~Dia satu spesies dengan Daesung...” kata Jiyeon tak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bagaimana bisa daesung menemukan yang satu jalan pikiran dengannya...” sambung Seohee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalian benar-benar pasien rumah sakit jiwa...” kata Jiyong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HEIZZZZZZZZZ!!!!!!!! Kalian ini iri ya!!??!!!! Inilah namanya nikmat pacaran!” kata Daesung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIKMAT PACARAN??? Hoek!!! Bahasa planet daesung muncul!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA! BABO! Aku dengan TOP saja tidak sepertimu!” bentak Jiyeon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hyejoon berdiri di belakang Daesung seperti takut dengan Jiyeon. Melihatnya ingin membuatku mati tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jiyeon ah! Kau membuat Hyejoonku ketakutan! Tahun baru nanti seharusnya kau ganti muka mu lah~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gyaahahhahahahaa~~~~Daesung berhasil membuat Jiyeon mencak-mencak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz~~hyejoon ah~kau rusak begini karena Daesung, hah?” tanyaku bergurau pada Hyejoon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA! APA MAKSUDMU, HYERIN AH!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aniyoo~Daesung adalah oase dalam padang gurun hatiku.” jawab HyeJoon dengan suara pelan tipisnya. Mirip Daesung suaranya, sayangnya Daesung lebih cempreng dan serak-serak banjir bandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”NGEHH??? Oase di padang gurun???????????Emangnya hatimu Mesir ape???” protes Jiyong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ne ne ne~~” Daesung menggoyang-goyangkan telunjuknya. “Kalian tidak akan pernah mengerti jalan pikiran penulis hebat sepanjang abad seperti Park Hyejoonku yang tercinta.” *omona~~daesung aaahhh~~~cup cup muah muah darikuuu~~PLAK~digampol readers*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong berbisik di telingaku. “Ya gimana bisa! Jalan pikirnya aja udah berkelok-kelok gak mutu gitu!” *author said : ”heizzz~~chap ni kaenya jiyong sensi berat ma gw~ =__=”, jiyong said : ”lo sih che kaga bikin gw jadi pasangan lo!” PLAK~ditabok ageh*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah imajinasiku atau apa, kulihat telinga daesung bergoyang-goyang seperti radar. ”YA!!!Semua ini salah Jiyong karena telah menyeret Hyejoonku tercinta ke kumpulan kaum sesat!” tunjuk Daesung pada Jiyong. Jiyong yang tadinya berbisik denganku langsung ber-MWO-ria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jyeeaaaahhhhh~~~~Kayak kau tidak sesat saja!!” cibir Jiyeon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sudah sudah~~” kata Yongbae yang matanya juga hilang karena dari tadi banyak tertawa. Si penengah berbicara. LOL. ”Daesung ahh~kau tidak mojok dengan Hyejoon lagi?” kata Yongbae dengan muka polosnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hwe? Sebenarnya agak aneh pertanyaan Youngbae itu. Dia mau mendamaikan apa mau membuat kami mati terbahak-bahak lagi sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Daesung langsung membelalak di tengah garis matanya yang rapat.”O!! Benar juga! Sudah lama aku dengan Hyejoon tidak mojok lagi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kita mau mojok dimana,beib?” tanya Hyejoon yang membuatku tersedak air liurku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mmm~~” Daesung membisik di telinga Hyejoon. ”Gimana? Aku takut mereka mengganggu kau lagi,beib!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku setuju.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daesung langsung menarik lengan Hyejoon menjauh keluar kelas. Setelah itu kami semua menghela nafas lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku tidak menyangka Hyejoon seperti itu~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Baguslah, setidaknya si sipit fans berat doraemon itu tidak menyalurkan kegilaannya pada kita.” sambung SeoHee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hyaa~~kalian itu jangan terlalu kasar dengan mereka~~” lagi-lagi si pembawa bendera perdamaian kembali berbicara. Hahahahhaa, Youngbae maksudku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eh?Ngomong-ngomong TOP kemana?Kok batang hidungnya gak kelihatan dari tadi?” tanya Jiyong pada Jiyeon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyeon langsung cemberut. ”Gara-gara kakaknya yang resek itu!” *hyaaaaaaaaa~~~~nan onniee~~~maaaappp~~~~wenche ngibrit*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nanz nuna?” tanya Jiyong matanya seakan-akan sepert Shinchan sedang bertemu kakak cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nanz? Dia bukannya wanita yang baik,kan?” akhirnya Changmin bersuara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh iya, aku lupa. Kau kan satu agency model dengan kakaknya TOP kan?” Akhirnya aku ingat Changmin kenal dengan Nanz. Yahh~~sama-sama MODEL. Yaikkzz~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”GAAAAHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!! BAIK DARI HONGKONG!!!! DIA MENGURUNG TOP KU DI RUMAH DAN MENJADIKANNYA BABU DADAKAN UNTUK DIA!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong adalah satu-satunya yang tertawa terpingkal-pingkal sampai memegang perutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!! Dasar bodoh!! Apanya yang lucu!!!!!” kata Jiyeon ketus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aigooo~~pasti gara-gara insiden marmut busung lapar waktu itu kan??Gyahahahhahahahahahahahaa~~~~~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah~kupikir itu karena Nanz sangat kangen dengan adiknya.” kata Changmin pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menoleh lagi ke Changmin. ”Heizz~~kau panggil Nan onnie tidak dengan embel-embel nuna?? Sebaiknya di Korea pakai sebutan itu. Kalau tidak, kau akan dianggap tidak sopan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Errrrrrrrrr~~~~kalau kangen kenapa tidak lampiaskan saja pada marmut busung laparnya!” gerutu Jiyeon lagi. Kemonyongan bibirnya bisa mencapai kelajuan 2 meter. LOL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hhahaha~~Jiyeon ah~itu kan hanya omong kosongnya TOP~” kata Jiyong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lalu dia tidak sekolah hari ini?” tanya ku pada Jiyeon yang masih cemberut dan tambah kesal melihat Jiyong yang tawanya semakin jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Molla. Aku harap hari ini dia masuk. Kalau tidak...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau ke rumahnya saja.” kata Youngbae kalem. Tapi kali ini pendapatnya dibantah oleh SeoHee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”APA KAU BILANG????MEMBIARKAN JIYEON MASUK KE RUMAH LAKI-LAKI GIGANTISME ITU?????” *astajim~~gw bener2 parah dah~~siap menerima amukan massa*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hwe? Kan ada Nan onnie.” jawab Youngbae yang kaget dengan reaksi Seohee nampaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”ANDWE!!! AWAS KALAU KALIAN MEMBERINYA SOLUSI YANG ANEH-ANEH LAGI!!!” SeoHee mencak-mencak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyeon nampak mengerutkan keningnya. Hahaha, aku tau dia sedang memikirkan ide dari Youngbae itu. Sementara Youngbae dan SeoHee tetap adu pendapat. Aku tersenyum. Kami berkumpul lagi. Entah sudah lama aku tidak merasakan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau banyak tersenyum pagi ini.” kata Changmin pelan di sampingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terperangah dan menoleh ke arah Changmin. Changmin tersenyum padaku. ”Ah, itu perasaanmu saja. Habisnya hari ini banyak yang menggila!Hehehehehe~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Seorang wanita memang paling manis kalau sedang tersenyum.” kata Changmin lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tau mengapa. Biasanya aku akan mencak-mencak kalau sedang di situasi ini. Tapi kalau Changmin yang berkata seperti itu, nampaknya dia berbeda mengatakannya. Seperti dari dalam hati. Memikirkannya membuat pipiku merona. Panas pipiku! ARRGHHHHH!! ANDWE!! Apa-apaan sih kau, Hyerin??!!!! *author said : ”iye noh~changmin cuma becanda kaleee~~hahahaha~~” Hyerin siap menyembelih author*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahahhaa~kau menaruh banyak pemerah pipi di pipimu? Aku baru tau~~” goda Changmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz~~terus saja kau meledekku! Aku sedang tidak mood memakimu hari ini.” Cibirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Baguslah. Aku selamat dari serangan monster buas hari ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja aku mau menjitaknya, tiba-tiba terdengar ringtone ponsel milik Jiyong.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; nah me-me-me-me-me-me-me-chigo shippuh&lt;br /&gt;duh bbahlee dee-dee-dee-dee-dee-dee-deedigo shippuh&lt;br /&gt;juh nohpeun building wheeroh juh poohreun hahneulwheeroh&lt;br /&gt;keuhgeh soh-ree-ree-ree-ree-ree-ree-reechigo shippuh &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hwe? Sejak kapan Jiyong mengganti ringtone nya? Bukannya lagu Always ya biasanya? *a/n : ringtone Jiyong yang Always ada di chapter 4.* Terlihat Jiyong mengeluarkan ponsel dari sakunya. Lalu menilik layar ponselnya. Ada SMS masuk sepertinya. Raut wajah Jiyong yang tadinya cerah karena banyak tertawa, tiba-tiba berubah jadi datar. Sms dari siapa? Apa yang dia baca?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Jiyong melirik ke arah depan kelas. Aku mengikuti arah pandangnya. Ya, aku tau itu. Bangku Kim RiRan. Kim RiRan, pacar Kwon Jiyong. Aku hampir melupakan fakta itu. Aku yakin 100% yang dibacanya adalah SMS dari RiRan. Tapi apa yang dikatakannya sampai Jiyong berubah mood seperti ini? Alis Jiyong berkerut. Sinar matanya terpancar kegelisahan. Apa RiRan memintanya jangan bergaul dengan kami lagi dan nempel lagi dengannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mata Jiyong bertemu pandang denganku. Mulut ini rasanya tidak berani hanya bertanya dua kata, ’ada apa’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku permisi sebentar.” Jiyong meminta ijin padaku karena yang lain sedang sibuk dengan obrolannya masing-masing. Ia langsung berlari keluar kelas. Aku ingin menahannya, tapi tidak bisa. Aku mematung. Dan kusesali diriku yang tidak bisa menarik lengannya sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dia membuatmu menderita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Changmin di sampingku. Aku tidak menggubrisnya. Rasa ini membuatku menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, jangan biarkan aku menangis di saat bersamaan aku baru merasakan kebahagiaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sender : My sweet RiRan&lt;br /&gt;+6856240039xx&lt;br /&gt;Subject : Dear, Ji&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kenapa saat ini aku ingin bunuh diri?&lt;br /&gt;Apa aku terlalu merasa kehilanganmu?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heizz!!!Apa sih yang dipikirkannya!!! Jangan bilang dia mau mencoba bunuh diri! Tapi dia dimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hey, kau lihat Kim RiRan?” kutanya ke dua orang murid perempuan yang sedang mengobrol di pojok kelas. Mereka menggeleng. Tak bosan, aku bertanya ke yang lain. Tapi tetap mereka serentak menggeleng tidak ada yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kucari ke seluruh kelas. Dan begitu kubuka ruang musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oops!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAKS!!!! Daesung dan Hyejoon sedang berciuman. *aaahhh~senangnya adegan daejoon diperbanyak~~hahahaha~jiyong,lo mao ikutan cipokan kaga?lol*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”EEEEEEEEHHHHHHHHH??????? KAU!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah, si sesat?” *LOL* timpal Hyejoon dengan tampang polos dan malu. Heizz~~kurasa memang si autis Daesung yang mengajarinya memanggilku dengan kata-kata sesat! Sialan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku sedang tidak berminat mengerjai mereka atau apapun. Tujuanku hanya mencari RiRan. Buru-buru kututup pintu ruang musik yang berbahaya itu. Huffhh~~Ani, bukan waktunya bernafas lega. Kembali ke tujuan awal! Aku berjalan lagi mengelilingi setiap lorong kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah, TaeHee sshi!ImEE sshi!” Secercah harapan muncul begitu kulihat TaeHee dan ImEe sedang keluar dari toilet cewek. Ku dekati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh, kau. Ada apa?” tanya TaeHee datar. Sebenarnya aku kurang suka dengan mereka. Tapi ya mau bagaimana lagi. Mereka teman pacarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalian melihat RiRan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau masih mencarinya?” tanya ImEe sinis padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dia kekasihku, wajar kalau aku mencarinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh. Kukira kau sudah mencampakkannya dan bermain dengan cewek kumuh itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Cewek kumuh?” Maksudnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, si HyeRin itu! Ah, sudahlah! Aku tidak akan membiarkan RiRan disakiti olehmu. Ayo, TaeHee, kita tinggalkan dia!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Chankamanyo!” Kutahan lengan ImEe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wae? Mau memohon-mohon padaku supaya aku memberitau dimana RiRan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa ini ganjarannya aku mengabaikannya waktu itu. Pikiranku sudan kacau. Aku mengkhawatirkan RiRan. Aku sangat mengkhawatirkannya. Apa aku harus memohon kepada mereka untuk bisa menemui RiRan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutekuk lututku. ”Ya, aku memohon pada kalian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imee menatap tajam padaku. Aku tidak tau apa ini akan berhasil atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tolong beritau dimana RiRan sekarang...Aku mencemaskannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau akan memberitaunya?” tanya Taehee pada ImEe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudengar helaan nafas ImEe. Aku tidak melihat wajahnya karena aku berlutut sambil menunduk. ”Baiklah. Dia di atap sekolah. Aku dan TaeHee tidak bisa mendekatinya. Cepatlah kesana, aku takut dia berpikiran macam-macam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mau buang-buang waktu lagi, kakiku langsung berlari sekuat tenaga menuju atap gedung sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[AuthorNuKece POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;”Yoboseo, RiRan ah~dia sedang menuju ke tempatmu. Bersiap-siaplah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ImEe menutup flap ponselnya. Ia kembali menghela nafas panjang. ”TaeHee ah~kau merasakan hal yang sama denganku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TaeHee menatap lurus ke depan. Ia memasukkan tangannya ke saku jas seragamnya. Lalu mengangguk. ”Aku juga merasa kasihan padanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, kurasa RiRan salah mempermainkan orang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau aku menemukan seseorang yang rela berlutut pada orang lain demi kekasihnya, aku akan pertahankan orang itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ImEe dan TaeHee menatap ke arah tangga darurat yang terletak di ujung lorong, tempat Jiyong tadi berlari kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi kurasa tidak ada gunanya kita melawan RiRan.” kata TaeHee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ImEe mengangkat bahunya. ”Entahlah. Dari awal aku hanya mengincar TOP. Hanya dia alasanku.” *yaolohh~~ntop laris manis euyy~~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi kudengar TOP hari ini tidak masuk?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ImEe mengangguk lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hyaaa~~kau tidak bersemangat begini karena TOP tidak masuk ya~CK! Dasar kau! Memangnya kau tau kenapa dia tidak masuk? Dia sakit?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Molla~semoga saja dia tidak apa-apa. Aku akan sangat depresi kalau dia sakit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TaeHee menepuk-nepuk bahu temannya sejak kecil itu. ”YA! Kau harus semangat!!! Bagaimana kalau kau ke rumahnya saja nanti? Dengan begitu kan kau bakal tau nantinya seperti apa keadaan TOP sekarang! Ottohke?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ImEe terlihat berpikir sejenak. ”Tapi aku mungkin akan diusirnya. Kau kan tau dia sepertinya membenci kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yah...kan siapa tau dengan begitu dia akan mencoba mengenalmu. Kita tidak tau kalau tidak mencobanya,kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mungkin iya, gomawo atas saranmu, TaeHee ah~” ImEe tersenyum manis pada TaeHee.&lt;br /&gt;TaeHee merangkul ImEe. ”Mwo? Ngomong apa kau ini? Uri chinguyeyo,right?” *halah,sok iye dah bahasa gw*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”KIM RIRAN!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriak Jiyong begitu sampai di atap gedung sekolah. Nafasnya terengah-engah karena dari tadi dia berlari-lari menaiki tangga, hingga bahkan hampir jatuh saking terburu-burunya. Ia semakin panik melihat RiRan yang sedang berdiri di pinggir dan melongokkan kepalanya menatap kosong ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”RiRan ah~Ada apa denganmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan tidak menggubris panggilan Jiyong. Ia tetap menatap kosong ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong berlari kecil mendekat ke RiRan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jangan mendekat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Waeyo, jaegi ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wae? Kau masih bertanya kenapa?Hahaha!!!” RiRan tertawa pahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong semakin sedih melihat RiRan seperti itu. ”RiRan ah~mianata~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Untuk apa? Setelah kau meninggalkanku, kau bersamanya. Apa itu sudah membuatmu bosan sekarang,hah???” RiRan mulai menitikkan air mata. Ucapannya terdengar bercampur emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak. Tidak seperti itu. Aku mencintaimu, RiRan ah~Sungguh!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau berkata seperti itu, siapa yang bisa melihat isi otakmu! Aku tidak mau kau sakiti lagi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maaf...” Jiyong kembali berlutut. Entah berapa kali ia berlutut, ia merasa sanggup melakukannya demi RiRan. ”Aku tidak tau harus berkata apa lagi padamu. Aku hanya ingin meminta maaf padamu dan kembali lagi padamu. Kau mau menerimaku kembali?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riran menatap Jiyong yang sedang berlutut padanya. Lalu ia berjongkok. Menyamakan tingginya dengan Jiyong yang sedang berlutut.”Kau janji tidak akan meninggalkanku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nde, yaksog!” jawab Jiyong, sinar matanya melembut pada RiRan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa kau...akan mempercayaiku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nde, yaksog!” Jiyong tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan... antara aku dan HyeRin, siapa yang akan kau pilih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong mengerutkan keningnya. Ia tentu bingung dengan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ara! Kau tentu menyayanginya!Baiklah jangan temui ak-” RiRan beranjak berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku akan memilihmu.” kata Jiyong cepat seraya menarik lengan RiRan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan terdiam. Ia menatap wajah Jiyong lekat-lekat. ”Jeongmal?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaksog!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya RiRan tersenyum. Membuat Jiyong kini bernafas lega. Kemudian Jiyong merentangkan kedua lengannya meminta pelukan dari RiRan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz!!! Kau mau langsung main peluk-peluk saja? CK!” Tiba-tiba tubuh RiRan dipeluk oleh Jiyong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[RiRan POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hwe? Jiyong berlutut padaku? Ah, jangan terpengaruh! Bocah ini hanya alat balas dendamku. Baiklah, aku akan bermain lagi. Let ur mind alive,RiRan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berjongkok. Kulihat wajah Jiyong yang kurasa memang dia bersungguh-sungguh melakukannya. ”Kau janji tidak akan meninggalkanku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nde, yaksog!” Jiyong menjawab cepat. Seperti anak kecil yang ditanya apa mau diberi permen. Menarik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus membuatnya makin terjerat padaku. *bujuddd~bahasa lo neng ah!* ”Apa kau... akan mempercayaiku?” Karena aku akan melepas topengku di depan HyeRin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nde, yaksog!” Jiyong tersenyum. GOOD!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya pertanyaan yang akan membutuhkan nyali nya. ”Dan... antara aku dan HyeRin, siapa yang akan kau pilih?” Kalau dia memilih HyeRin, aku tidak akan segan – segan merusaknya sekaligus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan...well...dia nampaknya bingung. Frustrated? Dahinya saja berkerut-kerut begitu! Logika saja lah, bagaimana bisa pacarmu memikirkan untuk membagi hatinya pada orang lain di depan dirimu sendiri! Baiklah,aku akan memancingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ara! Kau tentu menyayanginya!Baiklah jangan temui ak-” Aku pura-pura berdiri dan GOTCHA!! Dia menyelaku! Jiyong sudah terperangkap!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku akan memilihmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GOOD JOB, KIM RIRAN!!! *anti fans riran kembali beraksi~ampuuuuunn~~~* Dan yang terutama sekarang adalah aktingku. HA-HA-HA. Tidak sia-sia waktu itu amma memasukkanku ke dalam theater milik temannya saat aku grade 6 elementary school. Kupasang tampang shock binti ternganga. Oke, seakan aku tidak percaya dengan keajaiban kata cinta yang tadi ucapkannya. Hoeks! Memikirkannya saja membuatku muntah! ”Jeongmal?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaksog!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupasang salah satu koleksi senyum termanisku. *cih~XD* Dan tiba-tiba dia merentangkan tangannya. Minta kupeluk? Nyeh nyeh nyeh~~apa sih yang dipikirkan bocah ini!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz!!! Kau mau langsung main peluk-peluk saja? CK!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaikzz!!! Oh hell damiit! He really hugs me!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku akan selalu menyayangimu, my little Ran...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEGG!&lt;br /&gt;Hwe?&lt;br /&gt;Little Ran katanya?&lt;br /&gt;Li-little… Ran?&lt;br /&gt;Oppa?&lt;br /&gt;Tidak, jangan samakan dia dengan oppa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Author POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;”HyeRin ah~kau mau pulang bareng denganku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin yang sedang melamun tidak menyadari Changmin yang berbicara padanya. Tangannya menopang kepalanya,antara sadar atau tidak sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changmin menarik tangan HyeRin yang sedang menopang itu. BUGH! Kontan dagunya jatuh membentur meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”AWWW!!!!! YA!! BABO!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hhahahaha~gitu dong~” Changmin cengengesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Heizz” HyeRin mengusap-usap dagunya. “SAKIT, GILA!!” Ucap HyeRin sangar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahhahaa~~mian mian~abisnya kau melamun sih~jadi enak deh ngisengin nya~hehehhee~ Mau bantu ku-elus dagunya?” tawar Changmin menggoda HyeRin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!! Kuberitau ke depan publik kalau kau seperti ini! Heizz!” ancam HyeRin seraya mengelus-elus dagunya. Ia melempar pandangan ke sekeliling. ”MWO????? Kok udah sepi???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau benar-benar melamun atau tidur dengan mata terbuka sih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eh? Emangnya apa bedanya melamun dengan tidur mata terbuka?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz~~ya pokoknya kau dari tadi seperti itu lah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin menggaruk-garuk kepalanya. Berarti sepanjang pelajaran dia melamun seperti tadi? ”O? Bagaimana aku bisa lolos dari pelajaran Mr. Sang Ryul?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changmin mengangkat bahunya. “Kubilang kau sedang terserang sindrom wanita PMS!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”MWORAGO??????????!!!!!!!!” Tinju HyeRin mendarat di lengan Changmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”AW!! Appeuda~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Rasakan!” HyeRin tersenyum penuh kemenangan. Lalu kembali hening lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa yang kau pikirkan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin menatap mata Changmin. Dia bingung bagaimana menceritakannya. Otaknya memang tidak berfungsi sejak tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hhhh~~ I guess it must be Jiyong,right?” kata Changmin cuek seraya memasukkan headset yang tadi menggantung di lehernya ke dalam tas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin tetap mematung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaisshh! Lebih baik kau bereskan buku-bukumu yang berserakan dari pada ketergantungan memandangi wajahku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, HyeRin suka dengan sifat Changmin seperti ini. Dia tidak akan memaksa kalau HyeRin memang tidak ingin menceritakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku tidak suka Jiyong dekat-dekat dengan RiRan.” akhirnya HyeRin mau membuka suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changmin menghentikan kegiatan beres-beresnya. Kelasnya sudah tidak ada orang lagi. Hanya beberapa murid yang sedang berlalu-lalang di lorong kelas. Jadi mereka bisa nyaman mengobrol. Ia menaikkan alisnya. ”Lalu? Sejauh kau tidak berniat membunuhnya, it’s okay.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin mengalihkan pandangannya. Matanya menatap kosong keluar jendela. ”Aku kesepian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ada teman-temanmu. Ada aku. Lalu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau tidak tau bagaimana perasaanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changmin menghela nafas berat. ”Apa itu suatu kritik bagiku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dia sudah kuanggap keluarga sendiri semenjak aku tinggal sendiri disini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh.” Changmin hanya bisa mengatupkan mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin kembali menatap jari-jarinya yang saling bertaut di atas meja. ”Apa menurutmu dia bisa menyukaiku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changmin mengacak rambut HyeRin dan tertawa sekilas. ”Kalau aku jadi Jiyong, aku akan memilihmu. Aku tidak suka dengan perempuan yang seperti itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Seperti itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changmin mengangkat bahunya. ”Molla. Aku hanya tidak suka auranya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aura?” *author said :”aura kasih???”*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, aura.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin mengerutkan keningnya. Lalu terlihat relax kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau sudah tenang sekarang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin tersenyum. ”Mungkin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Baguslah. Seorang wanita memang paling manis kalau sedang tersenyum.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau tidak kehabisan kata kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahahaha~Waeyo?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Abisnya kau selalu bilang kayak gitu!” HyeRin meninju lengan Changmin yang kokoh. *bangunaaan kalee kokoh boo~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah ya, kalau kau mau cerita padaku, beritau aku saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Haayyyaaahh~~pede sekali anda~~hahahhaa~~bercanda~~siap siap,,nanti aku akan beritau padamu. Tapi bisanya hanya di sekolah saja. Aku kan nggak punya ponsel.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz~~kau benar-benar miskin ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jitakan HyeRin mendarat di kening Changmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahahhaa~ya sudah, aku akan beri kartu namaku. Siapa tau kau membutuhkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”OH.MI.GAT. Hati-hati~kau kan model, siapa tau aku punya niat jahat dengan kartu namamu!” goda HyeRin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh ya? Datang ke apartemenku? Meneleponku? Tidak masalah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aigoooo~~sadar gak sih kau berkata seperti itu betapa kesepiannya dirimu nampaknya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, memang aku juga hanya punya kalian dan Nanz di sini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu juga HyeRin merasa bersalah karena omongannya tadi yang begitu memojokkan Changmin tentang kesepiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;div align="center"&gt;♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”SEUNGHYUN SAYAAANGG~~~jangan lenjeh gitu ah~~~&lt;333” kata Nanz setengah teriak dari jauh berkacak pinggang yang memang dasarnya terlihat seperti bergaya ala model. *wakz*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP membungkuk seraya mengambil nafas. Tangannya sudah penuh dengan kantong belanjaan milik kakak semata wayangnya yang disayanginya sekaligus dihindarinya karena selalu membuatnya kewalahan. Berbagai merek ternama dari satu butik ke butik lainnya. Tidak ada fashion store yang terlewatkan oleh mata lentik Nan. TOP sudah dari pagi menemani Nan berbelanja di salah satu mall mewah terkemuka di Seoul. Ralat, bukan menemani, tepatnya menjadi kacung menurut TOP sendiri. Bagaimana tidak, dari awal dia hanya disuruh membawa kantong belanjaan dan mengikutinya kemana pun kaki jenjang Nanz melangkah. Kalau tidak, dia akan mengamuk. Dan yang paling TOP takutkan kalau kakaknya itu sedang marah padanya adalah mengancamnya dengan apa saja hal yang dihindari TOP. Apa saja. Nan seakan punya seribu pengetahuan tentang hal yang dibenci adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan berjalan menghentak-hentakkan kakinya, terlihat manja. Hampir semua mata laki-laki memandangnya kagum. ”Choi Seunghyun! Kenapa diam saja!!???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP menegakkan tubuhnya berusaha menyeimbangkan badannya dengan beban di kedua tangannya. ”Aku lelah,tau!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaissshh!! Kau ini namja bukan sih?!! Masa segitu saja udah K.O!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!! Lagipula kau gak kira-kira apa suruh aku membawa kantong belanjaan sebanyak ini!! Tanganku pegal daritadi gak istirahat!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan memanyunkan bibirnya. Matanya menyipit pada TOP. ”Begitu katamu? Bagaimana kalau aku bilang pada pacarmu kalau kau punya kebiasaan mengupil sambil melepas boxermu saat mengigau pada si Jiyeon itu??!!!” *OW OW~~TABI KETAUAAANN~~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP makin kesal. Kalau bukan kakaknya yang sedang dihadapinya, mungkin dia sudah memaki-maki sesuka hati. ”Yaisshh! ARA!ARA!!!! KAU PUAS???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika wajah Nan berubah cerah. Senyumnya melebar ala senyum Pepsodent. ”Nah~that’s how we doing it~~” kata Nan menepuk-nepuk pundak TOP. ”Okay, let’s do this again.” ia menggamit lengan TOP kembali berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah TOP kembali suram. Lagi-lagi mendatangi setiap butik. Dari yang penting sampai yang tidak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Seunghyun sayang~~~Menurutmu aku pantasnya pakai topi yang mana untuk dress merah yang kubeli tadi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP bergeming diam. Malas menjawab pertanyaan yang menurutnya tidak penting dan hanya menghabiskan kalorinya yang terkuras hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan kesal dengan sikap TOP. ”HEY, COWOK TUKANG NGUPIL SAAT NGIGAU!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Errrrr... Beginilah yang membuat TOP lemah iman di depan kakaknya. *author ketawa ngakak~omona tabi ya~~sabar sabar ya nak~~* ”YA! Aku bahkan gak tau yang mana dress merah yang tadi kau beli!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hhh~~pilih sekarang atau aku teriak sekarang!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Iya iya yang hitam cocok!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan mengambil black hat yang dipajang tepat di depannya. ”Yang hitam?” Ia lama menimang-nimang topi itu, memikirkannya. ”Ah, yang marun sepertinya lebih bagus. Aku beli yang marun saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau kau tau itu lebih bagus kenapa malah tanya padaku sih!!” #%$%@$%$%$&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hehehehee~~biar kau tidak diam saja, ah. Kan bisa gaswat kalau seunghyun sayangku nanti dikira manequin toko~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Cepat kau bayar dan tentukan kita akan kemana lagi.” sambung TOP tidak menghiraukan gurauan kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;I'm so hot~~na neomu yepeoyo&lt;br /&gt;I'm so fine~~na neomu maeryeokeesseo&lt;br /&gt;I'm so cool~~na neomu motjyeo&lt;br /&gt;I'm so so so hot hot&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ponsel Nan berdering dari tas tangan Gucci silvernya. Langkah Nan seketika itu juga tiba-tiba terhenti dan terlihat rahangnya mengeras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lama berdering tak diangkat, malah berdiam diri saja membelakanginya membuat TOP kesal dengan bunyi nyaring ringtone ponsel tersebut. “Yaishh~kau mau pamer ringtone mu padaku,hah! Ppali angkat sana!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan membalikkan badannya menghadap ke TOP. “Kau saja.” Ia merogoh tasnya itu dan mengeluarkan Samsung Anycall putihnya. Tangan Nan menyodorkan ponsel itu ke arah TOP. ”Kau saja sana yang angkat. Aku gak minat!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP menaikkan alis tebalnya yang seksi itu *LOL*. Ia heran dengan sikap nunanya yang agak aneh. Tidak biasanya dia judes yang seperti ini. ”Mwo? Kok aku? Itu kan ponselmu! Mana kenal aku siapa yang meneleponmu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau tak mau?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya iyalah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Fine.” Nan mengangkat bahunya berusaha bersikap cuek. Lalu ia berjalan ke sudut ruangan sambil masih menggenggam ponsel yang terus berdering nyaring itu, kemudian melemparnya ke tempat sampah kecil yang ada di sudut ruangan tersebut. ”Beres. Aku bayar ke kasir dulu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP membelalakkan matanya. Mata karismatik yang sanggup membuat sejuta wanita mimisan kudis bila ditatapnya itu hampir keluar *oke,author lebay nya kumat* melihat kelakuan nunanya barusan. Ada apa sih dengannya,batin TOP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP dengan malas- malasan mendekati tempat sampah tadi dan melongokkan kepalanya terlebih dahulu. ”Heisshh! Ada apa sih dengannya?? Main buang-buang handphone aja! Dia kira dia anaknya Bill Gates apa!!!” TOP berniat untuk mengambil ponsel itu. Untungnya itu adalah tempat sampah kering yang hanya berisikan kertas – kertas struk belanja saja. TOP memungutnya dan kemudian terkejut melihat nama siapa yang tertera di layar ponsel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi setelah ini kita akan kemana lagi? Ke butik teman-”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”MAKAN!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahahhahaa~~aigooo~~seunghyun sayangku tidak berubah ah~masih menggemaskan~~nanti aku akan menyuapimu yakk~” kata Nan cengengesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP diam saja. Pikirannya sudah ada satu hal. Jadi ia tidak begitu menggubris kalimat nunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eyh~kau mau kusuapi nih jadinya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Errrr~~~TOP berusaha menahan iman xD. ”Pokoknya makan di rumah aja. Hari ini cukup sampai disini acara belanjanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh, oke oke, seunghyun my honey. Aku juga capek.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menuju basement dan naik mobil Nissan Sky Line milik Nan. Tapi tentu saja TOP yang harus membawanya. Kan dia jadi babu dadakan~XDDDD *author gendeng* TOP melajukan mobil dengan kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hey, nih ponselmu.” tiba-tiba satu tangan TOP menyodorkan sebuah ponsel yang sangat familiar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan yang tadinya memandang keluar jendela, langsung menoleh cepat ke arah TOP yang sedang mengemudi. Walau musik Get Up-I’m coming milik Rain feat Ciara mendentum keras di speaker mobil Nan yang sangat memekakan telinga, tapi Nan tau apa yang dibicarakan TOP. Ponsel itu yang tadi dibuang oleh Nan di butik terakhir mereka kunjungi. Nan kaget ternyata TOP memungutnya. ”WHAT!!!ARE U KIDDIN’ ME!!?! ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP mengecilkan volume musik playernya. ”Aku merasa kau hanya menghindari panggilan telepon dari manajermu, bukannya tidak butuh ponsel ini lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan menarik nafasnya. ”Aku benci padamu! Kau tau apa! Aku tidak butuh ponsel ini lagi!” Ia memencet tombol open untuk membuka kaca jendela di sebelahnya. Tapi TOP lebih dulu merebut ponsel itu dari tangannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku tau semuanya. Kau ke Korea bukan hanya untuk mengunjungiku atau mengantarkan si model itu kan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hey, CHOI SEUNGHYUN! Kau ini mulai kurang ajar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP sebenarnya mulai bergidik ngeri dengan nunanya. Ia tidak pernah menghadapi nunanya yang murka seperti ini. Tapi ia merasa apa yang ia lakukan benar. ”Kau ingin bertemu dengan yang nyanyi di lagu ini sekarang kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan parahnya, ketika suasana sedang mencekam karena perdebatan sengit antara keduanya, lagu di player tersebut sudah ganti next menjadi lagu Honey milik Park Jin Young. Xddd *ooohh honeeeeyyyyy~~~eeemmmmuuaaaahhhh~~~~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz~maksudku sebelum lagu ini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau salah. Kau sok tau!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Benarkah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”We’ll see if you change ur words~” TOP mengeluarkan senyuman maut dengan tatapan ganas binti mencurigakan. *lagi2 author kumat lebaynya*&lt;br /&gt;&lt;i&gt;I’m gonna be bad boy~&lt;br /&gt;I’m gonna be bad bad boy~&lt;br /&gt;I’m gonna be bad bad boy~&lt;br /&gt;I’m gonna be bad bad boy~ &lt;/i&gt; *yaoloh maapin dah aye cuma apal liriknya segonoh doangan xDDD*&lt;br /&gt;Nan langsung terkejut. Matanya yang bulat lebar lentik itu seakan tidak bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa? Ringtone si pacar ya?Hahahhaaha~~angkat sana gih~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini sms, seunghyun..” #%##@$%@$&amp;amp;@!%(^%*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh?SMS yak?Hahahaha~~mian mian salah~abisnya mana kutahu ringtone buat sms mana yang buat telepon! Eniwey baswey, dia sms apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan memberanikan diri memencet tombol-tombol ponselnya. Ia menutup mulutnya dengan telapak tangannya, tak percaya apa yang telah dia baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hehehhee~~ottohke ottohke?Kau senang kaaaann???” Gantian sekarang TOP yang cengengesan pada nunanya tanda kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau yang merencanakan semuanya ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP mengerling nakal pada nunanya. *masaoloh~author deg2an nulisnye aje* Nan menggaplok TOP dengan tas Gucci nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!!KAU MAU MATI SEBELUM BERTEMU DENGAN PACARMU???!!!AKU SEDANG MENYETIR!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahahahhaa~~~kau cowok kesayangankuuuuu~~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaissshh~~kalau aku cowok kesayanganmu, biar kusuruh pulang itu JiHoon hyung!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YAAA!!!KAU-”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sudah cukup, kita sudah sampai rumah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pintu pagar automatic *ajiipp~rumah ntop gituuuuhhh* milik kediaman Choi Kajok *BWAHAHAHAHAHAHAA* terbuka, walau mobilnya belum masuk ke halaman rumah mereka yang luas, ia sudah bisa melihat sebuah mobil Porsche black milik seseorang yang amat dikenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya ya ya aku tau kau mau langsung turun walaupun mobil ini masih berjalan kan. Tapi tahanlah sebentar nafsumu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa begitu lama TOP memparkirkan mobil mewah milik nunanya itu. Begitu sudah rapi, ia langsung membuak pintu di sampingnya. Dan lari begitu saja. Tapi merasa TOP tidak mengikutinya, ia membalikkan badannya. ”Kau tidak ikut ke dalam?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA! Kau mau aku jadi kambing conge antara kau dengan hyung,hah!! Yang benar saja!!” *kata nan onnie mah : ”bertiga gw juge mao” LMAO*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan masuk lagi ke dalam mobilnya. Ia memandang adiknya dengan tatapan berseri-seri. ”Seunghyun, gomapta. For all.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP tersenyum. ”Asal kau tidak rusakkan tempat tidur saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA! Jangan bicara macam-macam!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua tertawa. “Ya sudahlah, dia menunggumu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan mengecup kening TOP. Dan terakhir mencubit pipi TOP keras-keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“GAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan langsung ngibrit kabur dari situ sebelum TOP berubah dari white angel menjadi hejo-hejo THE HULK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Nan’s POV]&lt;/b&gt; *hahhahaa~lempar batako ke nan onnie~akhirnya onnie ada POV jugaaa~~hahahaha~~kaboooorrrrrrrrrrrrr*&lt;br /&gt;Aku melirik ke belakang sedikit. Melihat mobil Nissanku dibawa pergi oleh Seunghyun. Heizz~~anak itu sudah membuatku jantungan hari ini. Dan kuharap ia mengembalikan mobil baruku itu tanpa goresan sedikitpun. Ah! He doesn’t has driving lesson yet!! Yaikz!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa itu kau?” sebuah suara dari balik pintu yang belum dibuka ini. Aku mengenal suaranya. Aku sangat kenal. Aku merindukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku mematung. Kakiku tak bisa digerakkan. Nafasku tertahan. Kudengar kenop pintu yang berbunyi, pintu itu dibuka dari dalam. Aku menguatkan hatiku. Wajahnya seperti apa? Aku hanya melihatnya dari beritanya di internet, aku rindu padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang laki-laki berperawakan tinggi tegap, muncul dari balik pintu. Laki-laki itu bermata sipit dan sayu. Memakai kaos berbahan woll warna putih agak longgar melapisi badannya yang kekar. Wajah yang bisa kau temukan di media cetak manapun. Jung Ji Hoon yang terkenal dengan stage name Rain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nana!” JiHoon langsung memeluk tubuhku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau...” Jujur aku tak kuasa mengucapkan sepatah katapun. Rasanya tenggorokanku terkunci rapat untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba JiHoon menarik tanganku masuk ke dalam rumah dan menutup pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau masih marah padaku?” Pikiranku menerawang kembali ke beberapa bulan lalu. JiHoon yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku...tidak tau aku marah padamu atau apa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nana...Aku merindukanmu.” JiHoon menaruh telapak tangan kanannya ke pipi Nan dan mengelusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau tau betapa aku cemas padamu??!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mianata~Aku ingin ke tempatmu,tapi pekerjaanku menuntut lebih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau tau berapa banyak aku memutar lagumu hanya untuk mendengar suaramu?? Kau tau betapa sulitnya aku bernafas melihat berita-beritamu!!??!! Kau tau be-”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ssshhtt...” JiHoon menempelkan telunjuknya ke bibir Nan. ”Mulai hari ini aku akan menebus semuanya. Kita akan bersama. Aku akan mempublikasikan hubungan kita. Aku akan menentang pendapat Tae Jun.” Ya, taejun sang manajer JiHoon menentang hubungan kami dipublikasikan dan membuatku dengan JiHoon tidak bisa berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba bibir JiHoon mendarat di bibirku. *nyuhuuu~~~sebagai pembukaan , author dan daesung nari2 Rainism XDDD* Ia menciumku dengan gerakan lembut. Memaksa bibirku untuk membuka. Aku pasrah dengannya. Aku memang menginginkan ini. Aku benar-benar mencintainya. Kubuka mulutku menerima ciumannya. JiHoon menelusuri lidahku dengan lembut dan basah. Kudekatkan tubuhku dengan tubuhnya sehingga kami seperti menyatu. JiHoon mulai menelusuri leherku. Mengecapnya berulang kali sehingga membuatku mendesah. Sementara tangan JiHoon menelusuri punggungku yang tertutup kaosku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kamarmu di atas, sayang?” tanya JiHoon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ne, JiHoon ah~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;JiHoon menggotong tubuhku seperti seorang pangeran yang menggendong permaisyurinya *hoek~haahhahaa* Ia tetap tidak melepaskan ciumannya dari bibirku. *yaoloh~gimana cara~~* Kulingkarkan erat-erat tanganku ke leher belakang JiHoon. JiHoon membuka pintu kamar tersebut dan langsung membaringkanku di atas ranjang.&lt;br /&gt;Kami melanjutkan saling mencium dengan nafas yang menderu. Tiba-tiba JiHoon melepaskan ciuman itu dan berdiri, ia tersenyum lebar. Dalam sekejap, seluruh kancing bajuku sudah dilepasnya dan terlucuti dari tubuhnya. JiHoon juga segera melepas bra hitamku dan melemparnya ke ujung ranjang. Aku hanya bisa tersipu malu saat pandangan kekasihku ini tak lepas dari dadaku yang sintal. Pipiku merona merah. Dua gundukan yang membuat JiHoon ON FIRE!! YEAH!!lol&lt;br /&gt;Perlahan JiHoon sendiri membuka bajunya dan tinggalah celana boxernya yang masih melindungi pahanya. Segera ia timpa tubuh mungilku dan menyanggah tangannya pada kasur agar berat tubuhnya tak sepenuhnya menimpaku yang sibuk menggeliat di kasur tersebut. Perlahan ia sentuhkan bibir merahnya pada kening, mata, hidung dan mulutku. Ia membuka lebar-lebar mulutku agar lidahnya dapat bermain bebas di sana. Tak lama, ia turunkan ciumannya hingga leher dan dada. Akhirnya desahan keras pertama keluar juga dari mulutku, disusul desahan-desahan berikutnya saat mulutnya mulai menciumi kedua ujung gundukan coklat di dadaku. Ia menggigitnya pelan dan membuatku terus mengerang nikmat.&lt;br /&gt;”JiHoon ah~~geli~~~” desahku yang kurasa semakin membuat semangat 288535 JiHoon. Terlihat dari keringat JiHoon yang mengucur semakin deras.&lt;br /&gt;JiHoon meremas gundukan payudara yang kiri sementara ia terus mengulum gundukan payudaraku yang kanan.&lt;br /&gt;”I love you, Nana~” JiHoon bergumam sambil menjilati perutku dan terus ke bawah. Aku ingin membalas kata-kata cintanya, tapi adrenalinku sedang tidak karuan. Aku menggeliat ke kanan kiri ranjang tapi pinggangku terus dipegang erat oleh JiHoon. Tidak lupa tangannya berpindah pada rok mini jeans yang masih kupakai dan menurunkannya perlahan. Kemudian membuka underwear hitamku yang sepasang dengan bra renda-rendanya tadi *lol* JiHoon sangat gesit. Dan matanya membelalak seakan bertemu dengan sayuran segar di pasar *author gendeng stadium akhir*.&lt;br /&gt;”Nan, aku...”&lt;br /&gt;Bagaikan telepati, aku seperti sudah mengetahui pikiran JiHoon, kekasihku. Kuanganggukkan kepalaku lemah. ”Gwenchana~” jawabku sembari kuelus dada bidang JiHoon yang kekar.&lt;br /&gt;Bagaikan singa buas, JiHoon semakin liar dan gencar memainkan lidahnya di Miss V milikku, sementara tangannya memijat-miat betisku. LOL. Ditekannya perlahan dengan lidah itu dan mendecakkannya. Terkadang ia menggerayangi selangkanganku dan membuatku kegelian. Ia memasukkan kedua jarinya langsung ke dalamnya dan langsung disambut dengan jeritan histerisku yang spontan.&lt;br /&gt;”Arrgghh... sakit JiHoon ah~”&lt;br /&gt;”Sebentar lagi ya,beib~” Dia sekarang memasukkan tiga jari sekaligus ke dalamku. Semakin sakit. Mungkin sekarang sudah kemerahan. Dan kulihat memang tangan JiHoon ada bercak darah.&lt;br /&gt;”Aku senang ini pertama kalinya bagi kita berdua masing-masing.” JiHoon masih melaksanakan hand job nya dengan sempurna sementara aku semakin histeris sampai ia memasukkan empat jari sekaligus.&lt;br /&gt;”AAARRGHHHHHH....”&lt;br /&gt;JiHoon menarik tangannya kembali dan menciumi bibirku kembali. ”Maafkan aku, honey~” *ASTAJIM!! Dapet berapa panggilan sayang sih,onnie?*&lt;br /&gt;”Apa boleh gantian?”&lt;br /&gt;Tanpa persetujuan lagi, kutarik boxer tweety JiHoon xD beserta dalamannya. Saat aku memegang junior JiHoon, tiba-tiba...&lt;br /&gt;&lt;i&gt; Rain is coming down through the roof top&lt;br /&gt;tto biga naerinda modeungeol jeoksshinda&lt;br /&gt;Rain is coming down and it won’t stop&lt;br /&gt;neomuna tteugeoptta meomchujil anneunda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Kulirik JiHoon dengan malas-malasan.&lt;br /&gt;”Angkat dulu~aku akan menunggu~”&lt;br /&gt;Dan entah ide dari mana aku melompat merogoh saku rok miniku. Dan mengambilnya lalu tetap mengelus-elus junior JiHoon.&lt;br /&gt;”Oh...ah...dari siapa, cinta?”&lt;br /&gt;”Seunghyun.” *wakz~si ntop ngeganggu acara penting aje dah~* Kutekan tombol Yes dengan tangan kiriku dan yang satunya memakai untuk hal tadi.&lt;br /&gt;”Yoboseo?” dengan suaraku lemah.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”YA!!Ketauan ya!!!!Awas aja kalau kau buat rumah berantakan~”&lt;/i&gt; Kulirik sekitar. Beran- OMONA!!!AKU BARU SADAR! INI KAMAR SEUNGHYUN! JIHOON SALAH KAMAR MEMBOPONGKU!!&lt;br /&gt;JiHoon mengerang halus menahan suara. Lalu mengisyaratkan aku untuk menaikinya langsung.&lt;br /&gt;”Se-seunghyun ahhh~~Mian~~”&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Pokoknya awas aja kalo sampai kau berantaki sampai ke kamarku! AH TIDAK! Aku tidak ingin kalian bermain di kamarku.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Dan pada saat junior JiHoon itu masuk ke dalamku, menyatu bersamaku secara perlahan-lahan,aku menjerit.&lt;br /&gt;”AAARRGGHHHH~~~”&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Heizz~~aku makin frustasi meneleponmu nih!Sudah deh ah!”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;”SUDAH TERLANJUUURR AAHHH SUNGHYUUN AHH~~” lol&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”MWO!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Dan yang kudengar hanyalah suara Seunghyun seperti orang ngerap. *%$&amp;amp;^#%@#^ entah dia ngomong apa, aku hanya mengerang nikmat sana sini. Dan ketika aku terkulai lemas dengan basah dimana-mana, kuambrukkan diriku ke dada JiHoon. Kutempelkan lagi ponsel tadi ke telingaku yang bebas satunya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”...SAMPAI ADA BAU-BAU, AKU AKAN MENGUTUKMU! KAU AKAN KUTENDANG JAUH, JANGAN HAR...”&lt;/i&gt; Heiizz~~~mianata Seunghyun ah~~aku lelah sekali...Dan aku terlelap dengan belaian JiHoon.&lt;br /&gt;”Saranghaeyo, Choi Nana.” bisikan itulah yang terakhir kudengar di telingaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Kim RiRan’s POV]&lt;br /&gt;[Flasback yu ah~]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Kim Ri Ran~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eunhyuk oppa~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau lapar?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ani~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, kalau kau lapar, bilang pada oppa ya~nanti oppa belikan makanan, oppa suapin~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hwe?Aku kan bukan anak kecil lagi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu mengacak-acak rambutku. Aku memang masih kecil. Tapi aku tidak mau oppa mengatakannya seperti itu padaku. “Oppa~~katakan aku wanita yang cantik!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oppa tertawa. Aku mencerna tawanya. Khas sekali. Rasanya aku juga ingin ikut terbahak-bahak melihat wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kim RiRan. My Little Ran… Adalah wanita yang cantik. Kau puas, Little Ran?” Ya, dia menggodaku. Aku hanya bisa tertawa karenanya. Aku ingin bersama oppaku yang satu ini. Oppa yang satu-satunya peduli padaku. Bahkan orang tuaku pun saja tidak peduli padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oppa janji akan menikahi ku?” Ya, aku Kim RiRan, 10 tahun, ingin memantapkan diriku pada oppa. Seorang Eunhyuk oppa yang pertama kali kukenal saat aku bermain sendiri di taman dekat rumah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oppa lagi-lagi tertawa. Ia membungkukkan badannya ke arahku. Wajahnya berhadapan pas sejajar dekat dengan ujung hidungku. ”Ya, aku akan menikahimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oppa, pagi ini kita akan bersepeda berkeliling komplek lagi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oppa terlihat sangat aneh. Eunhyuk oppa yang biasanya sangat ceria, berisik sampai-sampai membuat telingaku ternguing-nguing karena selalu berbicara di telingaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oppa kenapa? Apa aku ada salah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah? Gwenchana, Little Ran~aku hanya memikirkan sesuatu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa aku boleh tau?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sebaiknya jangan, nanti oppa akan memakanmu kalau kau tau! Hahahhhaa~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah hari itu, oppa menghilang. Apa yang terjadi dengan oppa selanjutnya, aku tidak tau menahu. Informasi yang selalu mudah kudapatkan untuk mencari seseorang, bahkan tidak berfungsi baginya. Aku sama sekali sedikitpun tidak mengetahui keberadaannya. Ya, aku marah padanya. Eunhyuk oppa yang berjanji akan menikahiku.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[FLASHBACK END]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong meremas tanganku. Membangunkanku dari lamunan-atau lebih tepatnya bayangan- 8 tahun yang lalu. Yang kukira selama ini bisa kulupakan. Kulirik sekitarku. VIP cafe hari ini tidak begitu ramai, mungkin karena kami datang siang-siang. *a/n : VIP cafe ini pernah muncul di chapter 2*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau tidak seperti biasanya. Ada apa, sayang?” Jiyong menempelkan hidungnya ke pipiku. Terkadang mengecup pipiku atau menggesekkan ujung hidungnya ke pipiku. Entah kenapa hari ini aku tidak begitu memusingkan Jiyong yang menempelkan badannya padaku. Mungkin karena aku yang sekarang sedang galau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku hanya tidak enak badan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong mempererat rangkulannya mengitari pinggangku. ”Mianata.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wae?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku yang membuatmu seperti ini...” Jiyong menghela nafas, bisa kurasakan menembus kulitku. *I got yuuuuuu~under my skin~lol~author digaplok merusak suasana* Membuatku sedikit nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Berhentilah menyalahkan dirimu.” Kurasa memang sikapku ini membuatnya salah pengertian. Hey, sejak kapan aku memikirkannya seperti ini! Ahh!!! Aku benar-benar sedang kacau! Ada apa sih dengan diriku??? Masih mengharapkan Eunhyuk oppa kembali?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau seperti sedang memikirkan sesuatu. Ada apa? Apa aku menyusahkanmu lagi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupandang wajah Jiyong. Ia terlihat cemas. Memikirkanku? Ah, tidak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hhh~benar kan~~” Jiyong menggaruk-garuk kepalanya dan melonggarkan rangkulannya dari pinggangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aniyo~~Aku benar sedang tidak enak badan. Membuat pikiranku sedikit kacau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Begitu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengangguk lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Fiuuuhh~~syukurlah~~” Jiyong tersenyum lega dan hangat padaku. Aku jadi semakin nyaman melihatnya. ”Makanlah~apa perlu kusuapi?” Jiyong mencium pelupuk mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEG! Kata-kata itu. Membuatku terperangah. Kembali terulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jiyong ah~bolehkah aku bersandar di dadamu?” Kurasa aku tidak melihatnya mengangguk atau apa lagi, karena aku langsung menaruh kepalaku di dada Jiyong. Eunhyuk oppa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jiyong....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara itu aku kenal. Kudongakkan kepalaku, menengadah. Benar, Shin HyeRin. Bersama si model, Shim Changmin. Seketika itu juga aku merasa ingin mengerjainya. Mengganggu waktuku. Dan kenapa sampai seorang model juga harus berdekatan dengan si kumuh ini! Membuatku semakin tambah badmood!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HyeRin ah~~” kudengar Jiyong menyebut namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspresi HyeRin yang terkejut seraya menutup mulutnya memberikanku sebuah ide cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================TBC===============&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="postcolor"&gt;Fiction ini telah dipostkan juga di &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;" href="http://pervylicious.blogspot.com/2009/12/nc21straight-do-u-love-me-chapter-7.html"&gt;Blognya THE PERVERTS&lt;/a&gt; XDD dan &lt;a style="color: rgb(51, 204, 0); font-weight: bold;" href="http://z6.invisionfree.com/BigBang_Indonesia/index.php?showtopic=1404&amp;amp;st=210"&gt;Bigbang Indonesia&lt;/a&gt; oleh wenz.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4836892725700449318-3900719079994266696?l=lookingforwenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/feeds/3900719079994266696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/2009/12/nc21straight-do-u-love-me-chapter-7.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default/3900719079994266696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default/3900719079994266696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/2009/12/nc21straight-do-u-love-me-chapter-7.html' title='[NC21/Straight] Do U Love Me? -Chapter 7-'/><author><name>wenz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07797475595889909540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKrbjZFkiWE/SxUZXKpbY_I/AAAAAAAAAAM/sYrSj_8KUik/S220/jj.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4836892725700449318.post-4940570757955893368</id><published>2009-12-02T05:00:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T05:02:30.742-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My fanfiction'/><title type='text'>[PG17/Straight] Do U Love Me? -Chapter 6-</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 100%;"&gt;Chapie 6 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;,,RiRan’s Play,,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[RiRan POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; nah me-me-me-me-me-me-me-chigo shippuh&lt;br /&gt;duh bbahlee dee-dee-dee-dee-dee-dee-deedigo shippuh&lt;br /&gt;juh nohpeun building wheeroh juh poohreun hahneulwheeroh&lt;br /&gt;keuhgeh soh-ree-ree-ree-ree-ree-ree-reechigo shippuh&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Aku terlonjak kaget dengan bunyi ringtone ponselku sendiri. Aku sedang melamun karena bosan mendengar celoteh Jiyong yang menceritakan tentang wanita yang bernama Nanz tadi. Heizz~~jelas-jelas aku lebih cantik dibanding siapapun di dunia ini! *nah looohhh~~~gag ikutan ahh~~~*&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TaeHee Calling...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yep! Itu hasilnya sudah terjalankan!!hahahaha~~tinggal lanjutkan rencana selanjutnya!!*Riran said: ”masukin bekson Mission Impissible ye~”, Author said: ”kaga ada, adanye lagu Bang Rhoma,mao?”* Hwe? Aku harus... oh damn it! Aku hanya memikirkan hasilnya saja~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau lihat tadi, muka TOP tentang insiden penelitian marmut busung lapar di afrika, RiRan ah~?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa dia sudah menggosok giginya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bwahahahahahahahahahhaa~~~~~~~~TOP juga mengatakan seperti itu padaku~tapi aku tau kalau itu ngibulnya dia saja,,soalnya lobang hidungnya TOP kembang kempis sih waktu mengatakannya~~~~~jyahahahahahahahahha~~~~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kurasa riwayatnya akan berakhir di tangan nunanya~~hahahaha~~~aku bingung kenapa TOP menyembunyikan identitasnya sebagai adik seorang model terkenal~Aku sih bakal bangga kalau ada nunaku seperti dia yang cantik, sexy~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jiyong ah~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Engh?Apa,RiRan ah~?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pikiranku sekarang, hanya ada dua pilihan. Pertama, menjalankannya dan aku akan merasakan hasilnya dan kedua, aku melewatkannya dan menyusun semuanya lagi dari awal. Tidak, dalam kamus Kim RiRan tidak mengenal kata kalah dalam setiap kesempatan. Yaisshh~~apa yang kau takutkan sih,Kim RiRan?Kau sudah biasa mempermainkan banyak laki-laki!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukumpulkan semua energi dalam tubuhku. Kudekatkan badanku secara cepat mendorong badannya. Ya, menggodanya lebih cepat. Kudorong badannya Jiyong ke tembok. Kuraba dada nya yang tertutup kemeja seragam putih. Kuakui walaupun badan Jiyong tidak terlalu tinggi, tapi dia mempunyai dada yang bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ada apa,RiRan?” tanya Jiyong yang tersipu malu. Apa ini pertama kali untuknya seorang cewek menggoda dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hmm...” kukaitkan lengan kiriku ke belakang lehernya Jiyong. ”Kau tau? Aku mulai cemburu jika kau terus-terusan menyebut-nyebut wanita itu.” Suaraku terdengar rendah dan sexy, membisik di telinganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau cemburu?” Jiyong mengeluarkan ekspresi kaget. Lalu wajahnya melembut dan ujung jari tangannya menyentuh halus pipiku. ”Kau tau aku mencintaimu,kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menggeleng. ”Tidak, aku tidak tau kalau kau seperti tadi.” Mata Jiyong agak membuatku terperangah. Aku baru tau kalau mata Jiyong lembut seperti ini terlihat indah dari dekat. ”Kalau seperti ini, aku baru akan yakin...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kumiringkan kepalaku. Kudaratkan bibirku ke bibirnya.&lt;br /&gt;Aku mulai menciumnya.&lt;br /&gt;Awalnya Jiyong hanya mencium seperti kecupan biasa. Bibir Jiyong terasa lembut membelai bibirku. Ah oke, Kwon Jiyong is an amateur kisser. Namun perlahan dia membuka mulutnya. Eyh? Serius nih seperti baru pertama kalinya? Spontan aku terbawa suasana, kubuka pula mulutku dan kami berciuman lagi. Tangan Jiyong satunya memegang lembut pipiku dan kadang mengelus lembut. Dan yang satunya memeluk pinggangku yang mungkin Jiyong masih agak kaku meraihku.&lt;br /&gt;Kutarik jiyong lebih mendekat lagi ke badanku yang mungil ini. Dan kusandarkan diri ke tembok. Sekarang aku yang dihimpitnya. Sesak sekali rasanya badan hangat Jiyong terlalu menghimpitku. Well, tapi rasanya tidak apa-apa. Jiyong mendorong lidahnya bertemu dengan lidahku. Menelusuri setiap senti bagian terdalam mulutku seakan tidak mau kehilangannya. Terkadang Jiyong membisikkan seperti ”Love u” di telingaku sesaat ketika ia mengambil nafas. LOL. Terdengar bunyi decak-decak saat kami berciuman. Kepala Jiyong berputar pelan ke kiri dan kanan, melahap bibirku dari segala arah. Kuraih bagian belakang kepalanya Jiyong dan mengelus bahkan sedikit menjambak rambutnya yang seperti rambut tiara sunsilk *BAH??author gendeng!!*, membuat Jiyong semakin bersemangat. Wangi Kwon Jiyong mempengaruhiku. Kutelusuri punggung dan dada bidang Jiyong. Ia tidak menggigit lidahku seperti yang kutakutkan jika berciuman dengan seseorang yang baru mengalaminya. Aku semakin larut dan semakin ganas. Patut kukoreksi, he’s a good kisser. Dan satu hal lagi. Aku salut padanya. Berbeda dari semua laki-laki yang pernah kucium, Jiyong tidak melakukan hal-hal lain yang membuatku ingin menamparnya setelah ini, Jiyong tidak menyentuh bagian tubuhku yang lain. Walaupun kutahu dia menghimpitku sesesak ini, aku mengakui perbedaannya. *LOL~~author tarik napas~Raaannn seneng kan loooo!!!!hahahhaa*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chankaman! Apa aku baru saja membuat prosa indah tentang GAYA BERCIUMAN KWON JIYONG YANG BAIK DAN BENAR???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa terdengar suara murid-murid riuh berbisik-bisik di belakang Jiyong. Kubuka mataku lebar-lebar, hampir semua orang berdesak-desakkan melihatnya. Awal yang baik, tapi bukan ini tujuanku. Mana dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong melepaskan bibirnya dari bibirku. Ia tersenyum manis. ”Lihat,kita sudah membuat mereka melihat kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak,jangan berhenti. Dia belum melihatnya. ”Kurasa mereka harus tau Kim RiRan milik siapa disini. Kau mau membuktikannya di depan mereka?” Aku tersenyum manis seraya menggodanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lagi-lagi tersenyum lalu kembali menciumku. Tapi kali ini ia yang agresif. Sedikit bumbu di ucapanku tadi memang mempengaruhinya. Ya ya ya~~ia ingin membuktikan Kim RiRan adalah milik Kwon Jiyong, terserahlah. Aku juga hanya ingin orang itu cepat memergoki kami. Jiyong merengkuhku semakin erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Permisi~permisi~~” Itu suaranya!! Dia datang!! Aku mulai meletakkan lagi tanganku ke bagian leher belakang Jiyong dan satunya memeluknya. Kupererat pelukanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wae, Hyerin ah?” Changmin? Yaisshh,,dia bersama Changmin. Dasar perempuan sok mencari ketenaran!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memejamkan mata lagi. Pura-pura tidak memperhatikan keberadaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HYERIN AH!!!TUNGGU!!!!!” Kudengar Changmin memanggilnya. Ha ha ha~~itu berarti dia kabur? Berarti benar seperti apa yang kudengar selama ini. HyeRin menyukai Jiyong, pacarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong tiba-tiba melepaskan ciumannya. Kurasa karena mendengar nama HyeRin tadi. Dia celingak-celinguk ke belakang mencari sesuatu. Keberadaan HyeRin kah? Dasar tidak sopan! Ceweknya ada di depannya malah mencari orang lain!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau mencari apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tadi aku mendengar seseorang memanggil nama HyeRin.” Jiyong mengerutkan keningnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak. Dia tidak ada disini. Aku tidak melihatnya.” Aku tersenyum padanya dan menaruh kedua telapak tanganku ke pipinya. ”Aku bahagia, Jiyong ah~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong menatap lembut padaku dan tersenyum. ”Aku akan membahagiakanmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Author notes : *diesss~~~akhirnya gw selesaikan juga tu bagian!!!Gw ampe muter otak gimana cara nulisnya yang tetep gak ekstrim tapi bikin melayang~~hahahaha~~gw udah meminimkan selipan author di atas biar dapet feelnya~akhirnya sekarang bisa bernafas lega~~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[HyeRin POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;”Kau mencintainya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih kalut. Hatiku sakit sekali. Air mataku pun masih enggan berhenti mengalir. Aku seperti orang bodoh yang tidak menerima kekalahannya. Aku tidak pernah bisa mendapatkan Jiyong. Aku bodoh!! Siapa sih diriku bisa begitu menginginkannya??!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hey~aku ini bicara padamu~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuraih erat kedua lututku. Kududuk di bawah menyandar ke tembok. Kami sedang berada di taman belakang sekolah yang biasanya sepi dengan anak-anak karena tanaman disini tidak terlaru terurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menoleh kesal ke arah Changmin. ”Kau tidak ada urusannya dengan ini.” suaraku parau. Aku sudah tidak memikirkan lagi apa pendapat Changmin mengenaiku yang menangisi seorang laki-laki sampai seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaisshh~dasar kau keras kepala~sudah seperti ini masih bisa jutek!” *halah~bahasa jutek pun muncul di permukaan ni ep ep*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya,aku mencintai Kwon Jiyong! Kau puas sekarang??” kutatap Changmin galak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hyaaa~jangan melotot gitu ah~itu matamu merah tuh~~You must be loved him so much,right?” Aku masih seperti mere-run apa yang terjadi sebelumnya. Aku pasti memang terlalu mencintainya~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changmin tiba-tiba menyodorkan sapu tangannya padaku. Kudongakkan kepalaku, dia beranjak duduk di sampingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kurasa kau juga harus menyatakan cinta padanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau tau apa soal ini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Walaupun aku tidak tau apa-apa, memangnya aku orang bodoh yang tidak membaca situasi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sekarang situasinya tidak memungkinkan untuk menerima pendapatmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changmin menoleh ke arahku. Kalau dia seperti Jiyong, dia akan membalas mencak-mencak karena perkataan ketusku. Tapi Changmin malah tersenyum. Ah, bodohnya aku membandingkannya dengan Jiyong, jiyong, dan jiyong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini lucu bagimu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aniyo~~aku baru bertemu dengan seseorang yang di saat menangis pun masih tetap galak seperti kau~Apa jangan-jangan sifat galakmu bawaan dari orok?” *buseett~bilang bayi aje suse benerr*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Gak lucu.” Heizz,,,tapi aku akhirnya tersenyum juga. Dia bukan orang yang tipe mengorek –ngorek masalah orang tapi malah membuat lelucon bodoh seperti ini. Apa dia sedang menghiburku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizzz~~gak lucu malah ketawa~~abis makan gula Korea yakk?” *maksa beeuuddd~~~abis nangis ketawa bukannya makan gula jawa malah impor dari korea~~wkwkwk*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Gula korea??Dasar gejeh dirimu!” Aku tertawa mendengar leluconnya. Ternyata selera humornya tidak sebanding dengan muka modelnya.^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changmin tersenyum. ”Seorang wanita memang paling manis kalau sedang tersenyum.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pantes aku gak disukain Jiyong~aku kebanyakan galak plus kurang seyum.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau terobsesi dengan laku-laki yang bernama Jiyong itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Obsesi?” Aku terperangah dengan kata-kata itu. ”Tidak. Sayang tepatnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sayang? Apa bedanya dengan cinta dan obsesi?” Changmin menaikkan bahunya seperti tidak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kurasa aku akan mengawali cintaku kalau aku sudah menyayangi orang tersebut. Aku dan Jiyong sudah berteman dari 6 tahun yang lalu. Kami selalu bersama-sama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jadi kau menyayanginya karena itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Seiring dengan itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changmin menyipitkan matanya tidak percaya padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wae?Kau tidak percaya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku hanya tidak pernah begitu mengalaminya. Aku malah takut selalu dikejar-kejar oleh para wanita yang mengelu-elukanku dan mengatakan mereka mencintaiku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau mau cerita apa pamer,hah???CK!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaisshh~~aku ini model terkenal~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yeeee siapa bilang kalau kau tukang sayur!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz!!!Kau keras kepala~~” Changmin mencibir dan tersenyum sendiri. Kuperhatikan senyum Changmin manis menampilkan sederetan gigi rapihnya. Khas senyum model kurasa. ”Ya!Kenapa kau memperhatikanku?Naksir aku ya??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugaplok jidat Changmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”AWWW!!!!YAISSSHH!!!!JINJA!!!!YAA!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biar jidatmu tidak terlalu licin ah~” candaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JEDAK!!!! Changmin menggaplok jidatku. Pembalasan????? “YAA!!!!! KAU MAU MENGIBARKAN BENDERA PERANG,HAH!!??!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, selama pelajaran setelahnya aku tak bisa konsentrasi penuh. Bangku Jiyong dan RiRan kosong. Kata Daesung, mereka dihukum oleh Yang seongsaenim. Tentunya atas perbuatan menggemparkan mereka tadi. Entah aku harus senang mereka dihukum atau malah sedih lagi membayangkan mereka lebih banyak waktu bersama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku masih agak bengkak. Begitu masuk tadi, Daesung, Yongbae, TOP, Jiyeon dan bahkan SeoHee-walau dalam konteksnya hanya melirik saja-, langsung menatapku dengan seribu pertanyaan kurasa tersimpan di balik mata mereka. Aku hanya diam dan tersenyum sekilas. Lalu diam lagi. Changmin yang masuk bersamaku juga tak diteror pertanyaan apapun. Mungkin karena dia duduk di sampingku, tak enak bila bertanya sedangkan ada aku di sampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran Fisika nya Jung Eun seongsaenim pun tak ada satupun yang dapat kuserap. Pikiranku terus mengulang kejadian tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hey~kau mau terus diam apa mau kerjakan soal kelompoknya denganku?”&lt;br /&gt;Aku menoleh ke kiri, Changmin menatapku tajam. Ia dari tadi memang tekun memperhatikan pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kerja.” jawabku singkat. Moodku sedang tidak baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bagus, kau kerjakan 5 soal, aku kerjakan 5 soal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menatapnya. Mataku terasa berat. Kupaksakan diriku untuk mengangguk.&lt;br /&gt;Meskipun Changmin menyipitkan matanya padaku, ia tidak membahasnya. Itu yang kusuka, ia tidak terlalu ikut campur. Kulihat serangkaian soal yang disodorkan Changmin.&lt;br /&gt;Sebuah mobil ber...gerak..deng...Kenapa mataku terasa lelah sekali ya? Sebu...sebuah mobil...bergerak d..dengan GLB...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang terakhir kudengar, beberapa suara memanggil-manggil namaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Author POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;”Heizzzz~~~~kalian berdua~~~” kata Yang seonsaengnim memulai awal ceramah keagamaannya pada Jiyong dan RiRan di Headmaster’s Room. Tentunya dengan pengawal setianya, Yoo JaeSuk yang sibuk mengipas-ngipasi Yang seonsaengnim,. Padahal ruangan ini full AC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalian tau apa yang kalian lakukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Berciuman.” jawab RiRab cuek. Jiyong agak tersentak mendengar jawaban RiRan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang seonsaengnim menggelengkan kepalanya. ”Kalian tau itu melanggar peraturan sekolah kita?”&lt;br /&gt;”Arasseo, seonsaengnim.” jawab Jiyong agak merendahkan suaranya. Ia berpikir kalau Riran yang menjawabnya pasti akan tambah berabe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mollayo~~aku tidak tau peraturannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jaesukie ah~tolong sebutkan peraturan sekolah kita~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ne, hyung~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang seonsaengnim menggaplok pantat Jaesuk. ”Aeeiiizzz~~jangan panggil seperti itu di depan murid~~~” suara seonsaengnim berbisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oohh~~nde~~” Jaesuk membuka buku tata tertib yang selalu dilipatnya di sela celananya bagian belakang. LOL ”Pertama, harus memakai seragam sekolah dengan rapi, lengkap, dan kalau bisa semodis mungkin.” *sumpeh,gw males bikin peraturan nyang biasa~~wwkkk~~digaplok* ”Kedua, murid dilarang menjahili headmaster dan wakilnya. Ketiga, murid diharuskan mengikut-”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya ya ya Jaesukie ah!!!Bacakan yang menyangkut masalah ini saja!!” suruh Yang seonsaengnim seraya berputar-putar pada kursi goyang spesial Headmaster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ng oh arasseo.” jawab Jaesuk seraya membetulkan letak kacamatanya. Tangannya bergerak menyusuri buku panduan tata tertib tersebut lalu membalik halaman berikutnya, dan mencari lagi. ”Mmm~ketujuh puluh sembilan, siswa dilarang melakukan adegan prono di sekolah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yang seonsaengnim!! Apa anda tidak pernah menonton film-film barat???Hal yang kami lakukan itu sudah biasa, seonsaengnim!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aigo RiRan sshi~ini bukan di film~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaisshh~~apa di jaman seonsaengnim muda tidak ada film seperti Titanic?? Bahkan MV my Girl saja ada adegan seperti itu!” *taeyang said :”BAH~ada mv aye nongol~~wkwkk cipok authornya ahh~~”LOL*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang seonsaengnim menggaruk-garuk kepalanya. “Heizz!Jeongmal!!!Kalian ini benar-benar-”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!!!Cepat gotong dia!!!!” teriak suara seseorang dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar pula beberapa suara langkah kaki yang terburu-buru dari luar. Hal itu memecahkan konsentrasi sidang Jiyong dan RiRan di headmaster room.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jaesukie ah~~ada apa di luar sana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak tau, HyunSeok ah~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya! Kenapa kau tidak coba keluar dan tanyakan ada apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nanti tengah malam jam 12~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah~nee~~~” Jaesuk kembali berdiam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“YAAA!!!!!!Jigeum!!!!!Heizz~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“O?Sekarang??Ah ne~~” Jaesuk berlari-lari kecil keluar ruangan. RiRan dan Jiyong makin bingung dengan bertambah list orang-orang aneh bin ajaib di sekolah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian! Jangan kira kalian lolos dari hukumanku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong dan RiRan menghela nafas panjang dengan berat. Terutama Jiyong yang sudah hapal betul dengan ”hukuman” yang dimaksud Yang seonsaengnim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya ya ya! Masih muda sudah seperti jompo-jompo!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“HYUNSEOK AH~~~Ada murid yang pingsan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Hyunseok mendongak kaget dengan pemberitahuan Jaesuk. “Siapa dia, Jaesuki ah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katanya Shin HyeRin dari kelas XII!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Kwon Jiyong POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;”Jiyong ah~~huaaaahhhh~~aku lega dengan keputusannya~~~~Akhirnya kita tidak dihukum sama sekalii~~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak begitu mendengarkan omongan RiRan. Lantai lorong kelas kujalani juga tanpa begitu kuperhatikan. RiRan yang melompat-lompat kecil mengikuti irama langkahku juga tidak menggangguku. Pikiranku sedang khawatir dengan keadaan HyeRin. Ada apa dengan anak itu sebenarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yobo ya~~~itu karena kemampuanku tadi menjawab apa yang dia katakan~~hahahhahaa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama aku tidak mengobrol dengan HyeRin. Aku tidak begitu tau dengan keadaannya akhir-akhir ini. Apa dia sakit? Semenjak terakhir dia berlaku aneh seingatku waktu dia datang ke kamarku yang terakhir kali. Dia juga tiba-tiba kemarin pulang ke rumah ammanya. Benarkah dia sakit? Aku sangat bertanggung jawab akan itu kalau dia benar-benar sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”KWON JIYONG!!! Kau memikirkan orang lain di depanku????”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OMONA!!Kali ini Riran mengagetkanku tepat mendesis di telingaku.”Hyaaa~~RiRan ah~~aniyooo~~aku hanya mengkhawatirkan keadaan HyeRin~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata RiRan menyipit padaku. ”Ternyata kau sama saja seperti laki-laki lain yang sehabis mencium seorang wanita langsung berpindah ke wanita lain!!!” RiRan ngambek!!!!Aigoo~~~aku tak bermaksud seperti itu~~~”Tidak kusangka kau sebejat itu!!!” RiRan memukul bahuku. Kutahan segera lengan RiRan ketika dia akan berbalik menjauh dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini tidak sepeti yang kau pikirkan,yobo ya~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Seperti yang kupikirkan?Lalu apa yang kulihat tadi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku hanya mengkhawatirkan keadaan HyeRin~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HyeRin HyeRin dan HyeRin!Kenapa tidak kau pacari saja HyeRin itu??!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”RiRan ah~~Hyerin sahabatku~~Dia tadi pingsan~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan memberontak melepaskan tangannya yang kupegang secara paksa. ”Jangan dekati aku lagi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan pergi. *author dengan para main cast yang protagonis pada bersulang~author buka champagne~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AARRGGHHH!!!!!SEMAKIN RUNYAM SEKARANG!!!Aku sangat mencintai RiRan. Aku tak ingin dia pergi dariku. Tapi HyeRin sedang pingsan. Mana yang harus kudahulukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;div align="center"&gt;♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Author POV] *jangan ampe bosen yee ma pov nya aye~~BLETAK!dijitak Rin-Ran~ LOL*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”SHITT!!!!Dammit!!!! Jiyong ternyata masih tidak melupakan HyeRin!!! Aku tidak suka dia mengalasankan HyeRin itu sahabatnya sehingga bisa seenaknya saja memikirkan si cecunguk satu itu di depanku!!!” cerita HyeRin berapi-api pada ImEe dan Taehee. Mereka sedang menghabiskan waktu di BANGers Ventro Cafe. Kafe yang lebih mirip dikatakan diskotik terletak agak jauh dari daerah mereka. RiRan mengajak ImEe dan Taehee ke tempat yang jauh supaya tidak bisa ditemui Jiyong. RiRan berpikir pasti sekarang Jiyong sedang berusaha mencari-carinya. Ponselnya yang ber-isi-kan nomernya yang diketahui oleh Jiyong saja dimatikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahahhaha~~kau seperti orang yang sedang cemburu saja, RiRan ah~” ImEe tertawa melihat tingkah RiRan yang mencak-mencak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!Aku cemburu? Standarku bukan Jiyong. Kau belum tau saja~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TaeHee menegak gelas kecilnya yang berisi soju. ”Memangnya standarmu kayak apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sederajat denganku.” RiRan mengangkat bahunya cuek. ”Aku bermain dengan seseorang. Dan juga yang lain.” RiRan tersenyum misterius sambil melemparkan pandangannya ke orang-orang yang sedang dance di lantai dansa. Maklum cafe itu banyak pengunjungnya di siang hari, khususnya untuk anak sekolah. Setelah jam 4 sore, anak berseragam sekolah sudah tidak boleh berkeliaran di caffe itu, hanya untuk dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ow ow oww~~hanya dengan ucapanmu tadi aku sudah rada merinding~” kata ImEe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahahhaa~~aku hanya tidak ingin semua yang kurencanakan digagalkan. Di dalam kamusku, aku tidak akan pernah kalah dan gagal. Kau ingat kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ahh~~aku ingat~~so interesting lah! Lalu kurasa kau tidak akan diam begitu saja dengan hubunganmu dengan Jiyong ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Exactly! Aku harus membuat rencana yang lebih dari ini!” RiRan menyilangkan kakinya elegan yang mengakibatkan roknya agak naik. Memperlihatkan bagian pahanya yang mulus. Membuat sebagian laki-laki yang ada disana memandang RiRan penuh nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kulihat dari nada bicaramu, nampaknya kau sudah bisa menghilangkan kata ‘harus’ di kalimatmu tadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan tersenyum pada Imee. Lagi-lagi para lelaki yang sedari tadi memperhatikannya makin tergoda dengan seluruh keindahan fisik yang dimiliki RiRan. Ia mencondongkan badannya mendekat ke Imee. “Kelihatan ya? Hahahaha~~kalau aku membuka wajah asliku di depan HyeRin, menarik tidak menurut kalian?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BRRAAKKK!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduhhhh~~~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spontan RiRan menoleh ke arah suara. Begitu juga Imee dan Taehee. Hanya mereka yang menyadari bunyi itu mengingat suara musik Timbaland yang berdentum sangat keras memekakan telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, mian~mian~” kata orang itu spontan bahkan sebelum membalikkan badannya. Ternyata seseorang jatuh terjerembab karena tersandung kaki TaeHee. Dari pakaiannya bisa ditebak cewek itu adalah waitress di BANGers Ventro Cafe ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau gak punya mata,HAH?!!” kata TaeHee tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cewek itu mengambil nampannya yang untungnya sedang tidak membawa gelas, lalu bangkit berdiri. ”Cungsohamnida~Cungsohamnida~~Saya tidak sengaja~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”O??Kau?????”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong memaki-maki ponselnya sendiri. Para penumpang bus di sekelilingnya pun menoleh penuh curiga padanya. Bahkan ada yang seorang ajhumma yang membisikkan ”Jangan melihat orang sinting itu” pada anak laki-laki kecilnya. LOL&lt;br /&gt;”Ada apa sih dengan mereka semua????Kenapa gak ada satupun yang diangkat sih teleponnya???Di-sms-in juga gak pada dibales!!!Dikiranya fakir pulsa berjama’ah apa??!!!!”omel Jiyong dalam hati.&lt;br /&gt;Mereka yang dimaksud Jiyong adalah teman-teman sekelasnya. TOP, Yongbae, Daesung, SeoHee dan Jiyeon. Dia menyesal juga kenapa waktu itu dia tidak menabung untuk membelikan ponsel saja untuk HyeRin. Pasti berguna dalam kondisi genting seperti ini. Jiyong menepuk jidatnya yang semakin membuatnya semakin dilihat seperti orang gila oleh penumpang bus di sekitarnya. LOL&lt;br /&gt;Sejak ia dan RiRan keluar dari ruang Yang Seonsaengnim setelah bel pulang sekolah itu, yang juga berarti sejak RiRan mengumandangkan kemarahannya pada Jiyong -saat memikirkannya membuat Jiyong garuk-garuk kepalanya-, ia belum bertemu dengan TOP, Yongbae, Daesung, SeoHee, Jiyeon atau si anak baru yang bernama Changmin itu. Jadi dia belum bisa mengetahui keadaan HyeRin. Ia belum bisa pulang karena dari tadi mencari-cari RiRan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah? Yongbae!!!!!!!!!” Jiyong girang begitu mendengar nada panggilan yang dari tadi didengarnya akhirnya ada yang mengangkat.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Yoboseo Jiyong ah?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;”YA!!Kau kemana saja huh?Kenapa baru diangkat sekarang???”&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Ah mian jiyong ah~aku sekarang sedang sangat sibuk~”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;”Mwo??? Kau sedang apa sih?”&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Mian aku tak bisa ceritakan sekarang. Sudah dulu ya!”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;”AH!!! CHANKAMAN!!!!!!!”&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Eh?Ada apa, jiyong ah?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah baiklah~aku cuma mau tanya keadaan HyeRin. Dia baik-baik saja?”&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Kau belum menengoknya?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;“Belum? Dia sakit apa? Masuk rumah sakit kah?”&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Ani~dia sudah di rumah. Dia memaksa pulang ke rumah. Heizz~~kukira kau sudah menengoknya! Padahal kau tinggal bersebelahan dengannya!!Kau aneh!Lebih baik kau tengok dia sekarang. Kau sudah tidak peduli padanya? Ya, kau sudah punya RiRan~Aissh~aku jadi ngomong macam-macam. Sudah ah. Kututup ya. Bye!”&lt;/i&gt; Yongbae dengan panjang lebarnya lalu tiba-tiba menutup telepon membuat Jiyong semakin frustasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi otaknya berputar mengulang kata-kata Yongbae. ”Aku sudah tidak peduli pada HyeRin?” Dan segera sigap ia memencet tombol STOP di pintu bus dan bergegas turun dari bus tersebut. Ia menyebrang dan menunggu bus arah sebaliknya. Ia akan pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau serius?? Kau menemukannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nde, tuan,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Everybody's rockin'&lt;br /&gt;Everybody's movin'&lt;br /&gt;Everybody da gati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yongbae mengerutkan keningnya tanda tidak sabar. Ia tau yang meneleponnya pasti Jiyong. Dari tadi ia mengacuhkan panggilan tersebut. Selain karena HyeRin yang memintanya untuk tidak berbicara apa-apa pada Jiyong mengenai tadi di sekolah, juga karena ada hal penting yang harus diselesaikan Yongbae. Ia mengeluarkan ponsel Haptic blue nya dari saku jeans dengan setengah hati. Dan benar, Jiyong meneleponnya. Ia menggigit bibirnya yang seksi itu *author nepsonk pengen gigit juga~wew~*, lalu mereject dial lagi. “Mian Jiyong ah~ini saat yang tidak tepat.” batin Yongbae. Kemudian ia kembali melirik ke dua orang berjas hitam tersebut. ”Lanjutkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ne, dia bersekolah di kawasan Choongnam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Choongnam?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yongbae tidak habis pikir, sejauh itukah dia pergi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayahnya sudah meninggal. Dia hidup bersama ibunya di daerah itu juga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Me-meninggal???” Yongbae membelalakkan matanya. *lo bayangin dah mata yongbae melotot~wkwkwkk* Ia semakin sakit mendengarnya. “Kau tidak salah orang? Kau yakin itu dia?” Yongbae mengulanginya berharap untuk kali ini apa yang didengarnya salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, tuan. Kami mengabdi pada tuan Dong Yongbae, kami melakukan sebaik mungkin yang kami bisa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yongbae mengangguk pelan. Orang kepercayaannya itu memang selalu bekerja dengan teliti sesuai apa yang diperintahkan. Orang kepercayaan yang bekerja untuk keluarganya dari dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu apa lagi yang kau ketahui tentangnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia bekerja di sebuah cafe di daerah Seoul pinggiran. Tapi itu cafe yang terkenal. Saya yakin Tuan Dong Yongbae pasti mengetahuinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nde, saya tau. Tapi bukankah itu jauh dari tempat tinggalnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurut data yang saya terima, dia bekerja di tempat itu karena gaji yang besar. Untuk menghidupi ibunya yang sakit-sakitan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan Yongbae semakin tidak karuan. ”Gaji yang besar. Ah, cafe itu bukannya bahaya untuk perempuan jika malam hari?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nde, tuan. Ini fotonya, kami berhasil memotretnya dari jauh. Mungkin ini untuk meyakinkan anda bahwa perempuan ini yang anda cari.” Seseorang yang berwajah agak tua mengambil beberapa lembar foto dari saku dalam jasnya dan menyodorkannya pada Yongbae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yongbae menerimanya. Melihat-lihat lembaran foto-foto tersebut dengan seksama. Seseorang yang berambut hitam tebal sebahu, dan pipi yang agak tirus terlihat dari jauh sedang membawa nampan yang berisi beberapa gelas kecil dan sebuah botol wine. ”Jaeyun ah~~” Yongbae terperangah. Tidak terasa jemari Yongbae menyentuh wajah Jaeyun di foto tersebut. Wajahnya tersirat seseorang yang sangat kehilangan sesuatu yang penting di hidupnya. Ya, pencariannya membuahkan hasil. Tapi mengapa Jaeyun harus seperti ini? Tiba-tiba ia ingat akan satu hal yang langsung membuatnya khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa RiRan sudah tau keberadaannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Menurut yang kami teliti, dia tidak pernah bertemu dengan RiRan lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yongbae menghela nafas lega. ”Oke, segera aku akan kesana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Jaeyun’s POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;”Apakah suatu kebetulan untukku bertemu denganmu disini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan tersenyum padaku. Tidak, dari dulu itu seperti halnya sebuah pisau yang ditodongkan padaku. Ia membawaku ke sudut cafe, menjauh dari kedua temannya tadi. Dia mungkin tidak akan berbuat seekstrim kriminalitas seperti membunuhku sesaat. *LOL~~astaganaga riran~~~BUGH!Author ditonjok karena ngeganggu suasana* Masih banyak orang di sekitar kami untuk menyaksikan apa yang kami lakukan disini. Dan kuusahakan posisiku berdiri agak jauh darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Untuk apa kau datang kesini?” tanyaku dingin. Kutatap RiRan dengan penuh kebencian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan menyandarkan punggungnya ke dinding cafe yang berlapiskan karpet merah tua untuk meredam suara musik keluar, lalu ia menyilangkan tangannya. ”Hahahaha~take it easy,Jaeyun ah~~Kau kira aku datang untuk menemuimu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengangkat bahuku. ”Apa pun kurasa masuk akal dilakukan olehmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi RiRan tersenyum. ”Kau masih mengingatnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OH!! Hanya orang idiot yang bisa melupakan apa yang telah RiRan lakukan padanya waktu itu. ”Kau sendiri masih mengingatnya? Apa kau masih mengingat semua perbuatanmu padaku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan menatap lurus ke lantai dansa. ”Aku sebenarnya sudah tidak begitu mengingatnya. Kehidupanku sekarang ini lebih menarik. Tapi nampaknya kau mengingatkanku kembali.” Ia menoleh padaku. Aku bergidik ngeri dengan tatapannya. Kalau kau menyadarinya, raut wajahnya seperti orang yang haus akan membunuh seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku malah sangat prihatin dengan kata-kata kehidupanmu yang menarik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Semakin menarik malahan.” Ia menaikkan alisnya dan tersenyum meremehkanku. Ingin kucekik wanita gila ini sekarang juga!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh ya? Aku kasihan padamu kalau begitu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan mengerutkan keningnya. Nampaknya ia mulai tersinggung dengan kata-kataku. Ya, aku senang membalasnya!!! Namun dalam sekejap raut wajah itu kembali tersenyum lebar. ”Benarkah? Apa selanjutnya kau yang akan ’mengasihani-dirimu-sendiri’?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”KIM RIRAN! Perlu kau ingat, aku sudah tidak berhubungan lagi dengan Dong Yongbae! Dan aku tidak ada hubungannya dengan dirimu sekarang!” Kataku tegas. Apa lagi sih yang nenek sihir ini pikirkan??? Mencelakaiku lagi?? Yaissh!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jinjayo? Well~~&lt;b&gt;we’ll see if you dare to cross the Kim RiRan’s circle&lt;/b&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“If I dare to cross in, what would you gonna do huh? I don’t have anything that you can take it over me!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Really? Emm…okay, let me tell you a secret. Maybe this will make you think twice to join in my circle.” *halah~jadi English time gini~~timing is now~~wkwkwkwk~~author dilempar panci*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah kubilang, aku tidak ada urusannya dengan ini lagi! Kau tidak mendengarku apa kau budeg,hah???!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Crushing…people…around Dong Yongbae!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eyh?? Dia ingin menghancurkan orang di sekitar Yongbae?? Apa yang akan dia lakukan? Tidak, aku sudah tidak ada urusan lagi dengan mereka. Aku hanya ingin hidup tentram seperti ini. ”Apapun yang akan kau lakukan, aku tidak memikirkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan kali ini menyunggingkan senyum ”O-oww~~we’ll see~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Author POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jiyong ragu membuka pintu kamar HyeRin.Ia hanya berdiri terpaku di depan pintu kamar apartemen HyeRin. Terlihat dari ventilasi atas pintunya, lampu kamar itu dimatikan. Padahal HyeRin tidak pernah mematikan lampu kalau tidak sedang tidur atau sedang keluar rumah. Seungri bilang HyeRin sudah di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Flashback ahhhh ke 5 menit ayng lalu~~~~~~]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”HYUUUUUUUUUUNGGGGG!!!!!!!!!!”&lt;br /&gt;Seungri langsung berlari-lari begitu melihat Jiyong yang berjalan menuju pagar gedung apartemennya. Hari sudah gealp, walaupun begitu Seungri tetap semangat berlari-lari. Jiyong yang melihatnya langsung ngeri melihat seakan-akan Seungri sedang menyambut suaminya pulang dari kantor. LOL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA! Lama-lama aku ngeri melihatmu seperti ini!” celetuk Jiyong begitu Seungri sudah di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hyung, apa HyeRin punya pacar baru??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mwo?? Pacar?? HyeRin ada pacar??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, tadi kata amma, si HyeRin diantar pulang oleh seorang laki-laki tampan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eh? Tampan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Iya, mungkin setampan diriku!” Seungri masih sempat-sempatnya bernarsis di saat-saat seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz!! Aku tak perlu tau bagian itu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hyung!!!! Itu termasuk bagian penting! Aku kan manusia tertampan di dunia!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong menggaplok jidat Seungri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!Hyung masih nafsu dengan jidatku yang sexy,hah??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Cepat lanjutkan ceritanya atau nggak kuperbesar lobang hidungmu!” *author elus2 jiyong,”sabar yaankkk~~” JEDAKK!!Author dijedotin ke tembok*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ara ara! HyeRin digendong di punggung si laki-laki itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Piggy back?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ha? Piggy back? Babi belakang?” *author ngakak gelundungan*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaisshh~~ya itu namanya piggy back! Lalu mereka ngapain lagi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya kata amma sih, HyeRin kelelahan. Makanya dia sakit. Dan laki-laki itu mengantarnya sampai kamar!!!! Mereka sempat di kamar berdua pula!!! OMO OMO OMO!!!!!! Apa yang mereka lakukan~~~~Aku takut mereka mematikan lampu dan-”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong mencekik leher belakang Seungri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”A-a-aaaa!!! HYUNG!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jangan bicara macam-macam kau! Lalu sekarang dia ada di kamarnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”I-iya~~Hyung~lepaskan leherkuuu~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong melepaskan tangannya dari leher Seungri. ”Ya sudah, aku akan ke sana. ” Jiyong beranjak naik ke tangga untuk naik ke kamarnya dan HyeRin yang terletak di lantai dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HYUNG~LAKI-LAKI ITU BAWA MOBIL BAGUS LHO!!”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;[Flashback end]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu Changmin yang membawanya pulang? HyeRin menerima tumpangan dari orang yang baru dikenalnya??? Itu bukan seperti HyeRin yang biasanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba pintu itu terbuka membuat Jiyong terlonjak kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[/B][HyeRin POV][/B]&lt;br /&gt;”OMONA!!!!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara itu mengagetkanku. Hampir saja kutonjok secara refleks siapapun yang mengagetkanku seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jiyong?” Kulihat Jiyong secara seksama. Seragamnya masih menempel di tubuhnya. Hanya saja dasi dan jas seragamnya tidak dipakai. Dia baru pulang. Selarut ini. Dan kutebak pasti bersama Riran. Pikiran itu kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HyeRin ah~~kau mengagetkanku saja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mengagetkanmu? Yang ada tadi aku hampir mati jantungan komplikasi muntaber melihatmu di depan pintuku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah mian mian~~aku hanya ingin menggedor-gedor pintumu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak ada kerjaan,hah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizzz~~aku hanya ingin menanyakan kabarmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Menurutmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau sakit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lalu untuk apa lagi kesini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah? Aku... ” Jiyong menggaruk-garuk kepalnya. ”Heizzz~ memangnya ada larangannya kalau aku ke tempatmu tanpa tujuan sekarang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ck!!!!kau mau pamer denganku atas kejadian di sekolah tadi?” Aku merasa hilang akal. Bertemu dengannya aku menjadi orang paling brengsek. Aku tau itu bukan urusanku. Tapi aku tak tau kenapa otak dan mulutku tidak bisa bekerja sama sesuai akal sehatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Engh? Kau melihatnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh, Jiyong ah~kau mau bilang adegan panasmu hanya diingat oleh satu dua orang saja? Bahkan satu sekolahpun mengetahui apa yang kau lakukan tadi,Kwon Jiyong!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jinja?? Em...sebenarnya itu RiRan yang menciumku terlebih dahulu.” Jiyong tersipu malu. Baru kali ini aku melihatnya seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Setidaknya kalau kau mau seperti itu jangan di tempat dimana orang bisa melihatnya. Kau seperti orang yang bodoh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!Kau hanya iri kaaannn aku sudah pernah ciuman~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau benar-benar bodoh, Jiyong ah~” Mataku mulai berair. Kurasakan nafasku mulai berat karena menahan air mata ini jatuh lagi. Kau harus menahannya, HyeRin~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizzz~~~~kau mana mengerti apa yang kupikirkan! Kau sendiri belum pernah menyukai laki-laki! Yaisshh! Aku meragukan kau bisa menyukai laki-laki~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hhhhhhh~~~~kalau kubilang aku sedang menyukai seorang laki-laki, apa kau puas?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong membelalakkan matanya. ”USO!! Siapa dia?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau.&lt;br /&gt;Kwon Jiyong.&lt;br /&gt;Kau yang berdiri di depanku saat ini.&lt;br /&gt;Kau yang tinggal di sebelah kamarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa dia tau perasaanmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau tau lalu apa urusanmu dan kalau tidak juga apa urusanmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong tiba-tiba terdiam. Dari sorot matanya terpancar dia yang sedang berpikir. Apa dia berpikir kalau yang aku bicarakan adalah dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa...dia...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantungku berdegup cepat. Benarkah dia bisa merasakan kalau aku menyukainya? Aku berharap apapun yang terjadi nanti akan-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”...Changmin si anak baru?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngeh? Changmin??? ”Mwo?Kenapa kau berpikir itu dia?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong menggaruk-garuk kepalanya yang tertutup kupluk ungunya. ”Ani~tadi kudengar kau diantar pulang olehnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eh?Aku...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Baiklah. Kalau memang kau menyukai Changmin, aku akan mendukungmu.” Jiyong tersenyum lebar. Dia mendukungku dengan orang lain. Ia salah mengira. ”Aku tidur ah~ Oyah, jangan banyak-banyak memimpikan si anak baru itu ya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YOOO~~HYERINNIE AH~~AAAAAWWWWWWWWWWWW!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spontan aku memukul kepala Jiyong keras saking kagetnya. ”YA!! PAGI-PAGI KAU SUDAH MAU NGAJAK RIBUT YA???!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong mengaduh memegang kepalanya. ”YA!! Kau tadi malam makan apa sih??? Pukulanmu kayak petinju PRO tau nggak!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heeeeiiizzz~~siapa suruh pasang tampang begitu di depan pintuku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engh? Aku hampir lupa. Kenapa pagi ini Jiyong masih di disini? Bukankah biasanya dia bareng RiRan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aneh. Kau kemarin mesra-mesraan dengan RiRan. Malah hari ini kau berangkat sekolah barengku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yahh~sebenarnya aku dan RiRan ada masalah~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“MWO????” Aku rada tersinggung dengan kata-katanya. ”Jadi aku sebagai pelampiasanmu? Aku menemanimu jika kau ada masalah dengan RiRan? Setelah selesai masalahmu, lalu kau tidak peduli padaku lagi???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaisshhh~~~aniyoo~~~kau tetap tetanggaku yang bawel plus satu-satunya teman yang mengenalku sejak lama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukaku menganga sedikit mendengar kata ’teman’ yang disebutkan Jiyong untukku. Apakah pagi ini juga akan berujung dengan bertambahnya luka ku? Tidak, setidaknya aku harus memanfaatkan waktuku bersamanya sebaik mungkin. Inilah kata hatiku. Akhirnya kutarik dasi seragam Jiyong dan menyeretnya jalan seperti menarik hewan peliharaannya jalan-jalan. *ampuuunnn*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”KAJJA!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Y-YAAAKK!!!!A-AKK~KEKASISAN NAKAS~~KKK~~~” *author translate bahasanya mas jiyong, ”Aku kehabisan nafas!”,,author said ”mangkanyee,belajar ngomong nyang benerr!!!” JEDEK JEDEK!!author rame-rame diinjek Ji-lovers*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bus pun seperti biasa kami saling jitak menjitak, bentak-membentak, tarik-menarik, bahkan gaplok-menggaplok. Hahahaha~apakah kami terlihat seperti pasangan?Kurasa tidak, semuanya memandang ngeri ke kami. Seperti pasangan Harimau buas bin lapar yang sedang marahan. Bisa membayangkannya? *author geleng2, ”TIARAAAPPP!!!Ati2 dima’em G-Rin!!” LOL*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya jiyong ah~ apa kau tidak kangen dengan gaplokanku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hyaaaa~~hyerinnie ah~~~kalau kau bisa membongkar otakku, gaplokanmu itu sudah menjadi favorit untukku.” Goda Jiyong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizzz~~~kau mencoba menggodaku? Mau kugaplok lagi???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong mencekikku dengan merangkul leherku kuat-kuat. Kepalaku masuk seketika ke ketiaknya. ”YAAA!!!!KAU BELOM MANDI YA KWON JIYONG???!!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Waeee~~? Aroma ketiakku kan segar setiap saat~~” *halah rexona bangeeeett~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Segar setiap saat kepalamu peang!!!!!! Cepat lepaskan aku!!!! Kalau tidak akan kutonjok perutmu!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aiiihhh~~perutku kan kotak-kotak aduhaaayyy ala Baywatch, Hyerinnie ah~~nanti rusaaaakk~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum dalam hati. Inilah duniaku! Jiyong dan aku yang seperti ini membuatku bahagia. Eyh? Sepertinya perasaanku tidak enak~~~apa aku kurang makan lagi? Tidak, perasaan ini lain... ini menggangguku.... Sepertinya aku sedang diawasi oleh seseorang... Hantu kah? Atau siapa? Ah~mungkin ini cuma persasaanku yang berlebihan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=================TBC====================&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4836892725700449318-4940570757955893368?l=lookingforwenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/feeds/4940570757955893368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/2009/12/pg17straight-do-u-love-me-chapter-6.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default/4940570757955893368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default/4940570757955893368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/2009/12/pg17straight-do-u-love-me-chapter-6.html' title='[PG17/Straight] Do U Love Me? -Chapter 6-'/><author><name>wenz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07797475595889909540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKrbjZFkiWE/SxUZXKpbY_I/AAAAAAAAAAM/sYrSj_8KUik/S220/jj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4836892725700449318.post-4973247995242519839</id><published>2009-12-02T04:58:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T04:59:53.476-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My fanfiction'/><title type='text'>[PG17/Straight] Do U Love Me? -Chapter 5-</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 100%;"&gt;Chapie 5__&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;part 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;,,The Fact,,&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Author POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;HyeRin berjalan menyusuri jalan sudah mulai ada kehidupan toko di kanan kiri.Musim panas yang malah mendinginkan hati HyeRin.Kali ini ia berangkat ke sekolah sendirian.Tanpa Jiyong.&lt;br /&gt;Sudah sejak kemarin ia belum melihat Jiyong. Ia hanya mendengar suara pintu kamar Jiyong pertanda anak itu sudah pulang. Dan itu pada pukul 22.27. Jadi HyeRin hanya bisa menyimpan segala pertanyaannya dalam hati untuk keesokan harinya. Namun keesokan harinya ia malah menemukan secarik kertas kecil yang diselipkan di bawah pintu kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku duluan,ya!Mau bareng RiRan.Fighting!!^^&lt;br /&gt;-si tampan Kwon Jiyong-&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin merasa ada yang kurang. Pagi-pagi biasanya ia harus membangunkan Jiyong dengan sekuat tenaga,lalu menghabiskan seluruh kalorinya untuk adu mulut dengan Jiyong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku harus berbicara denganmu!”SeoHee dengan sigap duduk di kursi samping HyeRin yang kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa,SeoHee ah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau tidak berangkat bersamanya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak.Lalu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Habislah kau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nampaknya Jiyong sudah sepenuhnya di tangan RiRan.” kata Jiyeon yang duduk di depan. TOP menemani di sampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya,dengan aku,YongBae, dan Daesung pun sudah tidak pernah kumpul bareng lagi.”sambung TOP. *author angguk2,,sama author juga dah gag pernah lagi~~~main cast pada bawa parang~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau dengar itu?Kita harus buat rencana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Untuk apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya untuk mengembalikan Jiyong padamu,pada kita,seperti biasa sebelum ada RiRan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin menendang kaki SeoHee. Matanya melirik-lirik ke arah TOP,takut TOP tau apa rahasianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HyeRin ah~kami sudah tau kok perasaanmu pada Jiyong.” kata TOP yang seakan bisa membaca pikiran HyeRin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eyh?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku tak memberitahunya,HyeRin ah!” kata SeoHee yang disambut dengan anggukan Jiyeon juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami  sudah tau.Dari gelagat kalian itu lho!Bisa terbaca.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku dan Daesung juga tau.” Tiba-tiba YongBae yang kemarin tidak masuk itu langsung berbicara dan menarik kursi ke samping HyeRin.”Kurasa Jiyong memang sangat tidak peka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin lemas.Bahkan dia sudah tidak tahu harus berkata apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku akan membuat Jiyong kapok!RiRan itu jahat!Dia harus tau yang sebenarnya!”kata SeoHee berapi-api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak...Jangan...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maksudmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sepertinya RiRan juga tidak sejahat itu...” HyeRin menggumamkannya pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa kau bilang?Jelas-jelas...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”SeoHee ah~~menurutku untuk saat ini biarkan saja berjalan apa adanya. Aku tak ingin ada keributan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SeoHee nampaknya agak tersinggung dengan kata-kata HyeRin. ”Keributan?Kami si pembuat keributan?Oh,arasseo!Jalankan apa saja sesukamu!Dasar keras kepala!!!” SeoHee meninggalkan tempat itu dengan kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”SeoHee ah!!” HyeRin berusaha memanggil-manggil SeoHee tapi tetap diacuhkan. HyeRin merasa tidak enak. Tidak ada pikirannya bisa sampai membuat SeoHee marah seperti ini.Ia melirik ke arah Jiyeon dengan tatapan ”apa yang sudah kuperbuat?” sementara Jiyeon hanya bisa mengangkat bahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HyeRin ah~~kau ingat kata-kataku waktu itu?” tanya Yongbae yang sedang duduk disampingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nde~” HyeRin tau nantinya YongBae akan mengatakan apa. Intinya akan sama seperti SeoHee.Ia malas-malasan menanggapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku hanya ingin kau berhati-hati.Itu saja.Kau bisa rasakan mana yang menurutmu benar.”&lt;br /&gt;Ya,kata-kata YongBae setidaknya kata-kata yang paling bisa diterima di otak HyeRin.Ia berpikir,mungkin untuk beberapa saat ini ia akan lebih banyak meminta saran pada YongBae yang melihat segala sesuatunya tidak hanya berdasarkan dari pandangannya saja. &lt;b&gt;”YongBae ah~apa aku terlihat begitu menyedihkan?”&lt;/b&gt; Suara HyeRin terdengar bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyeon dan Top yang ikut mendengarnya tersentak kaget, hanya bisa menahan nafas melihat keadaan temannya ini ternyata keadaannya semakin tidak tertolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!YA!YA!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[HyeRin POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;” YongBae ah~apa aku terlihat begitu menyedihkan?”&lt;br /&gt;Aku begitu ingin mencurahkan semuanya. Tapi entah karena egoku atau aku yang terlalu bingung mengahadapi perasaan ini. Suaraku terdengar bergetar. Dan aku tau aku hanya memakai topeng selama ini. YongBae melihatku dengan tatapan yang dalam. Ingin rasanya aku mengatakan padanya bahwa aku amat mencintai Jiyong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!YA!YA!!!!”&lt;br /&gt;Eyh?Jiyong?Aku memalingkan wajahku.Kalau kulihat wajahnya sekarang,mungkin aku akan menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalian sedang ngobrol apa???Ada berita bagus!!!!” Jiyong mengucapkannya dengan satu tarikan nafas. Aku tau dia tidak sedang sekadar menginginkan jawaban apa yang sedang kami obrolkan. Ada suatu keceriaan dalam suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa,Jiyong ah?”terdengar suara YongBae yang halus seakan tidak ada apa-apa sebelum dia datang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;”AKU JADIAN DENGAN RIRAN!!!!”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi kepalaku seakan mau pecah. Aku tau ini akan terjadi. Seharusnya aku harus siap,tapi dadaku sesak sekali. Tidak.Aku tidak boleh menangis.&lt;br /&gt;Anehnya semua orang terdiam. Tidak ada yang mengucapkan selamat atau apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hwe?Kok pada diam?Apa ada sesuatu yang aneh?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau yang aneh!!” desis Jiyeon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jiyong ah~jujur aku tidak begitu suka dengan kau yang sekarang~~” TOP membuka suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hah?Tunggu-tunggu~ada apa sih sebenarnya?Kenapa kalian jadi begini padaku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lagi-lagi hanya bisa menyalahkan diriku. Tak seharusnya mereka berbuat seperti ini di hari yang Jiyong nantikan hanya karena bersimpati padaku. Aku memalingkan kembali wajahku ke arah Jiyong. ”YA Kau Babo!Kau pacaran mendahuluiku,hah!” Aku tertawa pahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Haahahhaa~~HyeRinnie ah~~kau tidak tau bagaimana perasaanku sekarang sihh~~Aigoo~~”Jiyong memegang dadanya. ”Aku menembaknya tadi nekat-nekatan!” Jiyong tersenyum lebar. Manis. Dan mulai hari ini aku benar-benar akan kehilangan senyum itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku turut senang...” hanya itu yang dapat kukatakan.Aku tidak ingin berkata apa-apa yang ujung-ujungnya akan menambah luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh yah~~dan sepertinya aku akan terhindar dari serangan jahilmu!!!Mungkin aku akan berangkat lebih pagi untuk ke rumah RiRan dan pulangnya sama RiRan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BRAAKKK!!!!!!&lt;br /&gt;”YA!KWON JIYONG!!!” Jiyeon menggebrak meja. Ia berdiri menantang Jiyong. Jiyong yang melihat reaksi Jiyeon malah terbingung-bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Waeyo,Jiyeon sshi??” Alis Jiyong naik.Aku tau dia agak tidak suka cara Jiyeon menggebrak meja tadi dan ia juga masih terbelenggu dengan kebingungan perubahan suasana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyeon siap melayangkan tamparannya pada Jiyong,tapi keburu ditahan oleh TOP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Cagiya~~sudah jangan seperti itu~~tenangkan dirimu~~” TOP membisikkannya di telinga Jiyeon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau ini kenapa,Jiyeon sshi???Aku ada salah apa padamu hah??!”Tanya Jiyong yang menahan emosinya,kurasa karena yang dihadapinya sekarang adalah perempuan sekaligus temannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jiyong ah~~”YongBae berdiri dan memegang bahu Jiyong. ”Sebaiknya kau temui RiRan kembali.Mungkin dia menunggumu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong menatap YongBae dengan linglung. Tapi ia menuruti perkataan YongBae. Ya,karena takut RiRan menunggunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan, RiRan, dan RiRan.&lt;br /&gt;Aku akan kehilangannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melangkahkan kaki turun dari bus dengan perlahan-lahan. Kudongakkan wajahku. Awan biru menggeser di langit menggumpal jernih seperti kapas yang membentuk berbagai macam gambar.Cahaya matahari tidak begitu menyegat tapi cukup menghangati setiap lekukan wajahku ini. Kuhirup dalam-dalam aroma laut yang menusuk hidungku. Ah...aku merindukan tempat ini.&lt;br /&gt;Inilah rumahku.&lt;br /&gt;Aku memasuki sebuah gerbang kecil yang terbuat dari besi yang catnya sudah terkelupas itu. Dengan sebuah papan plangkat ”PENGINAPAN SHIN” di sampingnya.Aku ingat pertama kali membuatnya sewaktu kecil bersama appa.Appa yang memanjat tangga,getok sana sini dan hasilnya masih kokoh sampai sekarang. Aku waktu itu hanya menggerecoki appa atau sekedar bermain mengaduk-aduk catnya sehingga bajuku kotor semua.Amma yang datang untuk membawakan cemilan pun alhasil marah-marah melihat kotornya bajuku.Aku berusaha mengingat-ingat, kira-kira waktu itu aku umur berapa ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HyeRin ah?Kau kah itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menegakkan arah pandangku. Seseorang terlihat muncul keluar berjalan pelan-pelan dari dalam penginapan seraya meraba-raba depannya. ”JiSang oppa!!” Aku berlari menghampirinya dan memeluknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HyeRin ah~~kau langsung dari sekolah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ne,oppa~” Aku tau pasti JiSang oppa akan menanyakan Jiyong. ”Oppa,aku kangen oppa~~~ ^^” Aku melepas pelukannya.Ya,aku memang kangen pada Jisang oppa. Jisang oppa yang berkulit putih bersih,tinggi,bibirnya bawahnya agak tebal,dan suara yang halus serak serak basah. Hanya matanya saja yang sama persis dengan Jiyong. *hwe?emangnya matanya bang sepen agag sama yee ma matanya yong2?wkwkwkwkk~disama2in aje lah!author disambit*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahahaha~~oppa juga kok! Ah ya, Jiyong mana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sibuk.” Untunglah oppa tidak bisa melihat ekspresiku saat ini. Aku nyaman berbicara dengan oppa jika hanya aku harus menceriakan nada suaraku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hwe? Jadi kau sendiri kesini?” JiSang oppa mengerutkan keningnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hhh~biarlah~dia sudah punya kesibukan sendiri.Lagian aku juga sudah besar kok,oppa!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaissshhh!!!Lihat saja anak itu!Kuceramahi dia nanti!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oppaa~~~sudahlah~~~mending oppa temani aku~~aku ingin berkeliling-keliling~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JiSang oppa mengangguk. ”Tentu saja. Sekarang kutemani kau ke tempat amma mu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amma!Aku antusias mendengarnya. Aku sudah lama tidak bertemu dengan amma. Aku memegang lengan oppa sehingga oppa tidak perlu lagi meraba-raba sekitar.Hahahha~malah terkesan aku agak menyeretnya. Langkahku riang sekali sih! Dan mengakibatkan Jisang oppa tersandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hyaaa~~~~~HyeRin ah~~~~pelan-pelan lhaaa~~~aku ini buta,tau!”JiSang oppa tertawa lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Biarin aja!Abisnya lagi hepi sih!!Hahahahaha~~” Aku kadang tak menganggap oppa rendah hati satu ini buta, jadi maklum saja kadang oppa terkena dampak kecerobohanku.^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memasuki ruang dapur, aku melihat punggung amma. ”AMMAAA!!!!!!” Aku melepaskan tanganku dari lengan Jisang oppa dan langsung nemplok memeluk amma dari belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eh mati eh copot copot!” *heizzz,,,kagetnya merusak suasana aje dah!* ”Ya!!HyeRinnie!Heizzz~~kau mengagetkan amma!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ahahahhahhaa~~~kan jarang-jarang aku bisa ngagetin amma!” Aku mengeratkan pelukanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaissshh!!Kau mau membuat amma mati,apa??!!Hhahahahaha~~Lepaskan dulu~aku susah menghadapmu kalau kau terus-terusan memeluk amma seperti ini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya ya ya~baiklah~~” Kulepaskan amma. Sekarang amma menatapku dari ujung kaki sampai ujung rambutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mwo?Apa aku salah lihat?Sepertinya kau sedang tertekan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngeh?Aigoo,,tebakan yang tepat,amma! “Tertekan?Ya,seongsaenim di sekolah makin tidak berperikemanusiaan memberi tugas. Mana kepala sekolahnya makin sarap pula!” *author nahan om YG yang udah siap bawa parang~”tenang,oomm~~~” xD*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jitakan pelan amma mendarat di keningku. ”Ya sudah,kau mau makan malam disini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kayaknya aku cuma sebentar disini. Bus terakhir kan jam 7 malam. Aku ingin berjalan-jalan sebentar ke tempat appa~” Begitu kukatakan itu,amma dan JiSang terlihat khawatir. Seperti sedih dan takut aku semakin terlarut dengan kesedihan. Ya,amma sangat cemas melihatku sering ke tempat appa dan menyendiri disana. ”Habisnya siapa coba yang menelepon ke apartemen,huh!!!” aku menyindir JiSang oppa seraya menghidupkan kembali suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hwe?Kau menyindirku gitu??” JiSang oppa bersender ke tembok menyilangkan kedua tangannya di dada. Sepintas kalau orang tidak mengetahui kekurangan di kedua matanya,pasti cewek-cewek sudah jatuh cinta setengah mati padanya. Siapa pula yang tidak mau dengan cowok tampan dan lembut begitu.Sepintas dia seperti artis korea yang terkenal itu, siapa namanya..oh ya Se7en! *diessss~~~author meler2 mbayanginye~~~ ditabok HyeRin*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nak JiSang menelepon ke apartemen?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ahahaha~~aku hanya ingin menanyakan kabar JiYong saja. Dan perasaanku benar,dia tidak mengangkatnya juga. Sebenarnya ada apa dengannya,HyeRin ah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya itu,dia sibuk. Sibuk pacaran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berjalan menyusuri pinggiran pasir putih dengan kaki telanjang. Terkadang air laut menghampiri kakiku dan membasahinya. Kicauan burung yang mengimbangi suara deburan ombak lautan. Kuhirup udara dalam-dalam,tercium aroma laut yang sangat menusuk hidungku.Rasanya tenang disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku duduk di pinggiran yang kira-kira air laut tidak bisa mencapai kakiku.Aku kangen appa.Aku ingat beberapa kenanganku disini bersama appa dan amma.HyeRin kecil yang duduk di hamparan pasir dengan appa dan amma yang sibuk menimbun kakiku dengan pasir.Atau appa yang menggendongku kesana-kemari dengan melempar-lempar ku keatas seakan aku ringan saja.Dan aku ingat aku berkata pada appa, aku ingin sekali punya suami seperti appa. Appa yang bijaksana tapi konyol,pintar tapi bisa berlagak bodoh di depanku supaya aku bisa mati tertawa karenanya,dan sangat menyayangi aku dan amma.Walaupun appa hanya bekerja sebagai pemadam kebakaran,tapi ia selalu membanggakan dirinya dan sangat menghargai tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“HyeRin ah~kau melamun lagi kan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh?JiSang oppa?Sedang apa disini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jisang oppa berjalan meraba-raba sekitar sampai tangannya menyentuh kepalaku dan ikut duduk bersamaku. “Mencarimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hyaaa~~~oppa mecoba menggombal padaku?heizzz,,Ada apa?,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JiSang oppa tersenyum.”Selama aku bisa bertemu denganmu,membicarakan semua yang terjadi selama kau tidak disini dan semua yang kau alami disana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisa bikin prosa tuh!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak masalah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizzz,,aku tak mau bibirku dower gara-gara banyak bercerita~~aku tak mau kalau jadi omas~~hahahha” *astaganagaG-naga~~omas nyangsang ke korea??*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Berarti aku yang cerita. Amma mu sangat merindukanmu.Kadang aku suka membantunya mengurusi penginapan ini.Yahh...kau tau sekitar sini banyak penginapan lain yang mulai berdiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya,aku juga merasa tak enak pada amma. Aku disana dan amma berjuang disini.” Aku sebenarnya sangat menghargai keberadaan JiSang oppa disini. Oppa bersedia tinggal disini membantu amma. Orang tua JiSang oppa dan Jiyong tinggal di Seoul. Kadang Kwon ajhumma setiap akhir pekan menginap disini untuk membantu amma juga. Mungkin mereka masih tidak terlepas dengan rasa bersalah atas kematian appa. Jujur aku malah tidak begitu memusingkannya. Keluarga Kwon adalah orang-orang baik. Yah,kecuali manusia babo satu itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa kau sedang ada masalah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ani~memang kenapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JiSang oppa menundukkan kepalanya. ”Ya aku terima selama kau merasa tidak ada masalah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Memangnya menurut oppa masalahku apa?Apa menurut oppa masalahku sekitar susah buang air besar atau WC di apartemen ku mampet atau pemalak di jalanan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JiSang oppa menengadahkan kepalanya ke depan. ”Kurasa tentang Jiyong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spontan aku menoleh. Aku terdiam cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Benar kan?Hhhh~~~benar-benar anak itu!Kalau aku jadi dia,aku tidak akan meninggalkanmu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertawa pahit. Ya,itu kalau oppa jadi Jiyong. Tapi nyata nya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;”Kau cemburu?”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!Oppa mau kubunuh juga??!!!Buat apa aku cemburu pada manusia babo super tidak tau diri itu!!!” aku tau dia tidak akan percaya walau aku harus berbohong seperti apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oppa tersenyum manis. ”Arasseo~~kau memang lebih cantik kalau galak seperti itu.Hahahahha~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!Oppa kan tidak bisa melihat mukaku!Bagaimana bisa bilang aku cantik,,huh!!Oppa mau meledekku??Jiyong saja bilang aku akan cepat tua kalau galak gini~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku menilai dari hati seseorang.”&lt;br /&gt;HA-HA. Hatiku cantik??Sampai Jiyong pun tidak menyukai ku?? Sebenarnya siapa yang buta? Yaisshh~~ “Aku brengsek,oppa.” Aku memang brengsek dan menjadi brengsek karena perasaan ini. Kupejamkan mataku. Kurasakan setetes air mata mengalir dari pelupuk mataku.Dua tetes...tiga tetes...kutahan agar tak bersuara, tapi tetap saja oppa merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jika kau ingin menangis,kupinjamkan bahuku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[yuk kambek ke author POV ah~~PLAK!digaplok HyeRin]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;”Kau yakin mau kuantar sampai sini saja?” tanya Jiyong pada RiRan. Mereka berhenti di persimpangan jalan dekat rumah RiRan.Mereka habis pulang dari kencan seharian setelah pulang sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, aku takut mengganggu orangtuaku. Kau tau kan ini sudah malam~”&lt;br /&gt;Jiyong mengangguk mengerti. RiRan pastilah anak yang sangat tidak mau mengecawakan orang tuanya.Malam-malam begini tidak enak juga kalau bertamu ke rumah lawan jenis, batin Jiyong. ”Ya sudah, kau langsung masuk ya. Dan jangan lupa sms atau telepon aku sebelum tidur. Arasseo?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Arasseo,Jiyong ah~~Sekarang pulanglah. Sudah malam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nde, aku pulang ya. Annyeong, RiRan ah~~” Jiyong tiba-tiba mengecup kedua jarinya dan menempelkannya ke kening RiRan. *Aaaaaaaaiiiiiiiiiiihhhhhh~~~~~~dengan berat ati nih gw Ran!jyahahahhaha*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan dan Jiyong saling melemparkan senyum. *batuuuu kalee dilempar~LOL* Setelah itu Jiyong pulang dengan menaiki bus. Untung masih ada bus terakhir di malam ini, jadi ia masih bisa pulang dengan cepat. *author said to jiyong :”author siap jemput kok,say~”*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!” sebuah suara mengagetkan Jiyong yang sedang memasuki pintu gerbang apartemennya.Membuat Jiyong menjatuhkan kunci dari tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“YA!!LEE SEUNGRI!BISA GAG SIH KAU TIDAK MENGENDAP-ENDAP BEGITU!!!” Jiyong otomatis kesal karena kaget dan juga seungri membuyarkan lamunannya tentang kencannya tadi. Ia memungut kunci yang terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Heizz!!YA!Hyung sendiri yang mengendap-endap begitu!!! Aku malah ingin tanya kenapa hyung kayak maling di lingkungan apartemen sendiri! Coba kalau hyung tidak pakai sepatu warna genjreng itu, mana aku tau itu hyung!Bisa-bisa tadi aku sambit pake linggis omma!”#$%@+%&amp;amp;$% *buseeetttt,,galak amet lo,rii!!hahahaha*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong mendekati Seungri dan segera menggaplok kepala Seungri. *YAY!!!!!IT’S G-RII TIME!!!!author joget2 girang*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aww!!Sakit!Heizzz,,,baru pulang kencan sudah jadi setan kayak gini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong mengaitkan lengan kirinya melingkari leher depan Seungri dan agak menariknya. “YA!Darimana kau tau aku kencan tadi,hah?!Kau menguntitku??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“YA YA YA!!!Lepaskan aku,hyung~~HyeRin bilang kau jadian dengan RiRan nuna~~Hyung~~lepaskan ohok ohok!!Aku..tak bisa..ohok ohok~~” Seungri terbatuk-batuk karena cekikan Jiyong semakin ketat. LOL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“HyeRin?Yaissh~~aku hampir saja melupakannya.” Jiyong melepaskan lengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!KAU INGIN MEMBUNUHKU??!!” seru Seungri sambil mengelus-elus lehernya. ”Bagaimana kalau leherku yang indah nan menawan hati ini lecet!!?!Kau tanggung jawab,hyung!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HyeRin ada di kamarnya?” Jiyong malah mengacuhkan pertanyaan bodoh Seungri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar Seungri bisa cepat lupakan perbuatan hyung terfavoritnya. XDD”Ada tuh. Dia pulang sebelum hyung tadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sebelum aku?” Jiyong terlihat sedang berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jangan tanya padaku kemana saja dia tadi. ”jawab seungri sambil mengelus-elus dagunya. ”Tapi yang kupikir mungkin HyeRin pergi ke tempat appanya.” *jeaaahhhhh~~katanya jangan tanya tho~~dijawab juge~~wkwkwkk* ”Soalnya kemarin ntu seseorang bernama Jisang menelepon ke apartemen. Hhhh~~memangnya tempat appanya sebagus apa sih?Bagusan juga nih apartemen ommaku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi Jiyong menggaplok kepala Seungri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!Kenapa pukul kepalaku lagi sih??!!!Memangnya kepalaku seseksi itukah sampai ingin hyung pukul terus?!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaisshh~~appanya sudah meninggal tauk!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seungri menutup mulutnya. ”OMONA!!!!PERGI KE TEMPAT APPANYA??” Bulu kuduk Seungri langsung berdiri. Dengan sigap ia nemplok ke badan Jiyong. &lt;3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!!SEUNGRI AH!!!AKU BUKAN HOMO!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Kim RiRan POV]&lt;/b&gt; *akhirnya kao ada POV juga,nak~~PLAK!ditampol Ran*&lt;br /&gt;”Kau yakin mau kuantar sampai sini saja?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya,kau pikir kau mau masuk dan menunjukkan mukamu ke ammaku,hah?! *nah lho???ada apah gerangaaaaannn~~~~ow oww~~RiRan ketauaaannn~~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, aku takut mengganggu orangtuaku. Kau tau kan ini sudah malam~” Ya itu alasan yang tepat kukira. Aku bisa memberi kesan perempuan rumahan manis padanya. Ha-ha-ha. Mudah sekali menipunya yang tergila – gila padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya sudah, kau langsung masuk ya. Dan jangan lupa sms atau telepon aku sebelum tidur. Arasseo?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyeh-nyeh-nyeh?Kau pikir kau ammaku,hah?!! Aku sebenarnya malas menjawabnya. Pertanyaan yang tidak penting. ”Arasseo,Jiyong ah~~Sekarang pulanglah. Sudah malam.” Apa aku mengusirnya?Tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nde, aku pulang ya. Annyeong, RiRan ah~~” Yes!Ppali wa!!!Perg-NGEH??Dia mengecupku?Apa pula itu?Mau sok menunjukkan keromantisanmu padaku???Aku tidak tertarik. Heizz,,baguslah dia pergi sekarang.Kuseka keras-keras dahiku yang tadi ditempelkan jarinya. Merusak bedakku!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutekan bel pagar rumahku. Dua kali, tiga kali sampai aku harus berteriak dari luar. ”YAA!!!!!!!SIAPAPUN CEPAT BUKAKAN PAGAR BRENGSEK INI!!”&lt;br /&gt;Seseorang yang langsung kuduga sebagai GuuRa datang tergopoh-gopoh membukakan pintu pagarnya. Tanpa pikir panjang, kubentak saja orang tua tidak becus itu.&lt;br /&gt;”YA!!Apa sih yang kau lakukan?Majikanmu sedang berdiri di luar malam-malam ini malah dibiarkan saja!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Cungsonghamnida,Nona.Saya kurang mendengarnya, tadi saya sedang makan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz,,aku tak butuh ceritamu.”Aku langsung memasuki pagar tersebut begitu terbuka. Kupelototi satpam tua itu.Kemudian kulangkahkan kaki cepat-cepat memasuki rumah. YA!Sejak kapan sih rumah ini mempunyai halaman yang luas??!!Ya, semenjak aku pacaran dengan Jiyong. Aku tidak pernah berkendara dengan mobilku. Jadi aku harus merusak betisku,berjalan menyusuri taman halaman rumahku yang luas. Jangan bayangkan rumahku hanya sejengkal dua jengkal. Kurasa parkiran sekolah pas sekali ukurannya dengan halaman rumahku yang biasa digunakan sebagai tempat parkiran rekan kerja appa. Appa?Apakah aku mempunyai appa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”RiRan ah~kau sudah pulang.” sapa seseorang dari dalam. Itu ammaku. Park YunJi. Adalah wanita yang berwatak keras. Amma seorang wanita karier yang selalu sibuk dengan urusan kantornya. Tidak ada bedanya dengan appa.Mungkin amma akan pulang setiap malam, tapi appa akan pulang dalam berhari-hari, menurutku hanya itu bedanya. Dan aku sudah terbiasa tanpa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku pulang atau tidak apa gunanya?” aku berjalan menaiki tangga rumah, menanggapi tanpa harus menghentikan langkah. ”Dan ngomong-ngomong tumben amma pulang lebih dulu daripada aku.” Keras?Aku juga jadi seperti ini karena mereka. Kuabaikan ocehan amma dari lantai bawah, segera kubuka pintu kamarku dengan tulisan ”LADIES CORNER”.&lt;br /&gt;Kubanting tas sekolahku ke lantai yang berkarpet bulu pink ungu. Semua unsur kamarku tidak jauh dari nuansa pink dan ungu. Dari mulai wallku yang pink ungu, tirai berwarna ungu gelap, bed coverku yang berwarna ungu, bahkan sampai laptop kesayanganku dimodif luarnya menjadi serba berbulu halus pink. Kusetel lagu What yang dinyanyikan YGMA Family. Ah, aku suka sekali lagu ini. Membuatku ingin menggoyangkan badanku sesuai irama. Tapi kondisiku sekarang sedang tidak begitu fit. *author udah nari2 striptis duluan*&lt;br /&gt;Kurebahkan badanku di tempat tidur. Bahkan aku menjadi kurang istirahat begini karena Jiyong. Anak yang hiperaktif~~menyusahkanku saja~~~&lt;br /&gt;Sejujurnya aku tidak begitu menyukainya dari awal. Yaishh,,bayangkan aku harus berjalan bersamanya tiap pagi ke sekolah. Tanpa mobil kesayanganku. Dan itu juga berarti jam ku bangun pagi harus lebih awal! Damn!! Dan dia selalu membuntutiku kemanapun aku pergi. Eeerrrrrrr~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapiii...lucu juga.&lt;br /&gt;Aku bisa sekaligus bermain dengan satu orang lain. Shin HyeRin.&lt;br /&gt;Perempuan yang lugu, menurutku. Hanya berbalutkan kegalakan di wajahnya. Tak ada sisi perempuannya sedikitpun. Dan kudengar-dengar...dia menyukai Jiyong?&lt;br /&gt;Wow!!Nampaknya kalau aku sedikit aktif, mungkin permainannya akan semakin menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; nah me-me-me-me-me-me-me-chigo shippuh&lt;br /&gt;duh bbahlee dee-dee-dee-dee-dee-dee-deedigo shippuh&lt;br /&gt;juh nohpeun building wheeroh juh poohreun hahneulwheeroh&lt;br /&gt;keuhgeh soh-ree-ree-ree-ree-ree-ree-reechigo shippuh&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ImEe Calling...&lt;br /&gt;ImEe?Ada apa ya dia telepon malam-malam begini? Kutekan yes pada ponselku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yoboseo? Ada apa,ImEe ah?”&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Yoo~~RiRan ah~~Kau habis jalan dengan si Yong2 itu lagi?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;“Ah~aku malas membahasnya. Aku capek sekali~~~rasanya badanku mau rontok semua~~eugghhh~~~~”&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Hyaaa~~salahmu sendiri! Kenapa juga kau menerimanya~~”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;“Nyeh nyeh nyeh~~kau tidak tau lah~” ya, ImEe tidak tau apa-apa dibalik semuanya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Eh,ngomong-ngomong besok kau ada rencana apa buat si cecunguk satu itu?”&lt;/i&gt; Aku senyum-senyum sendiri mendengar ImEe menyebut HyeRin dengan cecunguk.&lt;br /&gt;“Jaega?Ehm...”&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Kalau kau mau buat si HyeRin itu jatuh, kuharap kau juga buat rencana untuk si centil tak punya otak itu!”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;“Hahhahahaa~~Jiyeon maksudmu?”&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Heizzz,,,aku berasa mau muntah jika mendengarnya.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Satu fakta yang memudahkan aku berteman dengan ImEe adalah ia sangat membenci Jiyeon. ImEe menyukai TOP. Ya ya ya~aku takkan membuka suara pendapatku mengenai TOP, aku masih menghargai ImEe.&lt;br /&gt;“Kalau rencana untuk Jiyeon aku masih belum tau. Tapi... rasanya kalau untuk HyeRin, sudah mengambang di otakku yang brilian ini.”&lt;br /&gt;Kuraih ponsel LG Cyon Ice Cream2 *jeaahhh~~author obsesinya ketauan dahh~*, ponsel keduaku, membukanya flap, dan mulai menuliskan messageku kepada seseorang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[HyeRin POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kulangkahkan kaki menaiki tangga menuju kelasku. Huffhhhh~~~berkali-kali aku menghela nafas seperti nenek-nenek tua. Mungkinkah aku bertambah tua?Asataga,bagaimana kalau keriput mulai tumbuh di wajahku hanya karena aku banyak pikiran??&lt;br /&gt;Kuraba sekitar jidatku dan pipiku. Dan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HOII!!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Asatanaga eh kampred eh sompred!!” *LOL*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong?Baru saja aku ingin memakinya, tapi kutahan. ”Kalau kau mengagetiku seperti ini lagi, kuremukkan kepalamu.”&lt;br /&gt;Jiyong yang saat itu sedang memakai kupluk di kepalanya dan jas seragamnya tidak dikancingkan, membuatku berpikir dia semakin imut apakah aku yang sudah lama tidak melihatnya dari dekat seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz~~galakmu gak hilang deh! Oyah, aku ingin tanya, kau kemarin pergi ke rumahmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lalu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apanya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Behhh~~maksudku kau ngapain aja disana,mbaaakkk~~” *halahh~bahasa author mule ndodol*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku cuma mau menemui amma dan Jisang oppa saja. Lagipula aku kangen dengan appa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh~tapi kudengar dari Seungri katanya hyung meneleponku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz~~geurae~~kau saja yang tidak mengaktifkan ponselmu karena kau sedang kencan padahal hyungmu kangen padamu! Babo!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaisshh!!!Kau juga babo!Kenapa tidak beritau aku!!Kan kita bisa pergi kesana bersama!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hhhh~~kau berkata seakan kau punya waktu untuk bersamaku lagi,hah?” sindirku yang sebenarnya juga merupakan pertanyaan dari hatiku.Aku agak gugup mendengar apa jawabannya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong terlihat menggaruk-garuk kepala. ”Benar juga,ya~Ehmmm~~~gimana kal-”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”ANNYONG HYERIN AH!!!!!” Tiba-tiba RiRan melompat kecil merangkul leher Jiyong dari belakang seperti anak kecil. Bergelayut di lengan Jiyong. Senyumnya mengembang mengalahi matahari pagi ini nampaknya. Cukup untuk membuat para murid cowok yang kebetulan lewat atau yang memang mengikutinya, meringis melihat sikap RiRan pada Jiyong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Annyong,RiRan~~” aku tersenyum pada RiRan. RiRan datang di saat yang tepat, menyadarkan aku bahwa aku tadi sempat berpikiran ngawur untuk mencoba mendekati namjachingu orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hyaaa~~~kau sudah selesai ke toiletnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bla bla bla~~aku malas mendengarkan mereka. Bertiga mengobrol seperti ini adalah bukan ide yang bagus. Aku merasa seperti jerk yang ujung-ujungnya akan sakit hati sendiri. Mungkin aku akan menghindari situasi konyol seperti ini lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eng...aku ke dalam duluan ya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulangkahkan kaki memasuki kelas meninggalkan mereka di dalam kelas. Dari jauh kulihat SeoHee dan Jiyeon sudah stand by pada tempatnya. SeoHee dan aku bertemu pandang. Lalu membuang muka dariku. Ya, dia masih marah padaku soal kemarin. Kukuatkan hatiku dan mantap melangkah ke tempat dudukku yang letaknya pas di belakang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Annyong!” aku menyempatkan diri menyapa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Annyong,HyeRin ah~” balas Jiyeon takut-takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SeoHee tidak membalas sapaku. Aku sedih melihatnya. Tapi apa yang harus kulakukan?Membiarkan aku menjalankan rencana-rencana yang tidak masuk akal itu?Oh, aku akan memikirkannya dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”MONNYONG,HYERIN AH!!!!!” ^^ Teriak daesung dari tempat duduknya dan HyeJoon. Aku hanya mencibir padanya. Ck!! Bahkan Daesung yang kukira super duper sotoy itu tidak bisa menarik hati lawan jenis. Ternyata ada juga yang mau dengannya. *author ngerakit basoka di pojokan*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jiyeon ah~~~~” TOP berjalan ke arah Jiyeon. Suaranya memanggil nama Jiyeon tadi terdengar manja. *OMEGAAAAAAATTTT!!!!! author mimisan~ puyenk~ pingsan~ muntaber~ masuk angin~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Waeyo,Tabi ah~~” heizz~~suara Jiyeon juga gag kalah manjanya~aigooo~~terbuat dari apa pulak ni makhluk berdua!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mollayo~~nampaknya aku gak enak gini perasaannya~~Aku dari tadi merinding terus~~Ada apa yaa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hwe?Kau sedang tidak sehat,yobo?” Nah, sekarang giliran aku yang merinding mendengar sebutan Jiyeon untuk TOP. =,=&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hmmm~~mungkin saja~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mungkin kau akan mendapat firasat buruk?” Aku nyeletuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!Kau menyumpahi TOPku,huh??!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahahhaha~~pisss ah~~ kalo no piss nanti gag bisa pipiss lohhh~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP menggelengkan kepalanya. ”Kau mulai ketularan sablengnya Daesung~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”CHECK ONE~CHECK TWO~”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Semua pandangan kami ke arah speaker full stereo yang dipasang di sudut pojok atas dinding kelas. Ya, siapa sih yang gak kenal suara menyebalkan itu? Yang Seongsaenim~~yang selalu berkelakuan aneh~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Ehm~aduh~”&lt;/i&gt; Heizz,,kurasa dia tersandung kabel atau semacamnya di ruang radio. &lt;i&gt;“WHAZ’UP ALL PEOPLE HERE!!!Y’ALL READY KNOW WHO THIS!!hahahahaha~~Oke,oke~saya harap kalian semua sekarang berkumpul di lapangan sekolah kita tercinta. REMEMBER!!SEKARANG!!Saya tunggu, ya!Dan yang telat masih di kelas dalam 5 menit ke depan, saya akan siapkan hukuman menarik lho!!!”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami semua bergidik ngeri mendengar ‘hukuman menarik’ yang disebutkannya. Karena pasti di luar dugaan kami dan sungguh luar biasa aneh, itu yang biasa terjadi. Dulu pernah seorang anak kelas X waktu aku masih tingkat pertama yang dihukum disuruh meniru Rain dengan gagang kain pel dan topi baskom kecil dan menari pol-polan Rainism di tengah lapangan waktu jam istirahat, siang-siang bolong pula =,=”! Benar saja, semua anak langsung ngibrit lari keluar kelas terburu-buru seperti orang ngantri BLT. *ijyaahhh~~~bhe el te dibawa2~author dilemparin kol busuk ma readers*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*sumpah~bagian ni gw gejeh jijay*Kami semua duduk di pinggiran lapangan. Aku duduk di pinggiran tidak bersama dengan Jiyeon dan SeoHee. Jadi terpaksa aku duduk di dekat anak kelas X Sedangkan Yang seongsaenim berdiri di tengah lapangan dengan didampingi seorang asistennya yang bernama Yoo Jaesuk siap sedia memayungi Yang seongsaenim. Ck! Aneh gila!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ALOOOOOOOOOOHAAAAAAAAAAAA~~~~~YOROBUUUUUUNNNN!!!!” teriak seongsaenim di toa. Aigooo~~~betapa dodolnya~~udah tau pakai toa,masih teriak-teriak juga! “Kalian mau tau kenapa saya mengumpulkan kalian disini,yo?? Karena saya akan menunjukkan bagaimana kemajuan lagu kebangsaan sekolah kita~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar riuh desahan para siswa. Benar-benar tidak berguna. Tapi anehnya Yang seongsaenim tidak menghiraukan apapun yang menghambat jalannya acaranya. Kurasa walaupun badai katrina merintang, ia tetap akan mengumpulkan kami seperti ini. Kukeluarkan sebungkus kecil kacang goreng dari saku jas seragamku yang tadi kubawa dari rumah. LOL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”AND NOW!!PLEASE GIVING A BIG APPLAUS FOR OUR LOVELY STUDENT~~LEE SEUNGRI DAN KAWAN-KAWAAAAANNN~~” *diess*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OHOK OHOK OHOKK!!&lt;br /&gt;Punggungku ditepuk-tepuk seorang perempuan anak kelas X yang duduk di sampingku. Hampir saja aku tidak tersedak kacang goreng! Gak lucu kan kalau aku masuk headline berita SEORANG SISWA PEREMPUAN STRONG BABY HIGH SCHOOL MATI TERSEDAK KACANG GORENG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seungri dan 3 teman cowoknya masuk ke tengah lapangan. Yang seongsaenim dan pengikut setianya Yoo Jaesuk menyingkir. Banyak anak perempuan yang mengelu-elukan nama Seungri. *author juga ngikutan tereak~ditebas Daesung* Olala?Apa-apaan ini?Sampai teman seangkatanku juga meneriakkan namanya seperti orang gila???Yang benar saja!!Aku tidak tau kalau si bocah narsis satu itu punya banyak fans! Bayangkan dia akan meninggikan dirinya lagi di depanku~~EUGGGHHHH~~~ *BUGH!Hyerin dijotos seungri*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik dimulai. Dan tebak mereka ngapain?MENARI DI DEPAN SATU SEKOLAH! Rasanya aku ingin menutup mata dan kupingku. Ditambah mereka menari lagu kebangsaan sekolah~~STRONG BABY~~~baru kuingat kalau mereka yang latihan di kelas sewaktu ke kelasnya aku mau pulang bareng dengannya ternyata dia sedang latihan menari untuk ini~~Sudah tak tahan iman aku melihat ke depan XDD, kupalingkan kepalaku ke kanan, ke arah perempuan yang tadi menolongku menepuk-nepuk punggungku. Dia juga berteriak-teriak menyerukan nama Seungri. Terkadang dia mengobrol dengan teman di sampingnya di sela teriakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dia cakep sekaliiii~~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Cakeeeeepppp~~~~kau beruntung,JiAe ah~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wae geuraeyooo??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Seungri menembakmu~~hhh~~~kalau kau paca-”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NGEHH????????? Panda narsis itu nembak cewek ini??????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau....” aku bersuara, dan perempuan yang berpipi tirus dan rambut hitam lurus sebahu itu menoleh heran padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ada apa,onnie?Tenggorokannya masih sakit?” *author said : DIKOMIX AJAAHH~~PLAKK~~Iklan noh~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ani~~emm kau ditembak bocah na-ehm maksudku Seungri?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu mengangguk malu-malu. ”Onnie mendengarnya,ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau sudah menerimanya?Sudah jadian?Kapan?Oya,namamu siapa tadi?JiAe??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eyh?Aku?Belum... rencananya nanti sesudah dia perform ini~~Iya,aku Song JiAe” *tendang2 pantat Kiki*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hwe??Sesudah ini?” Ow ow owww~~~bisa jadi bahan ledekan nih~ “Oya, gimana dia menembakmu? Kau dipegang tangannya? Atau dia melebih-lebihkan dirinya di depanmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah JiAe kaget. “Eng…dia hanya bilang…kalau aku menerimanya sebagai pacar, aku akan beruntung mendapatkan cowok tertampan seabad ini…begitu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MWO?Itu namanya menyatakan cinta pada seorang wanita? Haisssshhh~~bahkan dalam menembak cewek pun penyakit narsisnya masih saja menjangkit! “Tapi dia berusaha mencari-cari perhatianmu kah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JiAe mengangkat bahu. “Kurasa dia sangat aktif. Seungri selalu membawakan bekal makanan untukku. Dia memasaknya untukku.” NYEH???Bekal?Bukannya Lee ahjumma selalu membuatkan satu bekal saja untuk seungri?Dan..yucks~aku pernah mencoba mie ramyun yang dimasak seungri~ajiipppp~~~dijamin muntaber setelahnya! ”Juga selalu bergaya-gaya seperti eigi kalau aku sedang bosan di kelas.” O.em.Ji~ eigi???Seungri yang selalu kutoyor-toyor itu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”JiAe ah~Ji Ae ah!!!!Ppali lihat!!Seungri membentuk hati dengan tangannya untukmu!!!”kata teman yang di samping lain JiAe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontan kami berdua menoleh ke depan. Seungri tersenyum manis seperti senyum malaikat (pencabut nyawa kalau dia sedang bersamaku), memandang ke arah kami. Tentunya untuk JiAe, bahkan kurasa dia tidak menyadari keberadaanku. Behh!!! Panda narsis itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizzz~~lihat saja kau akan mati malu kalau kau tidak memanggilku nuna,Lee Seungri!” desisku tak terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eyh??” Ooopsss~~terdengar! JiAe menoleh membesarkan matanya padaku. ”Onnie ini sebenarnya siapa sih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubentuk V dengan kedua jariku.”Aku tetangganya Seungri~~Eheheheehe~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Author POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;”Heizz~~kenapa sih si pak tua aneh itu mau masuk ke kelas kita?” gerutu daesung dengan muka senyum-senyumnya. Ia duduk di sampingku sambil memperhatikan wallpaper doraemon di ponselnya. Ia mengganti-ganti lihat seluruh gambar doraemon di ponselnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ampun deh~kau menggerutu tapi mukamu senyam-senyum gitu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hyaaaa~~~~kau seperti tidak tau muka pabrik ku aja,HyeRin ah~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Karena itukah HyeJoon menerimamu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kurasa. Aku kan setampan doraemon~~~hoooooooo~~~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!! Kau membandingkan perempuan-perempuan dengan doraemon~sekarang kau bilang kau setampan doraemon~~sebenarnya doraemon punya berapa jenis kelamin sih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Molla.”lagi-lagi dengan senyum gejehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin tertawa pelan. Kadang dia mencuri pandang menoleh ke arah Jiyong dan RiRan yang duduk di pojok kiri paling depan. Jiyong memegang tangan RiRan sambil tertawa-tawa bercerita entah apa. Jiyong kadang mengacak-acak rambut RiRan dan RiRan pun kadang mengelus pipi Jiyong. HyeRin berusaha memalingkan wajahnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YongBae yang duduk di meja mengahadap HyeRin buka suara. ”Daesung ah~mana Hyejoonmu?Kok kau tidak bersamanya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daesung manyun-manyun seksi *waks!!*. ”Aku tidak mau mengganggunya~~nampaknya dia sedang stres mengerjakan fanficnya~~~” *daesung aaaaaaaaahhhhhhh~~~~~~sini kucipok bibir seksimu karena mengerti dakuuuhh~~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau siihhh~~doraemon-doraemon terus!Kan dia tambah stress!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BRAAAKKK!!!!!Belum selesai TOP menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba terdengar bunyi gebrakan pintu kelas dibuka secara keras. Spontan semua orang terdiam dan menoleh kaget ke arah pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”SEUNGHYUUUUUNNKUUUUUUUU~~~~~~~~~~~~~~~~~~&lt;3”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kejadian itu dibikin slow motion, terlihat semua reaksi yang tadinya kaget, mengerutkan kening, menautkan alis, heran, cengo, melongo, melotot, dan akhirnya menoleh pada siapa yang dipanggil. Seorang wanita bertubuh langsing tinggi semampai setinggi TOP menengok kanan kiri depan belakang atas bawah LOL. Pakaian wanita itu sangat modis. Memakai kemeja ketat pink berleher bulu-bulu pink juga yang memamerkan sebagian perutnya dan ujungnya diikat di depan. Dipadu dengan jeans ketat biru plus ikat pinggang blink blink yang semakin membuat lekukan tubuhnya semakin seksi. Setelah mata hitam bulat lentik itu menemukan sosok TOP, ia langsung berlari. Rambutnya yang hitam pekat pula berkibar wangi membuat pria seisi kelas disitu terkagum-kagum padanya. Bahkan RiRan pun memelototi Jiyong yang memandang kagum pada wanita itu. *ayoo tebak siapeee~~~yang berhasil nebak dapet gelas cantik dari wenche~xD*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Seunghyun kuuuuuuu~~~~~~~~” ucap wanita itu lagi dengan nada manja menemplok memeluk erat TOP yang disambut dengan tatapan setan Jiyeon. Dan jangan lupa juga ada tatapan sangar istri galak yang diberikan ImEe dari pojokan tempat duduknya bersama TaeHee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tau bagaimana tampang TOP saat itu?Freeze. Bagaikan tak ada aliran darah di mukanya. TOP bergidik ngeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!!KAU!!” akhirnya TOP meronta melepaskan pelukan wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahahahhaa~~~my seunghyunn~~~apa kabarmu?” wanita itu juga mengacak-acak rambut TOP mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”SUDAH KUBILANG JANGAN PANGGIL AKU SEPERTI ITU!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu manyun-manyun. Bibirnya yang tipis namun bersinar cerah dengan warna lipsticknya terlihat pas dengan wajah tirusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aigoooo~~~~kau jangan galak-galak padaku~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lagipula siapa suruh datang kesini!!!Apa yang kau lakukan disini,hah!!??!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin dan Yongbae berbisik-bisik ria. ”O-Yongbae ah~~kurasa aku pernah melihat orang ini~~~~~~~” HyeRin menahan suaranya agar tidak terdengar yang lain. ”AH!!!!Benar juga!!Wanita yang ada di-”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pasti kau melihatku di board advertise yang ada di pinggir jalan itu kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini giliran HyeRin yang cengo setengah mati. Padahal dia berbisik dengan Yongbae.”Masa’ kuping onnie ini sama dengan kuping kelelawar?” *BATWOMAN??*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, itu iklan terbaruku. Iklan Nissan Sky Line kan? Oh~~kau tak akan membahas aku berpakaian minim di iklan itu kan??Heizz~~~pasti semua membicarakannya!” Dan semua orang di kelas itu tanpa dikomando sudah berbisik sana-sini mengenai iklan wanita itu. *silahkan search tentang nissan sky line~~mobil ajiippp obsesinya author~hahahaa~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!Kau ini siapanya TOPku?” tanya Jiyeon dengan tampang galak. Mendengar itu, Imee juga makin memandang galak Jiyeon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”TOPmu?” Wanita itu memandang geli ke arah TOP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“iya, TOP-KU!” lagi-lagi ImEe di pojokan sana naik darah esmosi jiwa segera ditahan oleh TaeHee. *sabar imeee~~~piss ah~~hahahaha*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“YA!Seunghyun ah!Kau tidak bilang kalau kau punya pacar!Kau tidak mengenalkannya padaku!!Kau tidak menganggap aku nunamu lagi,ya?! Heizz!!Adik kurang ajar!” Wanita itu menggetok kepala TOP dengan tas tangan cokelatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nuna?Adik?” Jiyeon yang sekarang mulutnya menganga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Heizzz,,,Geurae!Dia memang nunaku.” TOP memperkenalkan dengan tampang stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Choi NaNa imnida~kalian kenal aku dengan panggilan Nanz kan?Itu nama debutku di Amerika.” Nan mengangkat bahunya cuek, mengibaskan tangannya. ”Aku baru pulang dari Amerika untuk mengenalkan seseorang dan sekalian melihat keadaan seunghyunku yang bohay ini~~~~~” Nanz mencubit pipi adiknya gemas plus menepuk pantat TOP xD. TOP mengerang kesal diperlakukan seperti anak kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah,mianata onnie~~aku tidak sengaja berbuat tidak sopan pada onnie~~” Jiyeon sibuk membungkuk-bungkuk badannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahahaha~~gwenchana~~asal kau traktir aku yong ggaeng saja~aku kangen dengan makanan Korea~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aigooo~~~jadi onnie model yang terkenal di Amerika itu kah?” tanya HyeRin berbinar-binar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yapp!!Why?Is there anything wrong with me?” *jeeeeaaaaaaaaaahhhh~~gayanyee nan onnieee~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya!Tabi ah~~kau tak pernah bilang apa-apa tentang nunamu! Katanya nunamu sedang mengadakan penelitian tentang marmut busung lapar ke Afrika!!!” cerocos Daesung yang langsung mendapat pelototan mata TOP yang setajam silet itu~ TOP langsung lemas dan pasrah menerima reaksi apa yang akan dikeluarkan oleh nuna nya yang nyentrik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Marmut busung lapar????AFRIKA???” Nan langsung memiting TOP. *halaah~tau dipiting kan?wkwkwkk* TOP meronta tercekik di bawah ketiak Nan. “YA!!!KAU KIRA AKU APA HAH SAMPAI NYANGSANG KE AFRIKA SANA??!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“YA!!NUNA!!!AMPUN,NUNAA~~~AKU AKAN JADI PELAYANMU SELAMA DISINI ASAL KAU LEPASKAN AKU~~~~~~~~~~~~~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“YO YO YOOOOOOOOOOOOOOOOO~~~~~~~~~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[HyeRin POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa kupercaya hari ini aku bertemu dengan seseorang yang biasanya hanya kulihat di majalah Looks impor milik Jiyeon. Dan bahkan dia adalah seorang nuna dari temanku!!!Weeehhhhh~~~apakah aku juga bisa mendapatkan tanda tangannya?? LOL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“YO YO YOOOOOOOOOOOOOOOOO~~~~~~~~~~~”&lt;br /&gt;CK!!!Suara itu lagi! Yang seongsaenim sudah masuk ke dalam kelas. Tapi kali ini bukan Yoo Jaesuk yang menemaninya. Tapi seorang cowok berperawakan tinggi, berseragam sekolah ini pula. MWO? Manusia setinggi ini masih SMA? Kukira sepantasnya dia seperti anak kuliahan. Kaki dan tangannya yang panjang. Lehernya yang jenjang. TOP saja yang paling tertinggi di kelas rasanya kalah tinggi darinya. Tubuhnya pun langsing pas dengan jas seragamnya. Wajahnya berkulit agak cokelat sedikit. Siapa dia? Murid baru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“YAAA!!!!! Apa yang kau lakukan, Nan ah~?” tanya Yang seongsaenim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ahahahahaa~~~~” dia melepaskan cengkeraman lengannya dari TOP sementara TOP sendiri menghembuskan nafas lega dan langsung gerak cepat duduk. ”Aku baru saja menyapa dongsaeng tercintaku~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP terlihat bergidik dan urat di wajahnya terlihat mengeras mendengar nunanya. Heiz~~dasar nuna-dongsaeng yang aneh~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya sudah, saya akan perkenalkan-”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”SEONGSAENIM!!!!!!!” Nan berjalan kembali ke depan kelas. Yang seongsaenim hanya menelengkan kepalanya. ”Biar aku yang kenalkan saja.” Kemudian Nan berdiri di samping cowok itu dan merangkulnya. ”Dia ini Shim ChangMin. Rekanku satu profesi sewaktu di Amrik. Salah satu alasanku kesini selain bertemu dengan dongsaeng tercintaku~~~~Minnie ah~cepat berikan salam!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Annyong~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WEW~~~Apa aku tidak salah dengar? Aku bertemu dua model dari Amrik hari ini? Dan lagi-lagi menerima murid baru yang bagaikan oasis segar di sekolah ini! Aku penasaran sekali apa lagi yang akan terjadi di sekolah aneh ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA! SEUNGHYUNNIE AH~! JANGAN LUPA JANJIMU JADI PELAYANKU YA!!ARA???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bel istirahat berbunyi. Aku merenggangkan sendi-sendi ku sejenak karena kaku. Kulirik sebelahku, bangku yang tadinya kosong sekarang telah berpenghuni. Shim Changmin duduk di sebelahku. Dan dia dari tadi belum membuka suara. Lagipula aku juga risih membuka mulut juga. Dari awal dia menginjakkan kakinya di bangku itu, semua perempuan di kelas ini seakan tidak mau kehilangan sedetik saja pose darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya ChangMin ah~kau mau makan siang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku malas makan. Menurutmu makanan disini enak? Kurasa lebih enak makan bistik atau berbau keju.” *alahhh~~~author aje makan tempe mendoan doangan~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaissshhh!!!Sombongnyaa~~~YA!Kau ini orang Korea, masa’ kimchi saja kau tidak suka???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku dari kecil tinggal di Amrik. Hanya beberapa kali ke Korea, jadi aku tidak begitu familier disini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“YA!!Lain kali kau akan kucekoki kimchi secara paksa!!Heizzz~~~~”&lt;br /&gt;Jiyeon menengok ke belakang. ”ChangMin sshi~~kenalkan, aku Lee Jiyeon. Temannya HyeRin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan aku TOP, pacarnya Jiyeon.” TOP langsung menghadang Jiyeon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya ya ya!! Kau bertingkah seperti istrinya mau diambil orang lain saja!”ceetukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba seseorang datang menghampiri mejaku. Itu RiRan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HyeRin ah~~kau mau makan siang barengku? Ah, maaf waktu itu kita tak sempat melanjutkan obrolan kita~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eyh? RiRan kenapa tiba-tiba datang kesini? Dan dengan sigap SeoHee menoleh tajam ke arahku. ”Eng..gwenchana~~aku makan siang bareng ChangMin kok~” segera kusikut lengan ChangMin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh, ya sudah,, aku menunggumumu di pojok kelas Seni kalau kau mau mengubah pikiran~Aku pergi ya!” RiRan dengan anggunnya melambai padaku dan berlalu dari tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau bahkan lebih munafik dari yang kukira!” desis SeoHee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aniyo SeoHee ah~aku tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya-“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau mengobrol dengannya?Apa jangan-jangan kau berpihak padanya?” kata Jiyeon dengan nada curiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tatapan terarah padaku sekarang. SeoHee yang paling menusuk. Aku bingung. Dalam hati, aku benar-benar tidak seperti yang mereka pikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tentu saja tidak! Dia hanya ingin berteman saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kenapa kau tidak bergabung saja dengan trio tengil itu?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa sih yang kau bicarakan!!Aku bingung harus menjawabmu apa,Han SeoHee!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh, kau tidak perlu menjawab apa-apa. Mulai sekarang aku tidak aku mencampuri urusan hidupmu!Kau puas???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku puas!” entah kenapa jawaban itu keluar begitu saja. Aku sedang emosi sekarang. SeoHee benar-benar keras kepala yang ingin pendapatnya selalu didengar! Aku muak dengan itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kuharap kau menyesal atas apa yang kau putuskan saat ini!” SeoHee menggebrak meja dan berjalan keluar kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyeon menatapku dengan tak percaya. ”HyeRin ah~kupikir SeoHee benar... Kau terlalu menipu dirimu.” Jiyeon berlari segera menyusul SeoHee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memukul meja. Kepalaku terasa mau pecah. Aku begitu konyol!!!Kubenamkan wajahku pada kedua telapak tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hey~ada yang bisa jelaskan ada apa ini?” Changmin membuka suara..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Author POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;”YES!!!!MEREKA PECAH!!TOS!!!” ImEe mengulurkan tangan dan ia berhighfive dengan TaeHee. Mereka berpura-pura sedang mengobrol padahal dari tadi menguping pembicaraan HyeRin cs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasakan!!Rencana kita berhasil!” mata TaeHee berkilat-kilat senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Padahal RiRan tidak melakukan hal yang ekstrim, hasilnya oke gini!hahahahhaa~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi aku malah semakin ingin menghancurkan HyeRin!” kata TaeHee berapi-api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aiissssh~jangan bilang kau menyukai Jiyong,ha??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TaeHee menggaplok kepala ImEe. ”Babo!! Bukan itu! Kau lihat itu? ChangMin. Dia akan besar kepala punya teman semeja seperti ChangMin.” *aahhh~~~dasar iri ajah kao~~BUGHH!!!author ditonjok ImEe TaeHee~~* ”Aku tidak tahan melihatnya seperti itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz,,,tumben kau pintar! Aku juga semakin gatal dengan mereka.” ImEe tetap terus mengamati gerak-gerik HyeRin. ”Ah! Ini dia!! Cepat missedcall RiRan! Sekarang!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ooh~jadi begitu ceritanya~~” kata Changmin mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YongBae dengan baik hati menjelaskan apa yang terjadi. *yongbae ahh~~sini kucipok~~meringankan tugas author~~hahahaha*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz~~Coba kalau ada Doraemon disini~~pasti kit-”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Awas kalau kau sekali lagi berkata hal bodoh lagi! Akan kulempar kau dari jendela!” TOP mengancam Daesung, ia masih kesal dengan Daesung yang tadi buka suara tentang kebohongan TOP ’penelitian marmut busung lapar di Afrika’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daesung langsung menutup mulut seperti menempel isolasi di mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi menurutku apa yang dikatakan HyeRin sshi masuk akal~ Bukan berarti aku juga tidak percaya pada ceritamu, YongBae sshi~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Algeseumnida... kau benar. Yaa...” YongBae ingin meneruskan kalimatnya, tapi tetap saja ia merasa tidak ada gunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku ingin cari udara segar.” HyeRin berjalan keluar kelas. Ia tidak tahu ingin kemana, kemana saja asal kaki ini tetap melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah, yang benar??Jinja??”&lt;br /&gt;”Aih, benar~Siapa lagi kalau bukan RiRan dan Jiyong!!Ayo cepat kesana!!”&lt;br /&gt;HyeRin tidak sengaja mendengar omongan kanan kiri. Ia baru sadar kalau orang-orang disekitarnya berlarian menuju pojokan sana. HyeRin bertanya-tanya di dalam hati apa yang terjadi. Sudah agak penuh orang-orang mengerumuni. HyeRin mendekat untuk mencari tau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hey!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aigo, ChangMin ah!!! Mau bikin aku jantungan mati komplikasi flu kuda,apa??!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changmin menaikkan alisnya dan tersenyum geli. ”Ada apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Molla. Ini baru aku mau lihat.” HyeRin mendekat ke arah keremunan diikuti dengan Changmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Permisi~permisi~~” HyeRin menyeruak dari kerumunan anak-anak supaya bisa dapat tempat paling depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ada ap.....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wae, Hyerin ah?” Changmin mendongak ke arah apa yang dilihat Changmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kwon Jiyong dan Kim RiRan berciuman mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===============================================&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4836892725700449318-4973247995242519839?l=lookingforwenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/feeds/4973247995242519839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/2009/12/pg17straight-do-u-love-me-chapter-5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default/4973247995242519839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default/4973247995242519839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/2009/12/pg17straight-do-u-love-me-chapter-5.html' title='[PG17/Straight] Do U Love Me? -Chapter 5-'/><author><name>wenz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07797475595889909540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKrbjZFkiWE/SxUZXKpbY_I/AAAAAAAAAAM/sYrSj_8KUik/S220/jj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4836892725700449318.post-3483351937758257987</id><published>2009-12-01T05:55:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T05:57:17.346-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My fanfiction'/><title type='text'>[PG17/Straight] Do U Love Me? -Chapter 2.3.4-</title><content type='html'>&lt;b&gt;chapter 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”KWON JIYOOONG!!!! CEPAT BANGUUNNN!!!” HyeRin menggedor – gedor pintu kamar JiYong. Tapi belum ada reaksi juga. HyeRin segera membuka pintunya. Karena dia yakin kalau JiYong masih tidur di dalam dan tidak akan bangun kalau tidak ditarik hidungnya.&lt;br /&gt;Dan benar! JiYong masih dengan kaos oblong gombrong putih dan celana pendek tidur lasak.&lt;br /&gt;”YA!! JIYONG AH!!!!! BANGUN!!” HyeRin yang sudah berpakaian seragam rapi berdiri di samping tempat tidur JiYong yang kecil ukuran satu orang.&lt;br /&gt;”Hem? Nyem... nyem...”&lt;br /&gt;HyeRin segera mengeluarkan jurus ampuhnya. Ditariknya hidung JiYong lama sampai dia kehabisan nafas dan terbangun.&lt;br /&gt;”YA!!!! SHIN HYERIN!! APA – APAAN KAU INI??????????? MAU MEMBUNUHKU, HAH!!!!!!!!!!!!”&lt;br /&gt;”Ppali! Kita bisa terlambat ke sekolah!”&lt;br /&gt;”Heizz...” JiYong mengacak – acak rambutnya. ”Memangnya sekarang jam berapa?”&lt;br /&gt;”Jam 7 kurang 10 menit yang berarti kita hanya punya 10 menit untuk berangkat!”&lt;br /&gt;”APAAAAAAAAAA?????????????”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngosh... ngosh...&lt;br /&gt;”Heiizz~ kau berlari terlalu cepat, babo! Kau kira aku ini pelari marathon!!” umpat HyeRin sambil memegang perutnya.&lt;br /&gt;”Kau mau kita dihukum sama Pak Han seperti dulu!!! Babo!”&lt;br /&gt;Yah begitulah orang babo sama – sama mengatai babo~ XDD *author disepak HyeRin ma GD*&lt;br /&gt;Mereka sampai di halaman sekolah bertepatan dengan bel masuk. Dari apartemen, mereka berlari ke sekolah tanpa naik bus. Kalau menunggu bus lagi, rasanya mereka akan terlambat. Alhasil selama berjalan ke kelas, mereka sibuk mengatur nafas.&lt;br /&gt;”Aigooo, kalian datangnya pagi sekaliiiii~~” sambut TOP yang nama aslinya Choi Seunghyun, katanya sih biar keren. TOP duduk di depan JiYong bersama Yong Bae.&lt;br /&gt;”Aku telat bangun...” JiYong menjatuhkan dirinya ke kursinya. ”Hyaa~~ hoaaaahh!”&lt;br /&gt;JiYong duduk di meja seberang sampingnya meja HyeRin. HyeRin malah sudah menaruh kepalanya di meja. HyeRin duduk sendiri.&lt;br /&gt;”Hya~~ kau ini seperti habis lomba lari marathon saja!” kata Lee JiYeon yang duduk di depan HyeRin, menengok ke belakang dengan mengipasi HyeRin. JiYeon gadis feminim penyuka pink dengan kipas lipat yang selalu di tangannya. ”Lihat itu keringatmu~~ hwaaaaa~~ cepat keringkan sana~~”&lt;br /&gt;”Ini pakai tissue ku! Ckckck~~ ya JiYong ah!! pasti ini ulahmu kan!!! Kau selalu menyusahkan HyeRin!” seru SeoHee yang duduk di samping JiYeon, memberikan sebungkus tissue pada HyeRin. SeoHee anak yang pintar di antara mereka bertiga. Sikapnya yang dewasa membuat JiYeon dan HyeRin kadang memanggilnya amma SeoHee.&lt;br /&gt;”Ya ya ya! Jangan cerewet ah!” balas JiYong tidak mau kalah.&lt;br /&gt;”Iya, SeoHee! Kalau kau cerewet begitu, nanti cepat tua~ Doraemon saja gak secerewet dirimu~” timpal DaeSung yang bertampang innocent alias paling banyak senyum. Ia duduk di samping JiYong. Penyuka Doraemon dan kelakuannya tidak jauh beda childishnya dengan JiYong.&lt;br /&gt;Mata SeoHee berkilat seakan menusuk DaeSung~~ hyaa~~ siapa pun akan diam kalau amma SeoHee sudah seperti ini.&lt;br /&gt;”Ah ya, HyeRin ah~ nanti kita nongkrong di VIP Cafe yuk!! Aku dan SeoHee mau kesana nanti. Kita hunting cowok2 ganteeeeeeng~~~ gimana? Mau kan? Ayo laaah mau ajaaaaa~~ yah yah yah??” JiYeon mengeluarkan puppy eyesnya.&lt;br /&gt;”Iyah, iyah... tapi aku gak makan banyak ya! Takut akhir bulan ini uang kiriman ammaku keburu habis... T___T” kata HyeRin masih menenggelamkan wajahnya di lipatan kedua lengannya.&lt;br /&gt;”Oke~~ urusan gampang itu!”&lt;br /&gt;”JiYeon ah~ kami boleh ikut kaaan???” pinta TOP dengan nada merayu pada JiYeon.&lt;br /&gt;JiYeon yang memang suka pada TOP langsung mengangguk dengan semangat. SeoHee langsung mencubit pinggang JiYeon. ”Awwwww~~~ ammaaaaa~~~ appeudaaaa~~”&lt;br /&gt;”Heizzzz, kau sudah lupa dengan apa yang akan kita lakukan??” mata SeoHee melotot pada JiYeon, ia rada berbisik pada JiYeon agar tidak terdengar orang lain termasuk HyeRin.&lt;br /&gt;”SeoHee ah~~ mian~~ kau tau kan kalau my seunghyun itu sudah minta, apa pun akan ku say yes~~”&lt;br /&gt;SeoHee menjitak kepala JiYeon. Ia menggeleng2 kepala. ”Terpaksa nanti kita harus bicara di waktu lain dengannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya! Aku mau dibawa kemana???” HyeRin ditarik2 oleh JiYeon dan SeoHee begitu bel pulang sekolah berbunyi.&lt;br /&gt;”SeoHee ah~ jadi ke VIP cafe tidak?” tanya TOP yang khawatir gak jadi pergi karena melihat tingkah mereka bertiga.&lt;br /&gt;”JADI!!!! KAMI MAU ADAKAN RAPAT TERTUTUP SEBENTAR! TUNGGU KAMI SAJA!!” teriak JiYeon sambil menyeret HyeRin keluar kelas.&lt;br /&gt;”Rapat????” gumam HyeRin tapi mereka berdua tetap menyeretnya hingga ke atap gedung sekolah. ”YA!!! Tanganku sakit, tauk!! Kalian kira aku ini sapi diseret – seret begitu!!” omel HyeRin.&lt;br /&gt;”Jelaskan pada kami perkembangan kau dengan Jiyong seminggu ini.” tanya SeoHee tepat pada sasaran a.k.a to the point xD. Ia berdiri di hadapan HyeRin dan menyilangkan tangannya di dada seperti amma yang sedang menginterogasi anaknya yang pulang malam.&lt;br /&gt;”Ngeh?Pertanyaan yang sama setiap minggu tapi kenapa harus menyeret – nyeret begini sih sekarang??”&lt;br /&gt;”Semua gara – gara si JiYeon itu! Padahal kita mau bicara bertiga saja tapi malah mengiyakan sarang laki- laki itu ikut!!” SeoHee menunjuk ke arah JiYeon.&lt;br /&gt;”Nde?SeoHee memang tidak pernah berhenti bersikap seperti itu padaku ah~~” JiYeon manyun.&lt;br /&gt;”Sekali – sekali kau harus bisa menolak kata – kata si Senghyun itu!! Nanti kalau dia minta apa – apa darimu bagaimana??” omel SeoHee pada Jiyeon yang semakin membuat JiYeon manyun.&lt;br /&gt;”Eyh~~kalian malah berantem sendiri~~hahahaha~~”  HyeRin malah ketawa melihat tingkah kedua sahabatnya.&lt;br /&gt;“YA!! Kau juga Shin HyeRin! Bagaimana dengan JiYong? Ada kemajuan?”&lt;br /&gt;“Kemajuan? Kemajuan apa yah? Sepertinya setiap hari selalu sama.” jawab HyeRin santai.&lt;br /&gt;”Sama? Itu sama saja dengan TIDAK ADA KEMAJUAN! JiYong memang harus dipancing!”&lt;br /&gt;”Ngeh? Pancing??”&lt;br /&gt;“Betul, amma! Mungkin JiYong- sshi bakal suka sama HyeRin! Dipancing!!!” JiYeon ikut – ikutan dengan ide pancing – memancing ala SeoHee.&lt;br /&gt;”Memangnya JiYong ikan, apa??” kata HyeRin yang tidak digubris oleh kedua orang itu.&lt;br /&gt;”Kurasa memang JiYong orang yang tipenya seperti itu. Harus dipancing! Kalau tidak, dia tidak akan menyadari perasaannya ke HyeRin.”&lt;br /&gt;”Mungkin kita bisa memanas- manasinya, amma!”&lt;br /&gt;”Mungkin.”&lt;br /&gt;”Jadi mungkin dia akan cemburu.”&lt;br /&gt;”Atau mungkin juga tidak. Umm bagaimana kal-”&lt;br /&gt;”YA!!! Kalian berdua ini kenapa sih!!!!” HyeRin akhirnya kesal juga.&lt;br /&gt;”Kenapa apanya? Kami ini ya sedang membantu hubunganmu dengan Jiyong!!” jawab SeoHee ketus.&lt;br /&gt;”Aku tidak ingin dibantu.”&lt;br /&gt;”Maksudmu?” SeoHee memicingkan matanya.&lt;br /&gt;”Shin HyeRin! Tinggal beberapa langkah lagi kau bisa memajukan status hubungan kalian!” Jiyeon ’gerah’ melihat HyeRin yang malah tidak ingin dibantu seperti itu. Dia mengibaskan kipas lipatnya semakin cepat.&lt;br /&gt;”Tidak. Jangan seperti itu...”&lt;br /&gt;”Lalu kau masih mau menunggu?” SeoHee mengerutkan alisnya.&lt;br /&gt;”Aku ingin dia menyadarinya sendiri...”&lt;br /&gt;”Ya kalau begitu mah lama bangeeeeeeeeeeeeettttt~~~~~” putus Jiyeon lagi.&lt;br /&gt;”Gwenchana. Yang penting aku merasa nyaman kami merasa seperti ini. Aku malah tidak bisa membayangkan kalau Jiyong tau perasaanku ini. Hhh... aku yakin dia pasti akan menjauhiku. Dan aku gak mau hal itu terjadi!”&lt;br /&gt;”Arasseo... aku gak ingin kau tersiksa kalau terus seperti ini.”&lt;br /&gt;HyeRin tersenyum hangat. ”Cinta tidak bisa dipaksakan, bukan?Kalau hal itu sampai terjadi, bukan hanya aku saja yang menderita... tapi juga Jiyong...”&lt;br /&gt;”Tapi siapa tau kalau Jiyong memang ternyata suka padamu juga??” Jiyeon bertanya dengan polosnya.&lt;br /&gt;”Kalau dia memang suka padaku, sudah dari dulu kami lebih dari ini, Nona Choi SeungHyuuuuuunnnn~~”&lt;br /&gt;Jiyeon tersenyum sumringah mendengar panggilan yang paling disukainya.&lt;br /&gt;”Hhh... ya kami mengerti. Ya sudah, jalani saja hidupmu seperti biasa. Tapi kalau kau sedih karenanya atau dia membuatmu marah, jangan segan – segan bilang padaku!!”&lt;br /&gt;”Nee, amma SeoHee~~~”&lt;br /&gt;”Ke aku juga!!” sambung Jiyeon.&lt;br /&gt;”YA!kau kan hanya mengacaukan saja~~ckckckckck~~” timpal Seohee menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;”Huwaaaaaa~~amma Seohee juahaaaaaaaaat~~~ T___T”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hey boy nege dagawojwo dj play that song&lt;br /&gt;nawa chug (so what you gonna do)&lt;br /&gt;idero gyesoghe all night long&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian pesan apa?” Tanya TOP merangkul pundak jiyeon. *author mau dwooonkkk~~*&lt;br /&gt;Kami duduk di sofa yang melingkar membentuk U di pinggir. Lampu caffe ini agak temaram mengingat memang orang yang datang untuk melihat performance hip hop atau sekedar ngedance.&lt;br /&gt;”Aku pesan ice mix soda.” Jawab Jiyeon.&lt;br /&gt;“Aku pesan moccha latte.” Pesan Seohee. *hadooo gw gak ada ide dah mikir minumannye apaan XD*&lt;br /&gt;“Seperti biasa aku jus aja deh.” Kata Hyerin yang duduk di antara Daesung dan Jiyong.&lt;br /&gt;“Kau jauh – jauh ke caffe hanya untuk minum jus?” tanya jiyong.&lt;br /&gt;“Sesukakulah. Biasanya juga begitu kok. Yang cocok sama perut dan kantongku.”&lt;br /&gt;”Heizzz.. kau tetap saja pelit~~”&lt;br /&gt;”Ya!!Memangnya aku bisa seenaknya minta jatah ke amma!!”&lt;br /&gt;”Ara...ara...” Jiyong menggelengkan kepala lalu kembali melanjutkan menyender menikmati irama musik hip hop.&lt;br /&gt;”HyeRin-sshi, hari ini aku yang traktir kok.” kata Top.&lt;br /&gt;”Tetap orange juice aja lah.” Hyerin menaikkan bahunya cuek lalu juga menyandarkan punggungnya ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin POV.&lt;br /&gt;Bingung sekarang mau ngapain. Jiyong sedang apa ya? Kucuri lirik ke sebelah kiriku. Jiyong memjamkan mata sambil menyanyi pelan di bagian – bagian rap lagu yang sedang diputar ini. Hahahahaha,ngerap seperti itu kayak orang ngigau,deh~~ Kulirik ke arah Daesung yang di sebelah kananku, ternyata anak itu...&lt;br /&gt;”Wae?” tanya Daesung.&lt;br /&gt;”Kenapa kau nyengir – nyengir kayak kesetanan gitu sih?”&lt;br /&gt;”Muka ku kan sudah dari sananya seperti ini, Hyerin.” Lalu dia menghadap ke depan lagi dan kembali senyum nyengir lagi.&lt;br /&gt;Ampun deh... yang aneh – aneh aja anak ini.&lt;br /&gt;”Jiyeon ah~tipe cowokmu kayak apa?” tiba – tiba TOP bertanya pada Jiyeon memecah kesunyian.&lt;br /&gt;Nampak Jiyeon tersipu malu mendengarnya. Aigoo... berani bersumpah jiyeon akan mendeskripsikan TOP.&lt;br /&gt;”Namja? Ehm..tinggi... manly... sangat berkharisma…”&lt;br /&gt;Tepat sekali seperti yang kupikirkan. Dunia memang serasa milik mereka berdua~ heizz… jiyeon pasti kegirangan sekali. Dan aku akan repot mendengar celotehannya saat dia akan meneleponku nanti sepulang dari sini. Atau mungkin aku akan diculiknya hanya untuk mendengarnya yang sumringah setengah mati.&lt;br /&gt;“Jiyong-sshi… cewek idamanmu seperti apa?”&lt;br /&gt;Glek!! Sialan kau Lee Jiyeon!!Awas kau nanti!!!&lt;br /&gt;Kulirik Jiyong. Ia membuka matanya.&lt;br /&gt;”Hah? Apa??”tanya Jiyong yang nampaknya agak tidak mendengar pertanyaan jiyeon tadi.&lt;br /&gt;”Iya~cewek idamanmu! Apa seperti HyeRin kah??”&lt;br /&gt;TERKUTUKLAH KAU LEE JIYEON!!&lt;br /&gt;”Nde? Seperti HyeRin???” Terdengar tawa Jiyong menggelegar. *lebay*&lt;br /&gt;Ngek?Ya, bagus! ujung – ujungnya dia akan menertawakanku. ”Heh, dimana letak kelucuannya?” suaraku terdengar sangat ketus. Ya iyalah, siapapun akan kesal ditertawakan seperti itu.&lt;br /&gt;”Ya ya ya...aduuhh.. yang bener aja!! Cewek galak,sangar,menyeramkan ini tipeku???? Hahahahahhaa~yang ada – ada aja deh~”&lt;br /&gt;”YA!Siapa juga yang mau sama cowok pendek, jelek, bodoh sepertimu!!”&lt;br /&gt;”Hahahahhaa~tipe-tipeku tuh kayak J-Lo~Beyonce~bodinya seksi~~” kata jiyong yang tangannya melekuk-lekuk menggambarkan lekuk tubuh wanita. ”HyeRin kalah jauh deeehhh!!”&lt;br /&gt;”Hey, ngaca dulu donk! Yang namanya pria idaman tuh tinggi, tampan, jenius,.. Kalau dibandingin sama sebuah makhluk yang bernama Kwon Jiyong akan seperti LANGIT dan BUMI!”&lt;br /&gt;”Masa seeeeeeh? Makhluk tampan bernama Kwon Jiyong ini gak akan kalah dari cowok manapun!Arraseo??” *author said : ”SETUJUUUUUUU!!” BUGH!!,author ditinju HyeRin*&lt;br /&gt;”HE-HE-HE! Helloooowww,,,khayalan anda TINGGIIIIII sekaliiiii,paaakkk~~”&lt;br /&gt;”Dari pada kau iri padaku lebih baik mengaku kalah saja~”&lt;br /&gt;”Kalah?Hehehehe!Sori yah!Di kamus Shin HyeRin gak ada kata KALAH!”&lt;br /&gt;”Tuh kan, kau memang cewek yang sangar~Aigooo~~Lihat dirimu! Tidak akan ada laki – laki yang mau padamu~Kau akan jadi perawan tu-”&lt;br /&gt;”YA YA YA!! KWON JIYONG! Hentikan bersikap kasar pada HyeRin!” akhirnya amma SeoHee bersuara.&lt;br /&gt;”Iya,kalian seperti anjing dan kucing saja. Bertengkaaarrr mulu! Heran deh~”&lt;br /&gt;”DIA YANG MULAI!!” teriakku menunjuk Jiyong dan ternyata disaat yang sama jiyong juga berteriak yang sama.&lt;br /&gt;”Pertengkaran ini sampai disini. Jangan merusak suasana~” kata YongBae yang kalem akhirnya bersuara.&lt;br /&gt;HyeRin POV end-&lt;br /&gt;HyeRin menjatuhkan punggungnya ke belakang. Dalam hati dia kesal banget sama Jiyong. Secara siapa juga yang gak sakit hati dikatain begitu. Mungkin pemilihan kata yang tepat buat HyeRin adalah sakit hati. Apalagi saat jiyong berkata dia sama sekali bukan tipenya. Makin dipikir akan membuat Hyerin menggila!! Dia memalingkan muka menghadap ke Daesung yang duduk di samping kanannya.&lt;br /&gt;”YA! APA KAU CENGAR-CENGIR BEGITU!!!NYARI RIBUT DENGANKU,HAH!!” Daesung yang sedang menatapnya senyum-senyum pun alhasil kena damprat Hyerin. *author siap bunuh Hyerin*&lt;br /&gt;“Hyerin-sshi~~kau lupa yah~muka ku kan sudah dari sananya begini~~”&lt;br /&gt;#&amp;amp;#&amp;amp;#%&amp;amp;*@+%$##&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 100%;"&gt;Chapie 3&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Hyerin POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“Ya!!Kwon Jiyong!!Cepat bangun!” Kutendang – tendang kaki Jiyong. Walaupun kemarin kami bertengkar, hari ini pun tetap seperti biasa. Seperti tidak terjadi apa – apa di hari kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya~~~~HyeRin~~~aku masih ngantuk~~~~aku bolos saja lah~~~” gumam Jiyong yang matanya masih merem melek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“APA KATAMU??? BOLOS???Jangan pernah ulangi kata itu lagi di depanku atau aku akan kujadikan daging cincang!!Sekarang kau cepat bangun dan tidak ada kata bolos! Arasseo!!!”&lt;br /&gt;Jiyong berguling ke sisi tembok menjauhi HyeRin. ”Aku nyusul lah~~~~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya!Kau mau aku tarik hidungmu lagi??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizzz~~” Jiyong mulai bangun dengan kaki berlutut dan mata tetap merem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sekarang cepat ganti baju. Tidak ada waktu lagi buat mandi.”&lt;br /&gt;Tiba-tiba Jiyong menjatuhkan wajahnya ke bantal dan posisinya nungging. *mariiiii para GD loverssss~~~bayangkan GD nunggiiiiiiiiiinggg~~~~xDD*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YAAA!! KWON JIYONG!!!” HyeRin memukul pantat JiYong dengan bantal guling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ara~~ara~~” Akhirnya Jiyong menyerah dan bangun dengan ogah-ogahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa melakukan kegiatan setiap pagi setelah acara membangunkan Jiyong yang memakan banyak waktu. Kami naik bus ke sekolah. Dan kalau salah satu di antara kami yang mengantuk, maka salah satunya akan menjahili biar yang mengantuk tidak akan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jiyong ah~kau setiap malam ngapain saja sih? Aku bosan tauk membangunkanmu begitu terus! Menghabiskan kalori!!”&lt;br /&gt;Jiyong tidak langsung menjawabnya, malah menguap dulu-dengan adegan slow motion bahkan kurasa-. ”Aku? Kau taulah, menulis apa saja~hoaaaahhmmm~~heizzz,,,kenapa pagi ini berat sekali sih rasanya!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya,aku tau apa maksudnya. Karena satu kebiasaan jiyong yang patut kuacungi jempol adalah mengungkapkan apa saja dalam pikirannya, dan menambahkan iramanya. Dan kalau terjadi sebuah lagu,ia akan berkata itu adalah iseng-iseng saja. Ckckckk~~iseng-iseng saja sudah seperti itu~bayangkan kalau sudah niat!! Ya nampaknya lebih baik daripada berteriak-teriak main game.Tak berguna.Aku pernah tidak sengaja mendengar sedikit salah satu lagunya yang direkam secara sederhana.Hanya nyanyiannya yang tentunya berirama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hei,kau tau?Setiap pagi memang selalu kau katakan berat.” Aku berdiri medekati pintu bus karena sudah sampai sekolah. Jiyong mengikuti dari belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”JINJA?????????”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz,,masa aku bohong~tiap pagi pendengaranku tidak tuli mendengar kau bilang pagiku beratlah~sekolah terlalu pagi lah~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”WOW~~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menoleh ke arah Jiyong.”Maksudnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Jiyong POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tidaaaaaaaakkk~jangan kau tertidur,Kwon Jiyong!Kau akan dijahili oleh setan kecil disampingmu.Bahaya sekali kalau Hyerin sudah keluar jahilnya.Kubayangkan waktu itu dia menaruh serpihan kertas di atas kepalaku sewaktu aku tertidur di bus dan melipat dasi seragamku hingga benar-benar simpul mati~~~~ =____=&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jiyong ah~kau setiap malam ngapain saja sih? Aku bosan tauk membangunkanmu begitu terus! Menghabiskan kalori!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menguap untuk kesekian kalinya –menurut perhitunganku- sebelum menjawabnya. ” Aku? Kau taulah, menulis apa saja~hoaaaahhmmm~~heizzz,,,kenapa pagi ini berat sekali sih rasanya!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baguslah aku menguap lagi. Bisa-bisa diledeki lagi lagu ku yang ketahuannya waktu itu.Semoga dia tidak membahasnya.Sedang tidak ada tenaga~~~yeah,Kwon Jiyong yang lemah saat sedang dikuasai kantuk luarr biasaaa~~~Dan bagusnya juga sudah hampir sampai. OH GOD!!!I LOVE YO’!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! *ala rapper boooo*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hei,kau tau?Setiap pagi memang selalu kau katakan berat.” Dan saat itu pula aku sedang berdiri di pintu bus, akan melangkahkan kaki,seperti ditahan sesuatu. Aku melihat seorang permaisyuri.Tapi permaisyuri apa ada yang keluar dari sebuah mobil mewah dan bersekolah di Strong Baby high School...*GUBRAKK~~no protes~~hahahaha*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”JINJA???” Ya~~benarkah dia anak sekolah ini juga??Aku baru melihatnya sekali ini.New student???Kalau benar dia murid baru~~~”WOWW!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maksudnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hwe?Aku seakan tersadar dari lamunan.Yaisshh!!!!Lagi-lagi setan kecil ini!!Aku hampir lupa ada HyeRin. ”YA!Kau mengganggu obat mataku!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ngeh??Obat mata?Memangnya matamu kenapa?Belekan?Katarak??ATAU BINTITAN??YUCKSSS!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heiizzz~~~Serius neeehhhhh~~~~Liat arah jam 2~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin menengok jam tangannya.Haiiaaahhh~~anak itu memang lemah otak dah! ”Yaelaahhh~~disana!!Ppali liat!!!” Aku menunjuk ke arah cewek itu dengan daguku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin menengok ke arah yang kumaksud. ”Itu obat matamu?Obat matamu dibawa dia??” *LOL~~kok Hyerin jadinya lemod gini yee??? –ditikam HyeRin-*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”OMEGAAATTT~~~HyeRinnie~~maksudku itu cewek cakep bangeeeeeeeeetttt!!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hah?Itu dibilang cakep?Cewek kekurangan bahan kalo kubilang mah~~apa pula itu rok di atas lutut~~liat saja akan kena murka papih HyunSeok~~” HyeRin meneruskan langkahnya.Dan aku mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahahaha~~bertaruh~~papih HyunSeok gag akan memberikan ceramah padanya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Baik. Taruhan masak makan malam selama 3hari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aigooo~~jangan masak laaaa~~~bagaimana kalau bawakan tas yang menang selama 3 hari?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Siapa takut!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku susul dia dan merangkul lehernya dengan keras sampai dia berteriak-teriak. ”Lihat saja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[author POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bel tanda masuk sudah berbunyi. Semua murid tentunya sudah duduk di tempatnya masing-masing.Ada yang masih mengobrol kanan kiri depan belakang~ada yang masih membiarkan earphone tergantung di telinganya~ada yang masih menulis fanfic~ *kyaaaaa~~~author nampaaaannnggg!!!!!!!! JEDORRR!!ditembak warga pemain*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”SERIUS???” TOP buka suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”SERIUS!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau tidak salah lihat??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”100% dijamin~kau kira mukaku bercanda apa???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya,muka bercanda.100% dijamin tak bisa dipercaya.”jawab TOP santai.XDD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Heizzz,,,Dia benar-benar cantik dan memakai seragam sekolah ini!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau tanya namanya siapa?” si kalem Yongbae akhirnya bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hyaaa~~yongbae ah~~tadi aku baru sadar sedang dengan HyeRin~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin seperti bangkit dari kubur. ”YAAA!!JIYONG AH!!!KAU KIRA AKU INI PENGGANGGU,APAA????”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau kau tidak ada waktu itu,pasti aku sekarang sudah berkenalan dengannya~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kenalan mah kenalan aja!!Bilang saja kau tidak berani mendekatinya kan??Heizz,,,dasar pengecut~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaisshh!!Apa kau bilang???Aku tampan seperti ini masih diragukan???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tampan???Tampan dari Hongkong!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau kan tidak tinggi~mana ada tampan-tampannya~~”ejek Hyerin lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP,YongBae,SeoHee,Jiyeon,dan Daesung menggeleng-gelengkan kepala.Mereka tidak pernah berubah.Bertengkar karena hal yang tidak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hanya kau yang tidak menganggapku tampan~~~ya Shin HyeRin~~matamu ini perlu diperiksa ke dokter~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”NGEK??Gag salah tuh??”HyeRin menoleh ke arah Jiyeon dengan garang dan cepat. ”Jiyeon ah,menurutmu dia tampan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”TOP memang tampan.” Jiyeon langsung menutup mulutnya dan mendapat jitakan mantap dari SeoHee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz..gag berguna! YA!KANG DAESUNG! Menurutmu orang ini lebih tampan darimu???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua mata menuju Kang daesung dan saat itu Hyerin telah salah melontarkan pertanyaan ke Daesung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Menurutku Doraemon yang paling tampan~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yo yo yooo~~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat semua orang telah memandang tak percaya dengan makhluk yang bernama Kang daesung, sang Kepala Sekolah datang ke kelas mereka. Yang Hyun Seok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya!kalian semua tidak membalas sapaanku?” *Silahkan kalian tirukan dengan suara ala om YG xDD*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yo yo yooo~~~”jawab serentak seisi kelas. Sapaan yang terlalu aneh untuk ukuran kepala sekolah. Semua harus menjawab sesuai dengan apa yang Hyun Seok sapa.Annyeong dibalas dengan annyeong, yo yo yoo dibalas dengan yo yo yoo~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Baiklah,maaf saya tiba-tiba masuk ke kelas kalian. Ada yang saya ingin bicarakan dengan kalian semua. Tapi pertama-tama kita nyanyikan dulu lagu kebangsaan sekolah kita tercinta ini~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang menghela nafas keras.Kepala sekolah yang aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mari siap~~semua berdiri yo!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tidak usahlah,Seongsaengnim~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaiissshh~~kalian semua masih muda aa~~~Jangan manja seperti itu~~OK sedikit saja, tapi gerakannya yang semangat,ara???YA!!Cepat berdiri~~” Semua akhirnya menuruti permintaan HyunSeok yang terlalu berjiwa muda itu.Walau peraturannya aneh-aneh,Hyung Seok adalah kepala sekolah yang di&lt;b&gt;”Ha dul set!!!”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;We’re so hottest in the world~~like d d d d d this yo!!&lt;br /&gt;You like it (crack crack crack crack!)&lt;br /&gt;All grown up (crack crack crack crack!)&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;*author ngikud joged2 crack crack crack~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“HAHAHAHHAA~~~begitu yang namanya anak mudaaaa!!!!Ya semuanya boleh duduk sekarang~Kembali ke topik awal,ada yang ingin saya bicarakan dengan kalian.Intinya hari ini akan ada siswi baru yang akan bergabung dengan kalian mulai semester ini.Kim RiRan.”*ampun Raaaannn~~~ganti marganya yakk!PLAK!ditabok Ran*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Annyong~RiRan imnida~manaseo bangapseumnida~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[HyeRin POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“YA!!HyeRin ah~~kau tidak kesal melihatnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesal?Kurasa aku tau siapa yang SeoHee maksud. Tapi aku pura-pura bodoh. “Melihat siapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Heizzz~~~dasarr~~baru melihat cewek kayak gitu saja udah kesetanan~~gimana kalau TOP liat aku dandan!!!Kleper-kleperr dia pasti!!!Huh!!” Jiyeon juga ikutan ‘gerah’.Pasalnya ia ikut-ikutan dengan Jiyong sedang mendekati RiRan. Gerakan kipas mengipas Jiyeon semakin cepat diiringi esmosi jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terserah padanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya,terserah padanya. Kurasa aku memang tidak ada hak untuk melarang Jiyong berkenalan dengan perempuan manapun.TIDAK ADA HAK.Oke,itu alasanku untuk kembali menegak jus jeruk kotak yang ada di hadapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SeoHee menyipitkan matanya padaku.Aku tau apa yang dia pikirkan. &lt;i&gt;”Kau munafik,Shin HyeRin!!”&lt;/i&gt;. Biasanya Seohee akan menceramahiku panjang lebar,heran sekali dia tidak membuka mulut sesenti pun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku tidak suka dengannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OHOK OHOK!!!!!OHOOKKKKK!!!!!!OHHHHOOOOOOOKKKKKKKK!!!!!!!!! *Ps:itu bunyi batuk ya,saudara-saudara!!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya~HyeRinnie~~kau ini kenapa?Kau baik-baik saja?”Ternyata YongBae yang tadi mendesis di dekat telingaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!DONG YONGBAE!!!!KAU INI MAU MEMBUATKU MATI JANTUNGAN KOMPLIKASI TERSEDAK,HAHH???!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah~mian mian~~aku kan hanya ngomong saja~~” YongBae mengeluarkan puppy eyesnya. *author mimisan~~OH NO~~OH YESS~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”ya tapi jangan tiba-tiba muncul disampingku!!!Aku kan jadi kaget~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Iyaa miaannn~~Lagipula kau juga jangan memanggilku dengan nama panjangku lagi~~~” YongBae manyun.Hahahaha,aneh juga melihat YongBae yang begitu kalemnya tiba-tiba wajahnya berubah manyun-manyun begitu~~~LOL. YongBae duduk di sampingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oke Pak Yongbaeeeee~~~~tadi apa yang kau katakan hingga membuatku jantungan seperti itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Engh?Jantungan?Aku gag bermaks-”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ara...ara...kau tidak membuatku jantungan...Beres?Nah tadi apa yang kau katakan padaku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh..aku tidak suka padanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Waeyo?Kan normalnya semua cowok suka padanya.Dia cantik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak lebih cantik dari aku!” desis Jiyeon dari depan.&lt;br /&gt;Bulu kudukku meremang mendengar Jiyeon mendesis seperti itu.Ckckckck~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lagipula lihat saja Daesung,dia malah lebih tertarik dengan makanan dari pada cewek kampung itu!”&lt;br /&gt;*Raaaaaaaaannnn~~~ampuuuuunnnn~~~~~~cipok2 Ran*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hwe?”Daesung yang sedang asik ngemil itu mendengar desisan luarr biasanya Jiyeon. ”Jaega?Bagiku Doraemon dan dorayaki ini lebih menarik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tentu saja Doraemon dan Dorayakimu lebih MENARIK,daesung!!” Sementara yang aku,SeoHee,dan Yongbae menggeleng ngeri.&lt;br /&gt;Aku kembali menengok ke arah YongBae, meminta jawaban dari pertanyaanku tadi. ”Aku kenal RiRan.Dan aku berharap tidak pernah mengenalnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hyaaaaa~~~senangnya hari ini~~~~~~~~~~~~~” seru Jiyong yang duduk disampingku ketika di bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyipitkan mata padanya sebagai tanda perang. *author siap bantuin bawa bambu runcing LOL*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HyeRinnie ah~~Jangan cemberut begitu~~nanti kau cepat tua~~dan kalau kau bilang ’Biar kau malu punya teman yang berwajah tua’,nanti kau akan menjadi ahjuma loh!!Jyahahahahahhahaa~~~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Puas kau??Aku akan mengadakan perhitungan denganmu!!” Aku tidak berani banyak marah karena aku yang pertama kali yang mengatakan ’Berani Bertaruh’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz,,HyeRinnie~~Cuma membawa tasku dari awal pergi sampai pulang sekolah kok~~Hahahahhahaha~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak aku merasa udara berhenti disekelilingku *OMONA!!wenche kambek feel puitisnya!!!!BANZAAIII!!!!!buka bajigurr*, ketika kulihat tawa Jiyong yang lepas.Seakan sinar mentari sore yang menembus kaca jendela bus di sebelahnya menghiasi wajah itu. Wajah yang tak terasa sudah menemaniku selama 6 tahun ini. Kurang lebih 2 tahun kami tinggal di Seoul ini hanya berdua. Aku ingat ketika awal-awal kami pindah kesini,aku sempat sakit karena kesibukanku dan diriku yang belum begitu bisa mengadaptasi diri dengan kota ini,Jiyong menungguiku 24 jam disampingku,mengganti handuk kompresan atau memberikanku obat.Atau ketika aku kangen dengan ibuku,dia akan menggodaiku dengan seribu lelucon garing yang ujung-ujungnya akan membuat kami berdua adu mulut kembali.Atau Jiyong yang menghadiahkanku jam tangan ini dengan uang tabungannya,walau ulang tahun berikutnya dia hanya mencoba memasak untukku atau hanya memberi hadiah kecil karena dengan jujurnya ia berkata ”HyeRinnie ah~~aku lagi tidak punya uang~~”,aku sangat senang. Mengingat semua itu,aku semakin tidak yakin apakah aku bisa membuang perasaan ini.Setiap hari kurasa aku semakin menyukainya. Sudah separah ini kah??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hoi!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Engh?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau melamun atau mau nangis?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau kubilang mau nangis?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Shiroo~~aku tak percaya manusia sesangar dirimu bisa menangis!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heiizzz~percuma~~~babo!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!Kok jadi ngatain aku babo????”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Babo!!babo!!Ada masalah??” *lagi2 babo ngatain babo~~sesama babo jangan mendahului ah~~JEDAK JEDAK~~author dijedotin ke tembok sama Rin GD*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!KAU!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Author POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tok tok tok...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nuguuuuuuuuuuuuuuuuyaaaaaaa??????” teriak suara Jiyong dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini aku,HyeRin!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh,masuk saja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin membuka pintu apartemen Jiyong. Di dalamnya tak terlihat Jiyong. Dimana dia?Apa di kamar mandi? Tanya HyeRin dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jiyong ah~kau dimana?” hyerin melemparkan pandangan ke seluruh sudut kamar tersebut.”Kau tidak makan malam?Tumben kau tidak menggelayuti pintu apartemenku~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“JJA JJANG!!!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin menghadap ke suara Jiyong,ternyata Jiyong keluar dari dalam toilet.Jiyong mengenakan celana panjang ungu dengan atasan kaos hitam berbalut jaket tanpa lengan bercapucchone. *bener gag nih ya tulisannya~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hwe?Rapi sekali??Mau kemana??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kencan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh HyeRin mengejang.Rasanya membeku untuk sesaat. Kencan?Dengan siapa?Siapa perempuan itu?Apa aku mengenalnya?Akan pergi kemana?Ia ingin menanyakan semuanya dalam satu tarikan nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Arasseo~~pasti kau kaget dan akan mengejekku kan!!Aku ini benar-benar akan pergi kencan dengan RiRan.Yeaahhh,,belum bisa dibilang kencan juga siihh~tapi masa penjajakan lah~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak HyeRin seakan memutar semua kejadian siang tadi di sekolah dengan cepat.Apa yang telah diketahuinya siang tadi membimbangkan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;_Flashback in HyeRin POV_&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku kembali menengok ke arah YongBae, meminta jawaban dari pertanyaanku tadi. ”Aku kenal RiRan.Dan aku berharap tidak pernah mengenalnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keningku semakin berkerut. Kurasakan SeoHee yang membalikkan kursinya berhadapan denganku makin mencondongkan badan dan membuka lebar-lebar daun telinganya seakan akan mendengar berita terhebad abad ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maksudmu?” tanya SeoHee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku dijodohkan dengan Kim RiRan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sontak aku,SeoHee,dan bahkan Jiyeon ikutan menoleh ke arah Yongbae. Daesung yang tadinya sibuk makan ternyata menguping pembicaraan kami dan menarik kursi ke sebelah Yongbae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lanjutkan.” kata SeoHee yang lebih tepat dikatakan menyuruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya,itu sudah terjadi 2 tahun yang lalu.Aku memang tidak suka&lt;br /&gt;dijodohkan.Dan kusarankan kalian jangan dekat-dekatlah dengan RiRan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dia jahat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YongBae mengangkat bahunya. ”Kalau dikatakan aku marah sekali.Ya,itu benar. Selama satu tahun setelah kami diperkenalkan,dia gencar sekali mendekatiku,bahkan sampai menyatakan cinta berkali-kali padaku. Yang namanya aku menyukai seseorang dari hatinya ya tentu saja aku menolaknya dari awal,apalagi setelah tau sifatnya seiring berjalan waktu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dia seperti apa?” timpal Daesung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Prinsipnya, dia akan menggunakan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau. RiRan wanita yang keras. Karena hidup di keluarga yang kurasa kurang begitu memperhatikannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaisshhh...seperti itu toh!Kartu mati!” desis Jiyeon lagi yang kembali membuatku bulu kudukku meremang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jangan anggap enteng. Aku pernah merasakan semuanya apalagi setahun kemarin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau diapakan?” akhirnya aku memberanikan diri berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Setahun lalu aku jadian dengan seorang teman kecilku yang bernama Jaeyun.Dan setelah tau aku punya pacar,Jaeyun terus-terusan diteror RiRan.Sampai akhirnya kami putus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“YA!!Hyung~~kau tak pernah beritau kami~~” Daseung manyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau kan tau tau,daesung ah~aku jarang berbicara banyak.”YongBae mengacak-acak rambut Daesung seperti layaknya seorang kakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa kau tak perjuangkan hubunganmu waktu itu?” Kini aku yang mencerna setiap kalimat Yongbae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yongbae tersenyum tulus. “Aku sempat mecoba beberapa kali kesempatan,sampai akhirnya dia menangis dan benar-benar minta putus dariku.Aku sendiri tidak tega.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar juga...Tapi kau tidak dendam padanya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hhhh...dibilang dendam sih tidak juga~~yahh mau bagaimana lagi~~toh aku dan jaeyun juga tidak ada hubungan lagi...” pandangan mata YongBae menerawang, yahh...kurasa cintanya pada Jaeyun itu sangat dalam. Aku tersenyum mendengar YongBae terbuka seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dia membuka mata dan langsung melihatku dengan serius. ”Yang ingin kukatakan dari semua ini adalah...kau harus sekuat tenaga mempertahankan benda berhargamu,sampai benda itu tak mungkin lagi kita lindungi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terperangah melihat YongBae yang berkata seperti itu sambil memandang serius padaku.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;_Flashback in HyeRin POV end_&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin memegang dadanya, memantapkan diri sepenuhnya,. ”Jiyong ah~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 100%;"&gt;Chapter 4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;,,alone,,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Jiyong POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jiyong ah~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membalikkan badan dari pantulan diriku di kaca. Sesaat berpikir, &lt;i&gt;“Ah~~betapa kerennya diriku~~”&lt;/i&gt; *author ngangguk2*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin terdiam. Menunggunya bersuara. Dan kalau tidak salah kulihat, ia sedang berpikir. Terlihat dari dahinya yang berkerut-kerut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wae,HyeRin ah? Ada yang ingin kau katakan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin terdiam lagi sejenak. Apa sih yang sedang dipikirkannya? “Aku…” HyeRin menggigit bibir bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihatnya seperti itu, aku semakin penasaran apa yang ingin dikatakannya. Apapun itu, nampaknya sangat penting. ”Waeyo?Apa ada yang mengganggu pikiranmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendekat padanya. Makin penasaran, lebih tepatnya agak cemas. Tidak biasanya serius seperti ini.Apa dia belum makan?Apa dia sudah me-Oh tidak! ”Apa kau mau bilang kau sudah memasak makan malam untukku dan tidak berani bilang karena takut aku tolak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku...” Ia menarik nafas dalam-dalam. ”Yongbae sudah bicara padaku kalau Ri-”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Always you should know you’re my honey…Always you are on my mind…Always you can call on me any ‘o day or night… oh yeah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O?Ponselku berbunyi. “Chankaman!” Kurogoh saku celanaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sweet Ran calling…&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HA!!Ini dia!!!Akhirnya dia meneleponku juga!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yoboseo?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Ah,yoboseo!”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara yang indah. Hahahaha,tenanglah Kwon Jiyong~nanti juga kau akan bertemu dia~~Apa aku sedang nyengar-nyengir sekarang?Omo-omo-omo-omona!!!“Waeyo,RiRan ah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Aku hanya ingin beritahu kalau aku sedang di jalan menuju HanGang restaurant.”&lt;/i&gt; *ahahahaha~~lagi2 gw males mikir nama2 tempat~~awkakwkakwkkk~pinjem nama tempat maren ahhhhh~~~~author ndablegh*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“O?Kau sudah di jalan??” Yuck!Aku telat!!!Bodohnya aku!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Nde,kau sudah berangkat?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eng...ya aku sudah akan berangkat. Ini mau keluar rumah. Biasalah~bahkan rumah pun rewel kalau aku mau meninggalkannya~~hehehehe~~” *author juga rewel kok~~minta dikelonin dulu malah~~XDD*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Ck!Hahahaha~ya sudah~kita ketemu disana ya~Bye!”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yapp!!Bye!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kututup flap ponselku dengan ringan.Yosshhh~~~segera melunc-Oh ya!Aku lupa masih ada HyeRin. Aku menatapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HyeRin ah...” Aku jadi tidak enak meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eyh?Gwenchana~kau pergi saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangannya berbeda. Heiizzz,,,jeongmal!Apa sih yang sedang dipikirkannya???Kan aku jadi khawatir.Apa aku harus menunggunya berbicara dan menjatuhkan diriku dalam jurang keterlambatan dan keterpurukan dicap tukang ngaret oleh RiRan?Eeeeeeehhhhhhhhhhh?????Jangan-jangan itu hanya salah satu tipuan kecil yang biasa digunakannya padaku!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!Kau sedang mengerjaiku ya?????Heiizz,,,hampir saja aku percaya denganmu!YAAA!Awas saja kalau kau keluarkan tampang itu sekali lagi!Kubalas kau!Sudah ah!Aku mau pergi sekarang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya,aku sedang mengerjaimu. Engh~aku balik ke kamarku ya. Aku lelah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[HyeRin POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”… Aku ini benar-benar akan pergi kencan dengan RiRan.Yeaahhh,,belum bisa dibilang kencan juga siihh~tapi masa penjajakan lah~~ …”&lt;br /&gt;“Waeyo,RiRan ah?... Eng...ya aku sudah akan berangkat. Ini mau keluar rumah. Biasalah~bahkan rumah pun rewel kalau aku mau meninggalkannya~~hehehehe~~…”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat itu terus membayangi setiap sudut otakku. Hhh...aku meragukan sekarang aku sedang berpikir dengan otak.Seluruh sistem otakku kini bagai benang kusut. Ah tidak,rambut kusut sepertinya.*LOL kata2 gag penting disaat dramatis* Bahkan kini ramyun yang ada di depanku terasa tidak menggugah selera makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kalinya ia meninggalkanku sendiri seperti ini karena seorang perempuan lain. Jiyong tak pernah seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit. Apa itu cemburu?Tidak.Aku tidak sebodoh itu. Ya,silahkan saja dia mau pacari lima cewek sekaligus pun!Aku tidak peduli!&lt;br /&gt;Aku benar-benar tidak peduli!!&lt;br /&gt;Tidak akan peduli...&lt;br /&gt;Aku...&lt;br /&gt;Dan seketika itu juga aku merasa ramyun di depanku menjadi asin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!!!MAU APA KAU DISINI???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah,ocehan amma SeoHee membuatku terlonjak kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HyeRin ah~gwenchana?Kau membuatku kaget!”kata Daesung. Bahkan tetap dengan senyam-senyumnya. Heran juga disaat dia bilang sedang kaget pun tetap dengan senyum konyolnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah,mianata Daesung ah~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau sedang melamun?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Memang seperti sedang buang air besar,hah???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz,,uri namja HyeRin~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau mau cari mati,Daesung ah?” *CIYAAAAAAAAATTTTTT!!!!author berubah jadi Power Ranger buat ngelindungin daedae*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hehehehehe~~~Piss ah~kalo no piss nanti gag bisa pipiss lohhh~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NGEK?? Aigooo,,aneh-aneh aja dah nih anak~~~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“SeoHee ah~~Biarkan aku bicara dengan Jiyeon~~” Spontan aku menegok ke depan,TOP yang sedang memohon-mohon untuk berbicara lagi dengan Jiyeon. *reader said : yaelahhhh~~ga usah dijelasin lageeee kaleeeeee~~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau kemarin menggoda dia dan sekarang kau mau menggoda Jiyeon lagi??Tak akaan kubiarkan!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyeon sendiri memperhatikan TOP dengan pandangan setengah hati. Hahahaha,kurasa Jiyeon pun tak akan menggubris hal kemarin kalau Top hari ini bersedia dengannya. Ck!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudaah biarkan saja,SeoHee ah~asal tau saja resikonya kalau ada apa-apa dengan Jiyeon kita.” Aku buka suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SeoHee membalikkan badannya. “Apa kau bilang??Andwe!!Tipe cowok seperti dia tak bisa kita biarkan berkembang di dunia ini!!Kau mau Jiy-YAAAA!!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telat.Hahhahaha,yang kulihat adalah TOP menarik lengan Jiyeon berlari keluar kelas. Dan SeoHee mengejar-ngejarnya sambil berteriak memaki TOP.*wew~~author kaga ngikut2an ahhh~~~~*.Ada-ada saja memang mereka.Aku sendiri sih tidak terlalu memusingkan itu.Kurasa kemarin TOP hanya membuat panas Jiyeon saja.Itu yang kurasakan.Tapi kalau Jiyong...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Heizz,,Begini nih kalau YongBae nggak masuk~~Aku harus bersama kalian para cewek ganas~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GLETAK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaarrgghhhh~~~~sakiiitttt~~~~”Daesung meringis memegangi ubun-ubunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yahh rasakan saja,katanya kan kami ganas~~Makanya hati-hatilah!” *author rakit bazoka buat hyerin*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Euhhh~~~YongBaeeee ahh~~cepatlah kau masuuukkk~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ngomong-ngomong kenapa YongBae tidak masuk?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Heizz.... Kau habis meretakkan kepala orang langsung wajah tak berdosa seperti ini??” lanjut Daesung masih sambil mengelus-elus ubun-ubunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau sekalian kuremukkan sebelum menjawab?Penawaran menarik nih!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daesung melebarkan matanya. ”Yaiisshhh~YongBae tidak masuk gara-gara ada urusan dengan keluarganya.Puas?Heiizzz...mending aku duduk dekat Hyejoon!” *ahahahaha~lagi2 gag mao rugi nampang~~author goyang2 pantat*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HyeJoon?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaisshh~~sudahlah~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HyeJoon yang selalu nulis yang dipojokan itu duduknya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daesung terdiam. Senyam-senyum seperti biasa.Gotcha!!!Hahahhaha~~”Kau menyukainya????”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nampaknya dia mengalahi kekagumanku pada Doraemon~” *Maksud looooo Daesung????*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!Kau juga gila!Mana ada cewek yang mau disamakan dengan Doraemon??!!!” *author ngelap ingus~zrooottttthhhh!!!!!* ”Tapi kulihat,kau belum pernah mendekatinya.Kapan kau mulai menyukainya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sudah lama. Aku hanya pernah dua kali mengirim sms padanya. Tapi aku tak berani beritau bahwa itu aku.Heiizzz,,awas kau sampai meledeki ku!” *ahahaha~~pake skandal Daedae kirim sms ntu aahhhhh~~~XDD*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wae?Kenapa harus diledeki?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!Kau makan obat apa,HyeRin ah??Yakin kau berkata tadi itu?Aku tak percaya.Aku bahkan kadang kesal kalau Jiyong dan TOP meledekiku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum. ”Hhahahaha~~~tenang,Kang daesung~pikiranku sekarang sedang malaikat~Kan ’sekarang’.Tak tau kalau nanti~~hahahhahaa” Wajah Daesung manyun manyun mix meringis mix dengan konyol2 seksi. *PLAK! Hyerin said :”YA!!!APA2AN KAO DESKRIPSIKAN DAESUNG DI POV GW KAYAK GITU???!!!” LOL* ”Ya sudah,dekati dia saja sekarang. Atau apa kek~aku mau keluar lah~cari angin~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menepuk pelan bahu Daesung dan berjalan keluar kelas. Saat mendekati pintu kelas, saat bersamaan Jiyong dan RiRan masuk kelas juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong merangkul pundak RiRan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bingung untuk sesaat. Ingin rasanya aku berjalan saja tak pedulikan mereka. Tapi ada yang sakit di bagian dada ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HyeRinnie ah~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaisshhh,,dia memanggilku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau mau kemana?Mana yang lain?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kukira kau tak peduli mereka lagi.” Oops~terasa ketus nampaknya. Heizz,,sebodo amat!!! Kulihat RiRan sedang memandangiku tajam lewat mata kucingnya.*LOL,maksudnya kayak mata kucing gethoo~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eyh?Kau masih galak saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa kau masih mau bilang tak ada laki-laki yang menyukaiku kalau aku galak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong sepertinya agak kaget. Alisnya naik.Aku berusaha tetap seperti biasa. Tarik nafas dan buang perlahan. Tenangkan dirimu,HyeRin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku mau keluar dulu.Permisi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Author POV]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin berjalan cepat melewati kedua orang itu.Karena tak tau tempat yang akan dituju, dia cepat – cepat masuk ke toilet perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang batin dalam hatinya. Separuh hatinya berkata dia sedah keterlaluan pada Jiyong, separuhnya lagi mendukungnya.Di dalam toilet itu hanya ada 2 orang siswi kelas satu yang sedang merapikan rambut. Untungnya, karena HyeRin tidak ingin dianggap orang aneh yang memandangi diri di kaca lama-lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong merangkul RiRan. Ingatan HyeRin kembali ke saat-saat mereka bersama. Jiyong sering kali merangkulnya dan ia berkali-kali pula meninju lengan itu. Atau Jiyong yang mencoba merangkulnya-ah tidak,lebih tepat mencoba mencekiknya. Dan tentunya akan dibalas dengan tendangan maut ke pantat Jiyong yang indah senantiasa bohay abadi.HyeRin tersenyum mengingatnya.Ah,bodohnya aku tadi berbicara ketus padanya. Apa yang kuperbuat sih?Apa aku mau menunjukkan &lt;i&gt;’Hey,Kwon Jiyong!Cepat pergi dari perempuan itu dan tetap bersamaku!’&lt;/i&gt;,seperti itukah?,batin HyeRin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi...&lt;br /&gt;Kim RiRan...dia yang diceritakan YongBae.Sejauh ini HyeRin belum menemukan dia yang seperti diceritakan YongBae. Aku hanya seperti seseorang yang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CRESSHHHH~~~~ *saudara-saudari setanah air, ntu bunyi aer yang baru dibuka dari keran yakk~~sekian.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin tersentak dari lamunannya. Saat menyadari siapa orang yang disampingnya, ia terdiam.Panjang umur karena orang yang dibicarakan dalam hati HyeRin, ada disampingnya. Bukan JiYong, melainkan RiRan.Disertai dengan 2 perempuan yang dikenal HyeRin sebagai siswi yang ’NGGAK BANGET GAYA DAN BELAGUNYA’, Han ImEe dan Kim TaeHee. *Imeeeeee,,,mian ambil namanya buat peran antagonse yaaaaa~~~author dibejeg imee*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin pura-pura tak menggubrisnya. RiRan mencuci tangannya. HyeRin melirik sekilas. Dalam hati, ia berpikir pasti ia benar-benar dari keluarga yang kaya raya,terlihat dari cara mencuci tangannya pun terkesan anggun. Tercermin pantulan wajah RiRan di kaca. Wajah yang agak bulat,bulu mata yang lentik menghiasi mata yang tajam seperti mata kucing. Rambutnya halus seperti sutra berwarna cokelat tua-serasi dengan warna matanya yang cokelat juga- yang ikal spiral pada bagian bawahnya.Sangat tertata rapi.Begitu juga dengan baju sergamnya yang nampaknya-bukan nampaknya,tapi memang-dikecilkan yang menampakkan lekukan tubuhnya walau seragam sekolahnya dibalut jas hitam dan rok pendek di atas lutut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin yang berdiri di westafel sampingnya RiRan terlihat berbeda mencolok dalam cermin.Mata yang hitam bulat, bentuk wajah lonjong, rambut yang hitam lurus berponi yang sedang diikatnya asal-asalan.Tanpa make up,hanya seulas lip gloss saja yang dipakainya hemat-hemat setiap hari XDD. Seragam jika dipakai HyeRin juga tidak mencolok. Malah terlihat longgar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau temannya Jiyong?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[HyeRin pov]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CRESSHHHH~~~~*lagi2 saya beritaukan itu suara air yang baru dinyalain dari keran ye~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eyh?Kim RiRan?Lah?Tadi dua anak bocah junior yang disini sudah keluar?Wew,sudah berapa lama ya aku melamun disini?Dan...euhh!!!!!Aku baru tau kalau dua cewek sok tau –padahal tidak tau apapun di dunia ini-itu berteman dengan RiRan!Yucks~~Tae Hee-ImEe~perfect combo yang bikin ilfil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau temannya Jiyong?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menoleh ke arahnya. Mungkin aku tidak perlu berpikir macam-macam.RiRan yang dikatakan oleh YongBae mungkin saja salah orang atau apapun.Ya,mungkin aku tidak boleh berburuk sangka seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya,kau RiRan kan?Aku HyeRin.”aku mengulurkan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan sesaat melirik jabatan tanganku.Ia mematikan keran air dan menjab-Aduh,tangannya masih basah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku RiRan.Kim RiRan.Ah,miane..Tangannya belum sempat kukeringkan.T___T,,Tapi,senang berkenalan denganmu.” RiRan tersenyum manis.Senyum yang membuatku iri. Bahkan kupercayai senyum ini pun bisa membuat semua cowok satu sekolah ini klepek-klepek di hadapan RiRan. *getok pala Ran biar gag melayang~XDD*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya,senang berkenalan denganmu.Ah,Jiyong sudah banyak cerita tentangmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jeongmal?Jangan-jangan dia menceritakan yang jelek-jelek pula.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan tertawa. ”Tidak laaahh~~aku akan menghajarnya bila cerita yang jelek-jelek tentangmu!” Suara RiRan yang halus seakan tidak mendukung kata ’menghajar’ yang diucapkannya.Yakin 100% bila dia mengatakannya pada preman yang sedang memalaknya,preman itu akan terlena atau malah jatuh cinta padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahahhaa~jujur kau tidak cocok banget dengan kata kata ’menghajar’ itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alis RiRan naik.”Hwe?Gini-gini aku bisa marah juga kok~Katanya kalau marah,aku serem lhoo~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aduh,RiRaaannn~~iya dehhh~~aku percaya kok~~XDD”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”RiRan ah~jangan terlalu dekat dengannya. Nanti kau ketularan menjijikkan~” terdengar celetukan ImEe yang membuatku panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau merendahkan derajatmu,RiRan ah!” desis TaeHee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!” baru saja aku mau marah,RiRan sudah menyelakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Han ImEe,sekarang dia adalah temanku juga. Bisakah kau bersikap sopan padanya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OMONA!!!Dan tebak apa yang kulihat??ImEe menurut hanya dalam kata-kata RiRan.Sungguh menyenangkan melihat dia seperti ini.Hahahahhaa~~ *evil laugh~HyeRin diajarin ma author*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”HyeRin ah~kuharap kau tidak mendengarkan kata-kata ImEe.Maafkan aku~” RiRan membungkuk meminta maaf kikuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku yang merasa bersalah dengan wajah itu. ”Gwenchana~Sungguh tak apa-apa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah,mungkin kita harus sering mengobrol.Aku ingin tau lebih banyak mengenai...”RiRan menghentikan omongannya dan menunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ohhh~~~maksudmu tentang Jiyong?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan tersenyum.Manis.”Bolehkah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku langsung mengangguk.Siapa sih manusia yang tega mengatakan tidak pada wajah itu? ”Lain kali kita akan mengobrol banyak tentang bocah narsis itu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan tersenyum. ”Ya ampuunn~bocah narsis~~~aku jadi semakin penasaran~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;” nah me-me-me-me-me-me-me-chigo shippuh&lt;br /&gt;duh bbahlee dee-dee-dee-dee-dee-dee-deedigo shippuh&lt;br /&gt;juh nohpeun building wheeroh juh poohreun hahneulwheeroh&lt;br /&gt;keuhgeh soh-ree-ree-ree-ree-ree-ree-reechigo shippuh”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan sedikit tersentak kaget ponselnya berdering.Hmm...nada deringnya boleh juga~~ *cihuuuyy~~promosi 2ne1 juge ni gw~wkwkwk~~ajep2 bareng jeng CL*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”O?Jiyong menelepon?” RiRan mengerutkan kening melihat nama Jiyong terera di layar ponsel lollipop pinknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiyong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yoboseo?Ada apa,Jiyong ah?....Aku sedang di toilet.Ada HyeRin kok disini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian suara Jiyong yang terdengar samar-samar olehku hanya, &lt;i&gt;”YA!!Kenapa dia ada disitu?”&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Iyaaaaaaa~~~pasti~~Kau borgol saja aku~Hahahaha~....ya sudah,aku kembali ke kelas segera...Bye” RiRan menutup flap lollipop pinknya. *heizzz,,,author cinta terpendam pada lollipop*. Ia menatap ke arahku. ”Kau mau kembali ke kelas bersamaku atau masih mau disini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah,aku disini sebentar lagi. Aku masih mau merapikan rambutku.” Alasan yang tepat untuk kuberikan pada RiRan.Karena kalau aku berjalan dengan RiRan keluar dari sini dengan akrabnya ala friendship never ending kan kalau keliatan SeoHee ataupun Jiyeon bisa gawat. Bisa kena serangan jantung mendadak komplikasi muntaber mereka!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yo~HyeRinnie ah~aku nggak pulang bareng kau yang hari ini. Biasa lhaaaa~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz,,mau mati,hah??Meninggalkanku seenaknya langsung pergi begitu usai kelas!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hyaaaaaaa~~~~Jangan galak-galak ah~Nanti kau cepat tua~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eh?Kau tidak enak badan ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ani~memangnya kenapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Biasanya kau marah-marah kayak kesetanan begitu kukatakan cepat tua.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya nanti sajalah kau akan terima setelah ini.Percuma aku buang kalori di ponsel.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya sudah,RiRan menugguku.Bye.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bye.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambungan terputus.RiRan?Berarti apa yang dikatakannya lewat ponsel sewaktu aku di toilet bersama RiRan adalah ajakan pulang bersama. Jiyong yang mengajaknya. Dadaku terasa sesak. Aku menghela nafas layaknya nenek-nenek pekerja berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia bersama RiRan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyodorkan ponsel milik SeoHee. ”Menurutmu dengan siapa lagi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SeoHee mendecak kesal. ”Kau benar-benar dah!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berusaha cuek.Kuraih tasku dan menyelempangkannya di tubuhku. ”YA!Kalian berdua kenapa melihatku gini sih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau sungguh tak mau pulang bareng salah satu di antara kami?” tawar Jiyeon lagi. Sudah untuk yang kelima kalinya kudengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizzz...aku sudah besar,Jiyeon ah~~Kau tak mau kan kalau aku bermanja-manjaan dengan TOP?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya akan kuhajar kau saat itu juga.” Sesaat aku membandingkan kata-kata hajar yang kudengar dari RiRan dan Jiyeon.Walau Jiyeon menyebutkannya dengan santai,tetap terasa akan terjadi bila aku melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lalu sebaiknya aku tidak usah ikut denganmu kan?” Aku langsung ngebut berbicara sebelum SeoHee menyelaku. ”Dan SeoHee amma~~kau kan bertemu dengan JaeJoong oppa susah sekali~masa kau membiarkanku mengganggumu!Dan kalau kau bilang itu tidak,aku yang akan menyembunyikan wajah darimu setelah itu.Arasseo??Ini keputusan finalku.Dan aku tidak mau ada tawaran lain.” Aku mengambil nafas setelahnya karena aku mengucapkan semua itu dalam satu tarikan nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lalu kau pulang sendiri?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tentu saja tidak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SeoHee dan Jiyeon tercengang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau punya gebetan baru???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melangkahkan kaki di lorong koridor kelas yang masih ramai murid walau sudah selesai jam sekolah.Masuk ke pintu kelas X.Terdengar musik kebangsaan sekolah ini.Apa-apaan ini?Kulemparkan pandangan ke sekitar ruang kelas itu.Tidak susah menemukan orang itu.Hanya ada sekitar 15 orang tersisa masih di kelas ini.Apalagi dia terlalu mencolok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“YAAAA!!!!!!!!LEE SEUNGRIIIII!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua mata otomatis menengok ke arahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seungri memberhentikan gerakannya.”HyeRin oppa!!”Seungri berlari-lari kecil menghampiriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!Mau kubotaki rambutmu,hah?!Aku nunamu!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”hehehehhee~~~iya deh~ada apa kau kesini?Apa mencari kesegaran dari tampangku yang tampan ini??”Mata seungri yang mempunyai kantong mata agak hitam-yang membuatnya terlihat speerti panda-itu mengerling nakal padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudorong bahunya. ”Dasar kepede’an!Yaisshhh!!Jeongmal!!!Cepat kau matikan lagunya!Mau mati rasanya aku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yahh~~nggak bisaaa~~~aku ingin memantapkan gerakannya~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Matikan atau kau yang akan kumatikan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”MELUNCUUURRRR,BOSSSSSSSS!!!!!” Seungri langsung ngacir balik badan dan mematikan speaker yang ditaruh di meja guru tersebut.Begitu selesai,ia langsung ngacir kembali menghampiriku.Terlihat anak-anak lain ada yang menarik nafas lega begitu suara itu dimatikan,ada pula yang sealiran dengan bocah ini-mendumel begitu musiknya dimatikan. ”Ada apa gerangan nih ke kelasku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau pulang bareng aku.” Kubuat kalimatku bukan sebagai ajakan tapi sebagai pernyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eyh??Jiyong hyung memutuskanmu??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutoyor kepala Seungri. ”Ya,aku dicampakkannya!Puas?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Heizzz,,,sungguh menyedihkan sekali hidupmu,HyeRin ah~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!CARI MATI,HAH???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ara~ara~~tapi tunggu disini sebentar lagi ya~biar aku selesaikan dari awal sampai akhir lagu untuk terakhir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lagu bodoh ini??” *author tajong pantat HyeRin*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz,,,kau mau pulang barengku kan?Ya tinggal tunggu sebentar saja dan jangan komentar apa-apa!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak punya pilihan lain.Aku hanya bisa menurut.Entah hari ini lagi malas saja lah pulang sendiri.Kududuk di bangku di meja kedua dari depan.Terlihat Seungri memaksimalkan kembali volume speakernya lagi. Astaganaga~~jangan bilang kalau anak ini rela membopong speaker dari ruang musik hanya untuk kegiatan ini. Aku tau memang anak ini super duper pede gile dasyat abiss~Kerjaannya hanya menarsiskan diri.Seperti Jiyong.Ya,Seungri memang mengidolakan Jiyong. Aigooo~~~~bagaikan mendapat dua bomb kembar di dekatku~~ckckckck~~Makanya pula tadi Seungri memanggil Jiyong dengan sebutan hyung. Yaisshh!!!Giliran padaku saja dia seenaknya memanggil nama!!Dasar panda narsis kurang ajar!! *author nyiapin boneka vodoo buat HyeRin XDD*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Eejae shijakeeyah hanagah duel shigahneeyah~&lt;br /&gt;Nae baldeung-eh nuh-eh bahlee nae mom sogae nuh-eh pahlee&lt;br /&gt;Gachee choomeul choogo gachee booleul peejoh~”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Omona~~~Bisa mati ketawa kalau aku lihat dia terus-terusan!ampun dehhh~~dengan pedenya Seungri menari bersama 3 cowok lainnya DI DEPAN KELAS. Kini aku semakin tidak mengerti apa dia terlalu ingin dilihat atau memang apa kadar narsis bin pede nya bahkan sudah tercatat sejak di akte kelahirannya XDD. Ck!! Dan WHAT???Lagu kebangsaan sekolah yang dibikin tarian full??? Bahkan ada goyangan pantat~~~lemas pikiran aku melihatnya~~~ &gt;_&lt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”We’re so hottest in the world~~like d d d d d this yo!!&lt;br /&gt;You like it (crack crack crack crack!)&lt;br /&gt;All grown up (crack crack crack crack!)”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAAAAAAAAAAKKKK!!!!Bagian yang paling kubenciiii!!!!!Apa pula itu kayak orang cuci tangan~~~Seungri meliuk-liuk seperti dancer handal. Yah,itu menurutku. Dan pendapat yang hanya kusimpan untuk konsumsi pribadi. Bisa gawat kalau dia tau pujianku itu. Kebayang narsisnya akan seperti apa?*author juga ketemenehonk nah~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untungnya dia menepati janjinya. Untuk sekali lagu saja. Setelahnya dia mengemas discman dan segala kabelnya dalam tasnya,lalu pulang bersamaku. Mungkin kalian bertanya-tanya apa hubunganku dengan Seungri. *author kaga mao tauk tuh!BUGGH!author ditonjok HyeRin* Ah,tidak~dia bukan gebetanku atau pacarku~*jyaaahhh~sape juge nyang mikir gitu!!* Seungri adalah anak pemilik apartemen tempat aku dan Jiyong tinggal. Dia hidup di apartemen itu juga.Dia beda 2 tahun denganku dan Jiyong. Jiyong sendiri sih suka sekali bercanda dengannya, sedangkan aku harus sering marah-marah pada makhluk narsis yang melebihi Jiyong ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stop!Kenapa harus ada Jiyong melulu sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jiyong hyung punya pacar baru ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya Seungri membuyarkan pikiranku. Aku menoleh ke arahnya,yang duduk di sampingku. Bus yang biasa kami naik pulang dan pergi sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Menurutmu begitu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Iya,Seleranya hyung boleh juga soalnya!!” Seungri mengatakannya berapi-api. Sebenarnya aku rada malas menbahasnya siang-siang bolong seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau sudah melihatnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seungri mengangguk-angguk semangat.Lalu menatapku dalam-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa?Kau mau menciumku?Kubunuh kau!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaissshhh!!!!Sampai mati pun aku tak mau menciummu,HyeRin ah~~Maksudku jelaskan siapa perempuan itu!Dan kenapa dia meninggalkanmu pulang denganku seperti ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Namanya Kim RiRan.Di-”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh!!!!KIM RIRAN YANG DIBICARAKAN ITU TOHHH???” aku menutup telinga kananku,tepat sekali dia teriak di telingaku!Heizz,bocah ini!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!Jangan teriak-teriak begitu napa!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aduh,abisnya kaget aja~RiRan nuna itu benar-benar populer sekali bahkan di kalangan cowok-cowok kelas X~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yea yea yea~~~cewek populer dan sekarang kau memanggilnya nuna sedangkan padaku tidak,hah???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seungri kembali mengemut ”permen kaki a.k.a hot hot pop XDD” dan menghiraukan kata-kataku tadi. ”Jiyong hyung memang hebat~~aku saja sampai kaget sewaktu melihatnya di pojokan lorong waktu itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melengos mendengarnya. Pojokan lorong kelas?? ”Kapan kau melihatnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lupa. Mungkin kemarin atau tadi.” *dasar short memory seungri ah!!hahahahah~SMS tuh~* ”Dan dia sekarang bersama RiRan nuna?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tak perlu kujawab kau juga sudah tau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”USO!!!!!Serius?Jadi kau ditinggalkan hyung karena RiRan nuna???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heh!Mau kuhajar kau??” #!%^%%^%^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi kalau aku jadi kau mah pasti menyeret hyung pulang!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku harus menyeretnya?Kau mau katakan Jiyong hyungmu yang sangat kau idolakan itu mau kusamakan dengan kuda diseret-seret gitu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau menyukainya kan?Heizz,,jangan bilang tidak~~~Kelihatan tauk!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menggeplak kepala Seungri. Dia meringis sakit sedangkan aku semakin gugup takut ketauan perasaanku ini. *ayoo sini seungriiii~~~~cipok2 pala seungri* ”Sok tau!”Aku mencibir.”Oh ya,kau belum ada pacarkah?Mana niihh~~katanya anak tampaaann????????bilang saja gak lakuuu!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!Aku ada yang kusuka!!” Seungri menutup mulutnya. Pertanda dia keceplosan. *haiyooo~~~magnae akan gw pasangin dgn siapaaa???hahahaha~~~lirik2 kiki*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hahahahaha~~~siapa itu,Seungri ah~~~?Teman sekelasmu?Atau siapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heizz,,berhentilah~~aku tidak akan memberitaumu.Sampai kau merobek-robek bajuku juga tidak akan memberitahumu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaisshh!!Tak nafsu aku dengan pemandangan bajumu yang dirobek-robek!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hey hey heyy~~~badanku sudah mulai six pack lohhh~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau kira aku pervert,hah??!!” Aku menyudahi perdebatan yang sungguh tidak penting itu dengan melemparkan pandangan ke luar jendela kaca bus. Pamflet yang menarik perhatianku,koleksi versace terbaru. Modelnya sangat cantik. Tapi kok terlihat familier,ya? *haiyooo,,siapa kah ituuu?eng ing engg~~~~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oyah,waktu kemaren itu ada keluarga Jiyong hyung yang menelepon ke tempatku. Kemarin dia pergi ya?Soalnya katanya orang itu ponsel Jiyong tidak aktif semalam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Siapa yang menelepon?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Duh lupa~~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”YA!!Bagaimana kau bisa melupakannya,hah??!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh!Namanya JiSang!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eyh?JiSang oppa???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;=================TBC================&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4836892725700449318-3483351937758257987?l=lookingforwenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/feeds/3483351937758257987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/2009/12/pg17straight-do-u-love-me-chapter-234.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default/3483351937758257987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default/3483351937758257987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/2009/12/pg17straight-do-u-love-me-chapter-234.html' title='[PG17/Straight] Do U Love Me? -Chapter 2.3.4-'/><author><name>wenz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07797475595889909540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKrbjZFkiWE/SxUZXKpbY_I/AAAAAAAAAAM/sYrSj_8KUik/S220/jj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4836892725700449318.post-1447780286192366477</id><published>2009-12-01T05:52:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T05:53:38.864-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My fanfiction'/><title type='text'>[PG17/Straight] Do U Love Me? -Chapter 1-</title><content type='html'>&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;Title: Do U Love Me?&lt;br /&gt;Author : JiNta iz V.I.P a.k.a wenche&lt;br /&gt;cast : JiYong, HyeRin, dll~&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“HyeRin aa! Kau masak ramen lagi??? Kau kira aku ini apa!!!”&lt;br /&gt;”YA! Jiyong a! Kau kira aku ibumu? Makan seadanya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HyeRin POV&lt;br /&gt;Heizz... anak ini buatku kesal tiap hari!! Dasar manusia rakus yang tidak tau diuntung!! Sudah tau yang ada di lemari hanya ramen!! Yah~ aku, Shin HyeRin dan makhluk yang sedang makan lahap di depanku ini, Kwon JiYong. Dia adalah tetanggaku. Kami hidup bersebelahan di apartemen sederhana.&lt;br /&gt;Ku deskripsikan orang ini. Dia tidak terlalu tinggi dan tidak bisa dikategorikan pendek juga. Yah, walau dia lebih tinggi dariku sih ^^. Dia bermata agak sayu, dan wajahnya sangat imut. Tapi dibalik semua itu, JiYong adalah manusia yang super aktif. Lincah dan bisa menaikkan suasana. Selain itu gayanya kasual dan trendy. Dia sangat menyukai olahraga dan dance. Dan sama sepertiku, bodoh dalam pelajaran!Hahahaha~~ Aigoo, kenapa malah jadi tertawa sih?? Pokoknya sangat menyusahkanku!! Setiap hari harus memasak untuknya! Karena kami tinggal bersebelahan persis tanpa orang tua. Kami tinggal sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya!! Kenapa kau diam saja? Kau tak mau ramenmu? Kalau tak mau biar kumakan saja!” kata JiYong melirik semangkuk ramenku dengan penuh nafsu.&lt;br /&gt;Kutancapkan mataku yang tajam padanya *weh?kae apa tuh??*. ”Heizz, dasar perut raksasa!”&lt;br /&gt;”Aigoo, kau mengataiku terus~~ aku kan Cuma bercanda~~ pizzzzzz~~hehehe” ia membentuk V pada jarinya.&lt;br /&gt;Aku menggeleng. Lalu mulai melahap ramen yang ada. Lalu kami selesai makan.&lt;br /&gt;”Ya! Ini kamarmu! Kenapa aku yang harus mencuci piringnya terus sih??”&lt;br /&gt;”Hya~~ HyeRinnie~~ jangan marah – marah gitu ah~~nanti cepet tua loh!” katanya dengan tampang jahil.&lt;br /&gt;”Biarin! Biar kau malu punya teman yang berwajah tua!”&lt;br /&gt;”OMO!! HyeRinnie~~ andweyo~~ seram sekali kalau kau berwajah tua~~”&lt;br /&gt;”Sinting!!”&lt;br /&gt;JiYong nyengir kuda. Dia melanjutkan main games di handphone nya.&lt;br /&gt;”Kau mau ikutan main ini atau pulang?” tawar JiYong tanpa menoleh dari layar hpnya.&lt;br /&gt;”Heizz... aku pulang saja lah. Kita kan ada PR dan kau jangan lupakan itu.”&lt;br /&gt;”ne~ne~~ arasseo~~ tenang saja~” katanya yang tetap serius pada hpnya.&lt;br /&gt;”Yah~ kau pasti akan lupa. Ya sudah, aku pulang.”&lt;br /&gt;Walau aku pulang pun, Cuma beberapa langkah. Ya memang kamarku disebelahnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuhempaskan badanku ke kasur lipat yang ada di kamarku. Sayup – sayup terdengar teriakan JiYong di kamar sebelah pertanda dia menang gamenya. Heizz,,, anak itu!&lt;br /&gt;Kupejamkan mata perlahan, dan teriakan itu menjadi akibat dari sunggingan senyumku yang tiba – tiba muncul. Ya, dialah Kwon JiYong, sahabatku sekaligus cinta pertamaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-HyeRin POV end-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥&lt;br /&gt;D O Y O U L O V E M E ? ?♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Flashback-&lt;br /&gt;”Kenalkan, ini Keluarga Kwon yang datang dari Seoul.”&lt;br /&gt;HyeRin yang belum kenal dengan keempat orang itu melirik acuh tak acuh. Ia terbiasa cuek dengan orang yang belum dikenalnya.&lt;br /&gt;”Annyong.” jawab HyeRin singkat.&lt;br /&gt;”HyeRin a~ jangan tidak sopan begitu pada tamu~” Ammanya menegur.&lt;br /&gt;Tapi HyeRin tidak juga menyapa.&lt;br /&gt;”Ah, maafkan anak saya ini. Dia anak kami satu – satunya. Mungkin bisa menjadi teman baik Nak JiSang dan JiYong~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya!! Mengapa kalian mengikutiku??” tanya HyeRin kesal pada kedua kakak beradik itu yang berjalan mengikuti dari tadi di belakangnya.&lt;br /&gt;”Kami tidak tau harus kemana. Kau kan yang tau, setidaknya kau temani kami.” kata seorang yang tampangnya lebih muda.&lt;br /&gt;HyeRin menghela nafas panjang.&lt;br /&gt;”Hya~~ jangan menghela nafas seperti itu~~ kau seperti nenek – nenek saja!!” ucap anak itu lagi.&lt;br /&gt;”YA!! Heiizzz~~ ya sudah, kalian mau kemana?”&lt;br /&gt;”Kemana saja deh. Kau kan yang tau.”&lt;br /&gt;”Ya tapi aku bingung mau ajak kemana!!”&lt;br /&gt;Anak itu menatap seseorang di sebelahnya. ”Hyung mau kemana?”&lt;br /&gt;”Ke pantai saja.”&lt;br /&gt;”Ya sudah, ajak kami ke pantai!! Ppali!”&lt;br /&gt;”Heizz~~”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berjalan ke arah pantai. Keluarga Shin yang sangat sederhana memang tinggal di daerah dekat pantai. Mereka bertiga duduk di hamparan pasir putih.&lt;br /&gt;”Hyung~ gimana udaranya? Sejuk, kan?” kata anak yang dari tadi banyak ngomong itu.&lt;br /&gt;”Sejuk~ Ah ya, kamsahamnida. Boleh aku tanya namamu siapa?” tanya anak yang kalau ditebak HyeRi lebih tua 3 tahun dari umurnya.&lt;br /&gt;”Eyh? Kau bicara padaku?” tanya HyeRin bingung.&lt;br /&gt;”Nde.”&lt;br /&gt;”Aku Shin HyeRin. Tapi... aku kan disini, kenapa kau bertanya padaku tapi melihatnya ke depan? Itu kan tidak sopan...”&lt;br /&gt;”YA! Bicara yang sopan!!!” tegas anak yang banyak bicara itu.&lt;br /&gt;”JiYong a~ jangan keras begitu...” ucap anak yang lebih tua dengan lembut.&lt;br /&gt;”Aku kan gak salah~~” HyeRin cemberut.&lt;br /&gt;”Nggak apa – apa. Aku ini tidak bisa melihat. Aku buta.” jawab anak yang lebih tua itu penuh senyum.&lt;br /&gt;”Ah!! Cungsonghamnida~~ Aku benar – benar gak tau~~” HyeRin terlihat kikuk dan membungkuk.&lt;br /&gt;”Makanya, yang sopan.” kata anak yang bernama JiYong.&lt;br /&gt;”mianhe~~ Tapi kau juga tidak sopan padaku!! Huh!!”&lt;br /&gt;”Aku?? Tidak sopan?? Heiizz~ kau ini anak perempuan atau bukan sih? Kasar”&lt;br /&gt;”YA!! Kupukul kau!!” HyeRin menjitak JiYong.&lt;br /&gt;”Aww!!! Appeuda!! Kubalas kau!”&lt;br /&gt;”JiYong aa~ jangan begitu~” lerai hyungnya JiYong yang bernama JiSang. Sekali perkataan hyungnya, JiYong langsung menurut.&lt;br /&gt;JiYong manyun melihat HyeRin tersenyum penuh kemenangan.&lt;br /&gt;”Oh ya, oppa. Kita beda berapa tahun? Aku juga belum tanya nama oppa!”&lt;br /&gt;”Aku JiSang. Aku 15 tahun. Kita sepertinya beda 4 tahun. Kau bukannya seumuran dengan JiYong kan?”&lt;br /&gt;”Dia yang bernama JiYong, oppa?” HyeRin kembali menyipitkan matanya pada JiYong.&lt;br /&gt;”Ya, aku JiYong! Memangnya kenapa, huh??”&lt;br /&gt;”Hey, sudah JiYong aa~ oh ya, sekali lagi terima kasih ya sudah mengajak kami kesini.”&lt;br /&gt;”Gwenchana~ ini tempatku yang paling indah soalnya. Kalian jaga rahasia ya. Termasuk kau!!” HyeRin menunjuk JiYong.&lt;br /&gt;”Wae?? Aku bisa jaga rahasia kok!”&lt;br /&gt;HyeRin mencibir. ”Oh ya, disini walau oppa gak bisa melihat, tapi oppa akan merasakan setiap deburan ombak dan angin yang mengelilingi kita. Setiap aku kesini, aku akan selalu memejamkan mata. Menyenangkan kok!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam liburan itu, mereka bertiga menjadi sangat dekat. HyeRin yang selalu bertengkar khas anak kecil dengan JiYong pun juga makin akrab. Diam – diam JiSang menyimpan perasaan khusus pada HyeRin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JiYong yang suatu malam tidak bisa tidur, uring – uringan di tempat tidurnya. Membolak – balikkan badannya.&lt;br /&gt;”Heizz~~ aku tak bisa tiduurrr~~~” umpat JiYong dalam hati. Ia melirik hyungnya yang tertidur di tempat tidur sebelah.&lt;br /&gt;Lalu ia mengambil game boy nya dan bermain game. Setelah beberapa menit kemudian ia membanting game boy itu ke sebelahnya.&lt;br /&gt;”Bosaaaaaaaann~~~” lagi – lagi ia mengumpat dalam hati. Kemudian ia memutuskan untuk pergi keluar penginapan. Dasar JiYong anak yang bandel, walau malam pun ia tak takut jalan sendiri keluar. Penginapan Keluarga Shin *lupa bilang nih, keluarga Kwon nginep di penginapan kecil punya ammanya HyeRin*. Tapi ia tak tau harus pergi kemana. Yang ia tau hanya pantai tempat ia, hyungnya dan HyeRin biasa bermain. ”Yah~ke pantai itu saja deh~”. Setelah berjalan tidak jauh, ia sampai di tempat itu.&lt;br /&gt;”Huaaah~~~ angin malam dingiiiiiii-O???” JiYong ternyata melihat HyeRin yang sedang duduk agak jauh darinya berdiri. Nampak HyeRin sedang duduk memeluk kedua lututnya dan memejamkan mata. Seperti yang diajarkan kepada JiSang dan JiYong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-JiYong POV-&lt;br /&gt;”Apa aku dekati dia yah?? Anak itu gak sedang ngelindur kan kesini?? Lah aku dekati saja lah!! Kalau dia sedang mengigau kan aku bisa menyadarkannya.” Aku melangkah mendekati HyeRin.&lt;br /&gt;”HyeRin ah~” panggil JiYong.&lt;br /&gt;HyeRin membuka matanya. Ia sedikit terkejut melihatku berdiri di sampingnya.&lt;br /&gt;”JiYong ah~~ kok ada disini??”&lt;br /&gt;Aku kemudian duduk menyelonjor di sampingnya. ”Aku gak bisa tidur. Dan kau sedang apa disini? Kukira sedang mengigau!”&lt;br /&gt;”Kalau aku mengigau lalu kau mau apa, huh?!!” HyeRin mulai marah – marah lagi.&lt;br /&gt;”Heiz~~ aku bercanda~~kau tetap saja galak!”&lt;br /&gt;”Ya! Aku sedang tak ingin bertengkar!!”&lt;br /&gt;”Arasseo~~ jadi sedang apa kau disini?”&lt;br /&gt;HyeRin terdiam sejenak. ”Aku memang sering kesini.”&lt;br /&gt;”Ya aku tau~ tapi ini kan malam – malam, kau bisa masuk angin~”&lt;br /&gt;”Gwenchana~ aku tenang bisa melihat appaku~”&lt;br /&gt;”M-melihat ap-appamu???” aku agak ngeri mendengar kalimat itu. Bukannya appanya...&lt;br /&gt;”Ya kau sudah tau kan, appa ku udah tidak ada.Aku bisa tenang kalau melihatnya di langit sana.” HyeRin memandang ke hempasan langit yang membentang penuh bintang.&lt;br /&gt;”Mian.” Aku meminta maaf yang sungguh – sungguh padanya.&lt;br /&gt;”Gwenchana~”&lt;br /&gt;Aku bingung menjelaskannya. Sebenarnya aku meminta maaf untuk hal yang lain.&lt;br /&gt;”Aku... mianata... untuk... emm... appamu... hyungku yang...”&lt;br /&gt;”Aku kan sudah bilang, gwenchanayo...”&lt;br /&gt;”Eyh? Kau sudah tau?”&lt;br /&gt;HyeRin mengangguk. ”Appaku meninggal karena menolong JiSang oppa dalam kebakaran.”&lt;br /&gt;”Sekali lagi, mianata~ Aku sedari awal mengira, kau tidak tau. Kalau aku jadi kau yang tau hal ini dari awal, pasti akan membenci anak yang ditolongnya dan keluarga anak yang ditolongnya.”&lt;br /&gt;”Aku juga anak biasa kok. Aku marah pada kalian sedari awal kalian datang. Tapi begitu aku melihat JiSang oppa, mungkin aku bisa merasakan perasaan appaku begitu melihat oppa di tengah kobaran api dengan kondisi seperti itu. Aku malah jadi bangga pada appa. Seorang petugas pemadam kebakaran yang baik, juga seorang appa yang baik.”&lt;br /&gt;”Ya, aku salut pada appa mu... Mmm jadi kau sering ke tempat ini karena kangen pada appamu?”&lt;br /&gt;”Ini tempat aku dan appa bermain saat appa pulang bertugas.”&lt;br /&gt;-Flashback end-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--tbc--&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4836892725700449318-1447780286192366477?l=lookingforwenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/feeds/1447780286192366477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/2009/12/pg17straight-do-u-love-me-chapter-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default/1447780286192366477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default/1447780286192366477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/2009/12/pg17straight-do-u-love-me-chapter-1.html' title='[PG17/Straight] Do U Love Me? -Chapter 1-'/><author><name>wenz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07797475595889909540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKrbjZFkiWE/SxUZXKpbY_I/AAAAAAAAAAM/sYrSj_8KUik/S220/jj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4836892725700449318.post-4557076084569704355</id><published>2009-12-01T05:49:00.001-08:00</published><updated>2009-12-01T05:49:47.768-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My fanfiction'/><title type='text'>[PG 17/ Straight/ 1S]someone whose being loved by my husband</title><content type='html'>Yooo~~gw dateng lagi nih~hahhahaa~~&lt;br /&gt;Sebenernya ni bukan karangan gw~tapi gw membawakan ulang kejadian yang ada berdasarkan cerita yang ada di email gw. Dan gw piker, gw bisa meng-share dengan para vip, walau namanya gw ubah dan beberapa gw tambahkan. Surat-surat nya juga gak gw ubah karena mengingat sangat dalem meaningnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;b&gt;someone whose being loved by my husband&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rate : PG 17/ Straight/ 1S&lt;br /&gt;Cast : Kim Nana, Choi Seunghyun, Shin RiRan, Choi Jaeyun, Choi SooHoon,&amp;amp; Choi Jiya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jaeyun, SooHoon, JiYa! Jangan lupa cuci kaki dan berdoa sebelum tidur! Arasseo?”&lt;br /&gt;Kupandangi satu-satu anak-anakku yang berdiri berjejer di depanku. Ini memang sering kulakukan sebelum mereka beranjak tidur.&lt;br /&gt;”Arasseo, amma.” Ucap Choi Jaeyun, anak pertamaku yang berumur 7 tahun, tersenyum ke arahku.&lt;br /&gt;”Arrraaasseeoooo,ammmaaaaaa~~~” teriak Choi SooHoon, anak keduaku, yang berumur 5 tahun. Khas anak-anak yang selalu berteriak karena masa-masa lincah mereka. Sedangkan Choi JiYa, anak terakhirku, yang hanya manggut-manggut sambil mengemut jempolnya, umurnya masih hampir 4 tahun.&lt;br /&gt;Kuciumi kening mereka satu persatu. Dan mereka mengucapkan selamat tidur padaku. Aku menghela nafas lega melihat mereka yang sudah berlarian ke kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku Kim Nana, 36 tahun. Seorang ibu rumah tangga. Dengan tiga anak, dan seorang suami yang bernama Choi Seunghyun.&lt;br /&gt;Kupandangi jam dinding ruang keluarga dimana tempatku sekarang yang sedang menonton televisi. Pukul 20.30. Kulanjutkan acara menonton televisiku yang terpotong. Perhatianku tidak begitu fokus, sekali-kali melirik jam dinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 21.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 22.30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seunghyun belum juga pulang. Perasaanku semakin cemas. Khawatir. Kutahan pikiranku semua itu. Seunghyun memang biasa pulang malam akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itulah yang membuatku sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan pernikahan kami awalnya baik-baik saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Seunghyun tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal-hal seperti itu sebagai ungkapan sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua di luar pun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran di kamar, atau main dengan anak-anak kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengira rumah tangga kami baik-baik saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, di suatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit di rumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bernama Shin RiRan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temannya Seunghyun saat dulu kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan-akan waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki-laki maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan tidak pernah kenal dekat dengan Seunghyun selama mereka kuliah dulu, RiRan bercerita Seunghyun sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. RiRan yang bekerja di bidang Public Relation akhirnya bertemu dengan Seunghyun yang sedang membuat promosi untuk sebuah produksi perusahaan tempatnya bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai mengingat-ingat 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Seunghyun, Ssetiap mau pergi bekerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung di depan komputernya. Atau termenung memegang ponselnya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat RiRan pernah datang pada saat Seunghyun sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Seunghyun tidak juga mau aku suapi. RiRan masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Annyong Nana ah~ kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh... dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia terus mengajak Seunghyun bercerita sambil menyuapi Seunghyun, tiba-tiba saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan....aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia menciumku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit dari pada sakit ketika dia tidak pulang ke rumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Shin RiRan, begitu manis, dia bisa hadir tiba-tiba, membawakan yanggaeng untuk anak-anakku, dan membawakan bibimpap kesukaanku. Dia mengajakku jalan-jalan, kadang mengajakku nonton. Di lain waktu, dia datang bersama suami dan kedua anaknya yang lucu-lucu. Seingatku namanya Kwon Vini dan Kwon Icha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? Karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore, mendung begitu menyelimuti kota Seoul , aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak sulungku, Choi Jaeyun, yang rambutnya lurus dikepang dan cerdasnya sama seperti appanya. Dia berhasil membuka password email Appa nya, dan memanggilku, " Amma, mau lihat surat appa untuk RiRan onnie ?" Anak-anakku memang sudah terbiasa memanggilnya dengan sebutan Onnie dari pada ajuhmma karena begitu cerahnya kepribadian RiRan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Dear , RiRan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Nana. Aku mencintai Nana karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak-anakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh-sungguh mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik-konflik terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak&lt;br /&gt;sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon-pohon beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan-hutan belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki-laki yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Nana bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you&lt;br /&gt;are the only one in my heart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yours,&lt;br /&gt;Choi Seunghyun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku terasa panas. Jaeyun, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat cantikku yang sangat mengerti dan menyayangiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan di amplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa-sisa uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak-anakku. Seunghyun merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam-macam merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman-temanku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Mengapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkanku ? Itu lebih aku hargai dari pada dia hanya diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seunghyun terus menerus sakit-sakitan, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura-pura tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Seunghyun adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;**********&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Author POV]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun kemudian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan membuka amplop surat-surat itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;" Seunghyun, suamiku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja di kantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan&lt;br /&gt;tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku. .. Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata aku keliru.... aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Seunghyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " Mengapa, Nana ? Mengapa kamu mesti cemburu ? Dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrimu,&lt;br /&gt;Nana"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di surat yang lain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;".........Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang RiRan...... "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disurat yang kesekian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;" &lt;div align="center"&gt;.......Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah berubah, Seunghyun ah. Engkau lihat kan , aku tidak lagi marah-marah padamu,&lt;br /&gt;aku tidak lagi suka membanting-banting barang dan berteriak jika emosi.&lt;br /&gt;Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai.&lt;br /&gt;Aku tidak lagi boros, dan selalu menabung.&lt;br /&gt;Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu.&lt;br /&gt;Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang ke rumah.&lt;br /&gt;Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini?&lt;br /&gt;Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah.. .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya.. ......"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya... dipeluknya Jaeyun yang tersedu-sedu disampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disurat terakhir, pagi ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;"........... ...Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya di rumah , sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran di matamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau suamiku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu,&lt;br /&gt;inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?......... "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaeyun menatap RiRan, dan bercerita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Siang itu Amma menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan di wajah amma, amma terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari amma seperti siang itu, amma begitu cantik. Meskipun dulu sering marah-marah kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Amma memarkir motornya diseberang jalan, Ketika amma menyeberang jalan, tiba-tiba mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan&lt;br /&gt;tinggi...... aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Onnie..... aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak.... .." Jaeyun memeluk RiRan dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Seunghyun mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya ia ingin Nana membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Dear RiRan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama setahun ini aku mulai merasakan Nana berbeda, dia tidak lagi marah-marah dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba-tiba aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar.... Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus berusaha mencintainya seperti yang kau sarankan, RiRan. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak-anakku,&lt;br /&gt;tapi karena dia belahan jiwaku....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RiRan menatap Seunghyun yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk di samping nisan Nana. Di wajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;End&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;notes from the email : &lt;i&gt;Jakarta , 7 Januari 2009  (dedicated to my friend....may you rest in&lt;br /&gt;peace...)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=============================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;comments are love &lt;3&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4836892725700449318-4557076084569704355?l=lookingforwenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/feeds/4557076084569704355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/2009/12/pg-17-straight-1ssomeone-whose-being.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default/4557076084569704355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default/4557076084569704355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/2009/12/pg-17-straight-1ssomeone-whose-being.html' title='[PG 17/ Straight/ 1S]someone whose being loved by my husband'/><author><name>wenz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07797475595889909540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKrbjZFkiWE/SxUZXKpbY_I/AAAAAAAAAAM/sYrSj_8KUik/S220/jj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4836892725700449318.post-2046482952642967110</id><published>2009-12-01T05:36:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T05:05:38.323-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My fanfiction'/><title type='text'>[NC21/straight/1S]HE’S MY HUSBAND, SHE’S MY WIFE!</title><content type='html'>&lt;span class="postcolor"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;HE’S MY HUSBAND, SHE’S MY WIFE!&lt;br /&gt;:: Tabir rutang Daejoon ::&lt;br /&gt;:: NC21/Straight/1S ::&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“YOBO YAAAA!!!! Telurnya kurang!!!”&lt;br /&gt;“Chankaman, chankaman, yobo ya~ Aku cek kulkas dulu.”&lt;br /&gt;Daesung membuka pintu pertama kulkasnya agak menungging. Secara kulkasnya ada tiga pintu. Tapi telur yang diminta istrinya, HyeJoon, gak ditemukan juga. Ia garuk-garuk pantat.&lt;br /&gt;Spontan, HyeJoon menepok pantat Daesung, suaminya.&lt;br /&gt;”YA! YOBO! Jangan ditepok-tepok begitu!! Sakit, tau!” Daesung tetap mencari-cari, seraya mengelus-elus pantatnya.&lt;br /&gt;”Abisnya sih, menggiurkan banget!” Kata HyeJoon centil. Lalu kembali ke teflonnya.&lt;br /&gt;Daesung berdiri. ”Kau mau lanjutkan lagi,sayang?”&lt;br /&gt;Tangan Hyejoon berhenti memotong-motong sayuran. Ia melirik ke arah suaminya. ”Lanjutkan apa?” Pada dasarnya memang ia pura-pura gak tau dengan apa yang dimaksud.&lt;br /&gt;Daesung yang sudah serius dan bahkan kadar keseriusannya sudah mencapai 125378156907011069036, mendekati istrinya dan mulai memeluk dari belakang. ”Apa perlu aku saja yang bergerak?” Ia mencium tengkuk HyeJoon dan mengehirupi wangi rambut HyeJoon yang sudah keramas 10 kali hari ini terhitung mulai dari jam 12 malam. *yaoloh~~tobat ah,wen~~~~*&lt;br /&gt;”Kau saja kali ini? Baiklah, aku akan ’istirahat’ kali ini.” Sesuai dengan apa yang diminta, HyeJoon diam saja, dan mulai merasakan gejolak adrenalinnya lagi.&lt;br /&gt;Daesung yang sudah diperbolehkan seperti itu, mengeluarkan lidahnya dan mulai menjilati bahu HyeJoon yang saat itu sedang memakai tank top hitam dan hot pants putih. ”Aku pastikan kau kalah lagi, sayang.”&lt;br /&gt;”Hm? Memangnya hari ini aku kalah berapa darimu, Daesungku?”&lt;br /&gt;”Kita fifty-fifty.” Ia menggigit bahu HyeJoon dan menimbulkan bekas merah untuk yang kesekian kalinya. ”HyeJoon ah~” Tangannya mulai masuk ke dalam tank top HyeJoon. Mengelus punggung, kemudian ke depan. Meraba perut, dan kemudian ke bulatan yang membuat Daesung semakin bergairah. Ia menyentuh ujungnya.&lt;br /&gt;”Apa, sayang?”&lt;br /&gt;”Kau tidak pakai bra ya, beib?”&lt;br /&gt;HyeJoon cekikikan. ”Yaish~sejak kapan kau membuatku memakai bra di rumah? Aku lelah lepas-pakai-lepas-pakai melulu. Begini kan lebih mudah kapan saja,sayang.”&lt;br /&gt;Daesung tersenyum dan menarik tangannya. Dibalikkannya badan HyeJoon sehingga menghadapnya. HyeJoon sendiri bertumpu pada meja dapur di belakangnya. Ia menatap HyeJoon dengan ekspresi terseksi yang ia miliki. ”Kau...sungguh mencuri hatiku.”&lt;br /&gt;HyeJoon tersenyum sumringah. Walaupun sudah setengah tahun ini ia menikah, tetap saja ia merasa jengah dengan tatapan suaminya yang seksi-seksi konyol itu.&lt;br /&gt;”Kau makin membuatku jatuh cinta dengan wajah malu-malu seperti itu.” Daesung masih menatap istrinya,kini dengan tatapan penuh cinta.&lt;br /&gt;”Kau tau? Kalau kau seperti itu, aku semakin ingin menggigit hidung besarmu!” HyeJoon membuka mulut dan menggigit ujung hidung Daesung.&lt;br /&gt;”Hey~Kau melanggar kesepakatan!” Daesung menghindar supaya tidak terkena gigitan istrinya untuk yang kedua kali.&lt;br /&gt;”Kesepakatan?”&lt;br /&gt;”Kan sudah kubilang, kali ini kau istirahat saja.” Daesung membuka mulutnya dan mendaratkannya ke mulut HyeJoon. Lidah mereka bertaut satu sama lain mencari-cari setiap sudut kosong. Tangan Hyejoon menelusuri rambut belakang Daesung warna coklat yang berantakan. Atau kadang ia meremas bagian belakang kaos kutang yang dipakai Daesung. Kini tangan Daesung menjamah pinggul HyeJoon dan mengangkatnya. Membopongnya ke meja makan yang ada tidak jauh dari dapur. Anehnya mereka tetap dengan keadaan berciuman ganas. Bagaimana bisa? Itulah keahlian mereka. XDD&lt;br /&gt;Ditidurkannya HyeJoon di atas meja makan yang kosong itu. Dengan kaki Hyejoon yang menggantung. *ngerti kan maksudnye?*&lt;br /&gt;Merasa tidak puas, ia melepas tank top dan celana HyeJoon. Dan jadilah ia tanpa ada sehelai benang pun di badannya. Bagaikan kepuasan menciptakan lukisan Madonna bugil, ia memandang bangga sambil berkacak pinggang. *edan!*&lt;br /&gt;”Hey~kenapa dilihat saja sayang~~~” Yang diliatin malah menggeliat-geliat tidak sabar kayak cacing kepanasan.&lt;br /&gt;Melihat tingkah istrinya yang heboh itu, ia langsung menyantap makanannya-eh-maksudnya menciumi istrinya. Kalau tidak, istrinya akan makin heboh menggeliat-geliat. Bisa-bisa mejanya rubuh dan hancurlah momen teryahudnya.&lt;br /&gt;Dia menapakkan tangan kanannya tepat di sebelah tubuh HyeJoon supaya ia tidak sepenuhnya menindih HyeJoon. Lalu digigitinya buah dada HyeJoon. Mengulumnya dengan semangat. Sementara tangan kirinya meremas yang gundukan kanan Hyejoon. Bagaimana caranya tangan kiri bisa meremas yang kanan? Misteri, karena itulah keahlian mereka. XDDDD&lt;br /&gt;”Ahhh~~Daesung ahhh~~~~kemampuan menggigitmu berkurang daripada tadi malam yaaaahhhh~~~”&lt;br /&gt;Daesung mendongakkan kepalanya. ”Masa? Kurang ya? Nde, request diterima!” Kemudian ia kembali mengulum. Dan menggigitnya semakin keras.&lt;br /&gt;Yang digigit malah bukannya kesakitan malah kesenengan bukan maen. Setelah lama berkutat disitu, HyeJoon mengutarakan request lagi. *yaoloh~lu kate radio ape?* ”Sayaaaanghhhhhh~~~akuhhh sudaahhhhh basaaahhh~~~Jangannhhh lupaaahhhh bukaaahhh bajumuuhhhh~~~jangannhhh curangghhh~~”&lt;br /&gt;Daesung tersadar. Ia menegakkan badannya. Disekanya sekitar mulutnya yang penuh dengan air liur. *wakz!!!* Kaos kutang putihnya dibuka dan diturunkannya boxer yang dia pakai. ”Ready, beib!”&lt;br /&gt;Tanpa aba-aba lagi, HyeJoon membuka kedua kakinya lebar-lebar. Memberi akses koneksi jamahan lebih leluasa bagi suaminya. LOL.&lt;br /&gt;Daesung menjilati selangkangan Hyejoon yang membuat istri tercantiknya *author narsis ah* itu mendesah seksi. Setelah itu ia beranjak memajukan lidahnya ke medan perang inti. Ia menekan lidahnya ke kemaluan HyeJoon yang memang masih merah karena memang jeda waktu mereka melakukan sebelum ini. Ia menghisap sehingga membuat bunyi decakan-decakan. HyeJoon sendiri merasa sudah mencapai puncaknya sehingga ia merasa dinding kemaluannya sudah berair sekarang.&lt;br /&gt;”Sayaaangghhhh~~~aku udah gak tahaaaannnhhhh~~~~”&lt;br /&gt;Daesung kembali nurut dengan apa kata istrinya. LOL. Ia memposisikan juniornya tidak sabar. Perlahan-lahan ia terobos pertahanan istrinya itu, menyatukan diri sepenuhnya.&lt;br /&gt;”Arrrrhhhhhhh~~~~~~~~~” HyeJoon mengaduh, menahan sakit junior Daesung yang besar masuk ke dalam dirinya.&lt;br /&gt;Daesung tidak begitu mendengarnya karena ia sedang high. Akhrinya setelah sempurna, ia bergerak penuh irama. Merasa tidak nyaman, ia mulai merangkak naik ke atas meja juga, menindih tubuh istrinya.&lt;br /&gt;Tiba-tiba telepon rumah mereka berdering. Entah kuping Daejoon sudah budek atau pura-pura gak denger, mereka makin asik mainnya. XDD&lt;br /&gt;Akhirnya answering machine mereka pun berbunyi.&lt;br /&gt;”Miaww~disini Daemonnieee~~” itu suara Daesung. ”Dan disini istrinya yang seksiiii~~HyeJoonniee~~” dan tentunya itu suara HyeJoon. ”Kami sedang bepergian melewati ruang waktu bersama Doraemon~~~tinggalkan pesan saja yaaaakk!!Annyooooongg~~~”&lt;br /&gt;PIIPP... Kini suara seseorang yang meninggalkan pesan untuk mereka. ”Hey duo sinting! Jangan lupa nanti eikeh sama Youngbeibeh dateng arisan ke rumah kalian jam 5 ye!Arasso??Jangan sampai lupa!KLIK.”&lt;br /&gt;Itu pasti Jaeyun.&lt;br /&gt;Dan sungguh di luar dugaan dan akal sehat manusia, mereka tetap melanjutkan acara mereka seperti tidak ada yang mengganggu sedikit pun.&lt;br /&gt;”Beeehiiibbbbhhh~~~~kita lupa pemanasaaaaannhhh~~~”&lt;br /&gt;”Asssshhhhhh~~~gak ngaruhhh beeehhhbbbbhhh~~~udah puncak niihhhh~~~~”&lt;br /&gt;Tentu saja Daesung tetap meraba sana sini dan mencubit-cubit pantat HyeJoon. Beberapa saat kemudian, TING TONG!!!!!TING TONG!!!! Dan TING TONG!!! Sampai 8 kali TING TONG!!!!&lt;br /&gt;Nampaknya itu cara yang paling ampuh untuk membuyarkan acara mereka.&lt;br /&gt;”Heissh! Siapa sih! Pencet bel dah kayak orgil!” Akhirnya daesung menyerah, memutuskan untuk membuka pintu bagi si pemencet kesetanan itu. Ia melepaskan juniornya dan mengecup bibir istrinya lama –dan rasanya juga mereka gak rela lepas tuh- lalu berjalan ke pintu seraya memakai boxernya kembali.&lt;br /&gt;TING TONG TING TONG TING TONG!&lt;br /&gt;”IYEEEEEEEEEEEEE BENTAAAAAAAAAARRRRRR!!!” Kata daesung yang agak kepayahan memakai boxer sambil berlari itu. Ia membuka kenop pintunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak seorang laki-laki bertubuh agak kurus berdiri di depan pintunya. Tau satu hal yang membuat orang itu dengan Daesung sama? Mereka sama-sama bertelanjang dada dan memakai boxer. Mungkin spesifiknya orang tamu itu memakai boxer bergambar pink panther sedangkan Daesung bergambar Doraemon.&lt;br /&gt;Laki-laki itu memegang dadanya karena kedinginan tidak memakai baju. Dan kaki kanannya menggaruk-garuk bagian betis kirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya!! Kang Daesung!! Kau mau membuatku mati kedinginan seperti ini apa!!”&lt;br /&gt;Mata sipit Daesung menyipit sesipit-sipitnya. Mukanya datar menunjukkan ketidaksukaan acaranya telah diganggu. ”Hhh... Kwon Jiyong hyung...Aku sedang ada meeting dengan Hyejoon.”&lt;br /&gt;”Heisshh~aku tau. Aku juga.”&lt;br /&gt;”Lalu?”&lt;br /&gt;”Aku minta shampo dong~” Jiyong dengan muka terpolosnya yang menurut daesung sungguh amat menjijaykan itu,nyengar-nyengir gak karuan.&lt;br /&gt;”Kenapa gak beli aja sih?”&lt;br /&gt;”Nanggung~ayolah~~jangan membuat RiRan menunggu~~”&lt;br /&gt;Kemudian RiRan menampakkan dirinya dari pintu sebelah. RiRan hanya melilitkan bed covernya saja menutupi dari dada sampai bawah. ”YA! Kang Daesung!! Pelit amat sih!! Bisa cepat ambilin kagak?? Kalau nggak, gw bakal juga hancurin acara kalian!!”&lt;br /&gt;Mau gak mau Daesung mengiyakan permintaan mereka. ”Tunggu sebentar. Awas kalau hyung masuk ke dalam!” Ancam Daesung dengan muka galak dan menutup pintu. Ia ngibrit ke kamar mandi ngambil shampo, lalu kembali ke depan. ”Nih!”&lt;br /&gt;”Yo! Thanks,mameeenn!!!” Jiyong meninju lengan Daesung. ”Eh, by the way busway, gw ngintip dikit dooong ke daleemm~~~~”&lt;br /&gt;$&amp;amp;$*&amp;amp;$*%)+*%&amp;amp;#^#&lt;br /&gt;Tapi Daesung malah menahan esmosinya. “SHIN RIRAN, SUAMI MU INI INGIN MENGINTIP HYEJOONKU KATANYA.”&lt;br /&gt;Dan sukses, RiRan langsung sigap berlari mendekati Jiyong lalu menjewernya sepenuh tenaga. “APA KATAMU???? JADI SEPERTI ITU YA KELAKUANMU SESUDAH PUAS 5 RONDE DENGANKU TADI???HAH??!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Holaaaaaa~~~~” Seorang laki-laki berwajah sangar bin gahar berlarian menuju dapur dan langsung memeluk Daesung. Kontras gak sinkron muka dengan kelakuan.&lt;br /&gt;Ya, seperti adegan pacar yang tidak bertemu selama bertahun-tahun. Dan Daesung juga menanggapi keautisan laki-laki itu.&lt;br /&gt;“Tabi Hyuuuuuuuuunggg~~~~~~~~~~”&lt;br /&gt;Setelah puas berpeluk-pelukan, laki-laki yang bernama TOP itu melirik dan mendengus tubuh Daesung. “Heissshhh~~~Wangi kalian masih berbeda!”&lt;br /&gt;“Wangi apa?” Tanya Daesung keheranan, dan mencium lengan bajunya.&lt;br /&gt;“Wangi pasangan baru.”&lt;br /&gt;“Eh? Emang ada wanginya?” Muka daesung terlihat seperti orang bloon.&lt;br /&gt;“Ada.” Jawab TOP seraya celingak-celinguk kanan kiri melirik dapur kediaman Kang. Niatnya sih nyari-nyari makanan gitu.&lt;br /&gt;“Wah~hyung bisa mencium wanginya ya? Hebaaattt~~~” Daesung bertepuk tangan memandang kagum hyungnya itu.&lt;br /&gt;“Tentu saja. I’m mistah big boy TOP!!!!” sombong Top dengan menaikkan kerah kemeja super ketatnya itu.&lt;br /&gt;“YOBOOOOO!!!!!!!!!!!!! CEPAT KESINI~~~Ada tamu kok malah di dapur!!” teriak seorang wanita yang langsung Daesung tau bahwa itu suara Hyejoon.&lt;br /&gt;”Hyung, ngapain sih celingak celinguk gitu? Ke depan gih! Istri gw dah manggil tuh!”&lt;br /&gt;TOP dengan santainya masih celingak celinguk, bahkan malah ngendus – ngendus sekitar. Hidungnya tampak naik turun goyang kanan kiri. Sejujurnya seperti anjing pelacak para polisi yang ada di film-film pengejaran pembunuhan berantai.&lt;br /&gt;“Aku mencium makanan yang enak disini. Kalian masak apaan?”&lt;br /&gt;“HYUNG! Di luar kan ada cemilan! Makanan ini buat nanti makan bersama!” Daesung langsung ngeri kalau-kalau TOP menemukan makanan yang telah ia dan HyeJoon masak secara kilat *mengingat kelamaan ‘bermain’nya*. Ia langsung menarik lengan TOP seraya mendorongnya ke ruang tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian ngapain sih di belakang....” tanya Shin Harin, istri ketiga a.k.a istri muda TOP, langsung melirik suaminya yang keluar dengan Daesung dari dapur. Matanya langsung berkaca-kaca hampir nangis gitu. Harin adalah seorang novelis romantis binti mellow. Gak heran. Ia bertemu dengan TOP pertama kali di toko buku. Waktu itu TOP yang stres karena pekerjaannya malah nanya&lt;br /&gt;“Jangan nangis, Harin ah~ Ayank gak bakal ninggalin kita kok. Cuma ke dapur doangan pan!” Kata Takarai Ayie yang berdarah Indonesia-Jepang, istri kedua TOP. Menenangkan Harin yang emang agak lebay kalo udah berurusan dengan TOP. Ayie dinikahi TOP saat dia berada di Jepang. TOP tertarik karena melihat Ayie sedang berjualan pecel ayam di Jepang lengkap dengan kimono. *yaoloh~nggak banget dah~~hahahaha*&lt;br /&gt;Satu kursi sofa bin empuk panjang untuk empat orang milik kediaman Kang langsung diduduki oleh Choi Kajok. LOL. TOP langsung mendaratkan pantatnya yang seksi itu di tengah tengah. Sebelah kanannya Harin, dan sebelah kirinya Nanz-istri pertama TOP-, sementara Ayie duduk di ujung paling kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, yang bener nih, Hyejoon ah!! JADI PENGEN KE HONGKONG!!!!!!”&lt;br /&gt;TOP langsung mendengar teriakan Nanz yang tadinya hanya berbisik-bisik dengan HyeJoon. Ia langsung merangkul istri pertamanya itu dan mendekatkan kepalanya ke pipi Nanz. Tangan kanannya menjelajahi paha Nanz yang saat itu memakai celana jeans. Tapi mau gimana lagi, yang namanya model, pakai apa saja nampak seksi di mata TOP.&lt;br /&gt;”Eh? Seunghyun ah~ Aku hanya penasaran dengan cowok-cowok keren Hongkong~Iya kan, Hyejoon?”&lt;br /&gt;TOP langsung bergidik. Banyak yang bilang kalau istri tua tak bakal diperhatikan. Tapi yang ini kasusnya beda. Nanz, yang bernama asli Kim Nana, adalah seorang model seksi dan rawan banyak selingkuh. Lol~&lt;br /&gt;Makanya dia tetap menyayangi si Nanz. Tapi tetap saja kehidupan rumah tangga nya dengan Harin dan Ayie tetap berlanjut.&lt;br /&gt;”Yohai~keren-keren loh~~” HyeJoon yang sedang duduk di pangkuan Daesung, mengedip nakal pada Nanz. Ia dan Daesung duduk di sofa yang khusus untuk satu orang.&lt;br /&gt;”Dan si Tujuh itu juga keren menurutmu??” tanya Daesung panik sekaligus cembokur mendengar kata-kata istrinya. *red : baca ep ep Daddy Please-nya Ran untuk mengetahui siapa si Tujuh nan ganteng itu~BUGH~ditinju Dae*&lt;br /&gt;”Aihh~oppaaaaaa~~” Hyejoon menyebut oppa kalau manjanya udah keluar. Ia menarik hidung besar Dae. ”Kau cemburu ya? Hehehehe~tentu saja suamiku paling ganteng!”&lt;br /&gt;”BAAHH!!!GW DOONG PALING GANTEEENGG!!!!” TOP langsung nimbrung tetap dengan menaikkan kerah bajunya yang ketat itu. Ketiga istrinya langsung manggut-manggut setuju. Dasar kontras gak sinkron muka dengan kelakuan. Dan yang paling membuat Daesung semakin mengibarkan slogan ”Ni orang nggak banget” adalah TOP melirik-lirik nakal pada HyeJoon.&lt;br /&gt;”Beib, kamu lagi pake bra kan kali ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CEKLEK.&lt;br /&gt;”ANNYOOONG SEMUAAAAAA~~~~~”&lt;br /&gt;Sontak semua yang ada di dalam langsung menengok ke arah orang yang baru dateng tersebut. Itu Jaeyun.&lt;br /&gt;”Heh~kaga bisa pencet bel dulu ya?” kata HyeJoon.&lt;br /&gt;”Kaga lah.” Jaeyun datang dengan membawa bayi di tangannya. ”Kau tau ni tangan cuma dua kan?” Ia melenggang masuk ke dalam.&lt;br /&gt;”AAAAAAAAAAAAAAIIIIIIIIIIIHHHHHHHHH~~~Tumben-tumbenan bawa baby, Jaeyun ah!!!!!” kata Harin yang langsung lumer melihat ada bayi.&lt;br /&gt;”Eh eh eh,Yie. Jagain tuh si Harin. Ntar liat bayi aja ampe terharu gitu.” Ucap HyeJoon yang langsung dipelototin Harin.&lt;br /&gt;“Mana Youngbae hyung? Kaga dateng?” tanya Daesung yang heran melihat Jaeyun tidak datang bersama suaminya.&lt;br /&gt;”Iya nih~padahal kita kan mau main gaple bersama!” XDDD&lt;br /&gt;”Saya hadir!” kata Youngbae ngos-ngosan sambil membawa dua tas berat yang bisa dipastikan itu isinya popok dan baju-baju bayi.&lt;br /&gt;”Ayo dong beibeh~ppali kesini~anak kita udah nangis minta susu botolnya~” Jaeyun langsung duduk di sofa panjang yang satunya. Sementara Youngbae dengan tergopoh-gopoh lari menenteng tas kanan kirinya.&lt;br /&gt;”Sebentar sayang.”&lt;br /&gt;”Wah~bisa rame nih kita arisan gini.”&lt;br /&gt;“Maksudnyeeee???” Sempat-sempatnya Jaeyun melirik tajam pada Nanz di tengah rumah yang kini penuh dengan tangisan bayi.&lt;br /&gt;“eh udah,udah~Jangan pada ribut gitu ah~” Tetep whenever wherever si Dong Youngbae sang penengah yang membawa angin segar. xDD “Jadi belom dikocok kan arisannya?”&lt;br /&gt;“Belom. Seungri dan Jiyong oppa belom datang.” Kata HyeJoon.&lt;br /&gt;“GAAAAAAHHHHHHHHH!!!!!!!!!!” teriak TOP yang membuat seluruh orang spot jantung ngusep2 dada sekaligus kuping mereka. “SI NAGA ITU BELUM DATANG????” Mata Top melihat kesana –kemari ke seluruh orang yang hanya disambut anggukan dan tampang ngeri. “PADAHAL TINGGAL NGESOT!!” Jelas, karena Jiyong tinggal di apartemen sebelah milik DaeJoon.&lt;br /&gt;“Samperin aja ke sebelah.”&lt;br /&gt;“YO YO YO MAMEEEEENNN!!!!!!!!” Kata Jiyong yang langsung ngebuka pintunya.&lt;br /&gt;“Heishh~Jashik! Mereka-mereka ini nggak tau ada bel di depan,apa??” omel HyeJoon. Sementara Daesung malah mengagumi wajah HyeJoon yang tetap membuat hasratnya tinggi walau sedang ngedumel kayak gitu.&lt;br /&gt;Semua orang mau membuka suara untuk menyapa Jiyong, tertahan begitu saja ketika mendengar ocehan berisik dari belakang badan Jiyong.&lt;br /&gt;“Errr~~tu dua pasukannya dateng lagi!” oceh Nanz.&lt;br /&gt;“Bisa-bisa Youngjae makin nangis nih kalo berisik gini!” tambah Jaeyun. Youngjae adalah nama bayi laki-laki Youngbae dengan Jaeyun.&lt;br /&gt;“EH! DIMANA-MANA ISTRI PERTAMA YANG BERKUASA!!”&lt;br /&gt;“EH! ISTRI MUDA TUH YE PALING DISAYANG!! LO MAH DIDEPAK AJE!”&lt;br /&gt;“KURANG ASEM NIH BOCAH!”&lt;br /&gt;“JANGAN PANGGIL GW BOCAH!”&lt;br /&gt;Jiyong menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya menghadap ke dua orang istrinya. “Ran sayaaangg~~Jiya cintaaaa~~jangan berantem lagi ya!” Tentu saja sambil mengelus-elus kepala keduanya. Ya, mereka langsung terpesona lagi dengan senyuman maut seorang Kwon Jiyong.&lt;br /&gt;“Hey~~kalian duduk saja. Jangan mulai bikin blue film di pintu kami!” kata Daesung yang malas-malasan. Dan lagi-lagi kediaman Daejoon semakin ramai dengan kedatangan 3 tamu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;End.&lt;br /&gt;Hahahaha~~&lt;br /&gt;Cukup pendek dan sangat amat gak jelas,bukan?ni ep ep dibuat dah dari lama,tapi males ngepost dan manjanginnya~jyahahahahahaha~~monggo lah~XDD&lt;br /&gt;just iseng.&lt;br /&gt;lol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="postcolor"&gt;Fiction ini telah dipostkan juga di &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://pervylicious.blogspot.com/2009/12/nc21straight1shes-my-husband-shes-my.html"&gt;Blognya THE PERVERTS&lt;/a&gt; XDD dan &lt;a style="color: rgb(51, 204, 0);" href="http://z6.invisionfree.com/BigBang_Indonesia/index.php?showtopic=3900&amp;amp;st=0&amp;amp;#last"&gt;Bigbang Indonesia&lt;/a&gt; oleh wenz.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4836892725700449318-2046482952642967110?l=lookingforwenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/feeds/2046482952642967110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/2009/12/nc21straight1shes-my-husband-shes-my.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default/2046482952642967110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default/2046482952642967110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/2009/12/nc21straight1shes-my-husband-shes-my.html' title='[NC21/straight/1S]HE’S MY HUSBAND, SHE’S MY WIFE!'/><author><name>wenz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07797475595889909540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKrbjZFkiWE/SxUZXKpbY_I/AAAAAAAAAAM/sYrSj_8KUik/S220/jj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4836892725700449318.post-8990394772844120391</id><published>2009-12-01T05:10:00.001-08:00</published><updated>2009-12-01T05:12:29.522-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='from me'/><title type='text'>HELLO WORLD!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic;"&gt;OK&lt;br /&gt;Gw baru buat blog baru.&lt;br /&gt;Blog lama gw sudah antah berantah dan gw males ngurusin nya lagi.&lt;br /&gt;Jadi gw buat baru dan entahlah gw juga buat yang penting-penting aja lah yaaa~&lt;br /&gt;hahahahaha~~&lt;br /&gt;yu ya yuuuu~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;+salam geol from wenz+&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4836892725700449318-8990394772844120391?l=lookingforwenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/feeds/8990394772844120391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/2009/12/hello-world.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default/8990394772844120391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4836892725700449318/posts/default/8990394772844120391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lookingforwenz.blogspot.com/2009/12/hello-world.html' title='HELLO WORLD!'/><author><name>wenz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07797475595889909540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yKrbjZFkiWE/SxUZXKpbY_I/AAAAAAAAAAM/sYrSj_8KUik/S220/jj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
